
Andre tersenyum saat melihat Suci yang kembali tidur, ya Andre tadi tidak sengaja mendengar percakapan Suci dan ibunya.
Andre langsung mengambil ponselnya yang tadi ketinggalan dan dia langsung keluar.
Andre memasuki kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya lalu bersiap untuk tidur, tapi sayang matanya sangat sulit untuk di pejamkan karena pikirannya terus membayangkan wajah Suci yang tadi berada di dalam pangkuannya.
"Ternyata tadi dia hanya berpura-pura tidur, tapi tidak masalah toh aku senang bisa menggendongnya dan aku berharap bisa menggendongnya lagi lagi dan lagi, Ya walau itu tidak mungkin" Andre pun terkekeh saat membayangkannya.
Sementara Suci di kamarnya sedang termenung meratapi nasibnya, walau dia ingat dengan ucapan Mentari tapi tetap saja dia memikirkan Leo, dan dia kembali menangis.
"Suci terus menangis bahkan tangisannya kini terdengar sampai ke luar kamarnya karena tadi pintu kamarnya tidak tertutup dengan rapat, untung saja Hampir semua orang tertidur kecuali Andre.
walau Andre belum tidur tetap saja dia tidak mendengar tangisan Suci karena dia sedang berada di kamarnya, namun karena Andre merasa haus jadi andre keluar kamarnya untuk mengambil air di dapur.
Namun saat akan turun Andre tidak sengaja mendengar isakan dari kamar Suci namun dia tidak menghiraukannya karena rasa hausnya lebih penting dari pada rasa keponya.
Andre naik ke lantai dua lagi dan menuju kamar yang sudah dua malam ini dia tempati.
__ADS_1
Andre sampai di depan pintu kamarnya namun langkahnya terhenti karena dia mendengar tangisan suci lagi dan dia tidak jadi masuk ke kamarnya dia lebih memilih untuk melangkahkan kakinya menuju kamar Suci.
Andre memdorong pintu kamar suci yang sedikit terbuka agar dia bisa melihat kedalam kamar Suci dan setelah dirasa cukup untuk melihat kedalam kamar Suci Andre pun berhenti mendorong pintu tersebut lalu dia melihat Suci yang sedang menangis dan dia melihat tisu yang berserakan.
Suci yang tau ada yang membuka pintu kamarnya berkata "Pak Dokter ".
Andre kaget karena Suci menyadari kehadirannya padahal dia sedang menangis dan biasanya dalam kondisi seperti itu seseorang tidak akan menyadari jika ada orang yang datang menghampiri mereka.
"Pak Dokter jangan bilang pada kedua orang tua saya jika saya menangis seperti ini" ucap Suci dengan suara khas orang yang sedang menangis.
Dan Entah kenapa Andre berkata "Apa saya boleh masuk?".
Andrepun masuk dan duduk di tepi ranjang Suci dia melihat Suci sangat kacau dan dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Suci sebenarnya kamu kenapa? Rasanya tadi kamu terlihat ceria saat saya jemput".
"Jangan kepo pak dokter'.
__ADS_1
"Bukan begitu tapi saya merasa kasihan pada mu yang menangis dari tadi dan tak kunjung selesai, siapa tau saya bisa membantu permasalahan kamu?".
Suci pun mencoba menguasai tangisannya karena akan menjawab pertanyaan Andre dan karena dia juga sudah merasa lelah jika terus menangis.
Setelah dia menguasai tangisannya Suci berkata "Sebenarnya masalah ku sudah selesai kemarin saat aku berjumpa Leo".
Andre yang tidak paham dengan ucapan Suci bertanya lagi "Terus kenapa kamu masih menangis jika masalah mu sudah selesai".
"masalahku memang sudah selesai pak dokter tapi kenyataan yang baru aku ketahui kemarin membuatku terus ingin menangis".
"Memang apa kenyataan yang baru kamu ketahui?". tanya Andre lagi
"Kenyataan bahwa aku baru tau jika pacarku sudah menikah di luar negri sana".
Suci terus menceritakan semua kisahnya pada Andre sambil menangis lagi.
Suci juga tidak tau kenapa dia bisa menceritakan semua itu pada Andre ada rasa nyaman yang dia rasakan saat bercerita pada Andre jadi dia terus bercerita sampai Andre tertidur.
__ADS_1
Setelah selesai bercerita Suci baru sadar jika Andre sudah tertidur dan entah kapan Andre sudah berbaring di kasurnya.
Suci berdacak dan berkata "dokter ini apa dia kira aku tadi sedang menceritakan dongen pengantar tidur untuknya".