
Embun dan Samudra pulang dengan hati yang bahagia dengan senyum yang tidak luntur dari wajah mereka.
Mereka sampai di Rumah Orang tua Embun dan kebetulan saat mereka akan masuk rumah ibu Embun sedang berada di teras dan sang ibu bertanya pada Embun dan Samudra karena penasaran saat melihat mereka terus tersenyum.
"Sayang kenapa kalian terus tersenyum apa ada hal yang istimewa di nikahan Suci sampai kalian tersenyum seperti ini dari tadi".
"Iya bu ada hal yang sangat menggembirakan dan membuat kami merasa bahagia bu'. ucap Embun setelah mengajak sang ibu masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tengah.
"Cerita dong sama ibu, ibu juga ingin tau dan merasakan kebahagian yang kalian rasakan" ucap ibu yang sudah tidak sabar.
"Iya bu tentu saja aku akan menceritakannya, karena" Embun menggantung ucapannya karena ingin membuat sang ibu semakin penasaran.
"Kamu ini malah diam bukannya melanjutkan ucapan mu ini malah sengaja membuat ibu semakin penasaran".
"Iya bu maaf" ucap Embun dan belum juga memberitahu alasan dia bahagia pada sang ibu.
__ADS_1
"ibu tidak akan memaafkan mu jika kamu tidak segera memberi tahu alasannya apa".
"Sabar bu, sebenarnya Hal yang membuat Embun dan mas samudra bahagia karena kehamilan Embun bu".
"Alhamdulillah", ucap Ibu dan dia berkata lagi "Kalian tau dari kapan dan apa sudah di periksa?".
"Satu-satu bu nanyanya".
"Maaf nak saking bahagianya karena sebentar lagi akan ada tangisan bayi di rumah yang sepi ini".
Samudra hanya tersenyum saat melihat interaksi antara ibu dan anak tersebut.
"Baru hari ini bu, itu juga karena tadi saya mendengarkan cerita Reyhan, yang bercerita tentang ciri-ciri Mentari hamil, dan saya membandingkannya dengan kondisi Embun yang menurut saya ciri-ciri kehamilan Mentari sama persis dengan yang di tunjukan Embun dan setelah di periksa ternyata benar Embun sedang mengandung dan yang harus ibu tau jika usia kandungan Embun hampir memasuki bulan ke empat".
"Apa, Empat bulan" ucap Ibu kaget karena tidak habis pikir kenapa Anaknya tidak menyadari jika dia sedang hamil dan usianya sudah hampir memasuki bulan ke empat.
__ADS_1
"Embun kenapa kamu tidak menyadari kondisi tubuhmu yang pasti berubah".
"Ibu kenapa marah bukannya senang".
"Gimana ibu tidak marah Embun, coba kamu pikir jika kamu memakan obat sembarangan atau terpeleset atau apapun yang bisa membahayakan kandungan mu yang tidak kamu ketahui itu bisa-bisa kamu mengalami hal yang tidak di inginkan".
"Ya tapi buktinya kandungan Embun tidak apa-apa bu bahkan kata dokter dia sangat sehat dan sebentar lagi calon bayi Embun akan bisa bergerak bu". ucap Embun sambil mengelus perutnya yang membuncit yang kemarin dia pikir terlalu banyak ngemil di malam hari.
"Ya iya pasti bisa bergerak karena sebentar lagi akan diberi ruh, tapi ibu sangat bahagia karena kamu tidak mengalami mual dan masalah lain yang di alami ibu yang hamil muda".
"Iya bu calon anak ku memang pengertian dia tidak mau membuat aku repot apa lagi dengan aku yang masih bekerja".
"Eh iya waktu kamu ke luar negri apa tidak ada yang kamu rasakan?" tanya ibu yang ingat jika usia kandungan Embun empat bulan berarti saat Embun keluar negri dia sudah mengandung.
"Iya bu sebenarnya saat kesana Embun merasa sedikit kurang nyaman tidak seperti biasanya tapi Embun pikir karena sudah lama tidak naik pesawat jadi Embun hanya mengistirahatkan tubuh Embun dan setelah Embun bangun semuanya baik-baik saja".
__ADS_1
Teman-teman pembaca tolong tinggalkan jejaknya dengan memberikan like, vote dan hadiah
karena jejak kalian sangat berpengaruh pada karya saya terimakasih aku sayang kalian.