Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Aku kesal


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba Mentari dan kedua temannya pergi kerestoran yang sudah biasa mereka datangi saat jam makan siang.


Reyhan menunggu di luar restoran karena Mentari tidak mengajaknya untuk ikut bersamanya seperti kemarin.


Mentari dan dua temannya sudah duduk, lalu suci bertanya "Tari kenapa Reyhan tidak kamu ajak kemari".


"Aku sedang kesal padanya" ucap Mentari


"Memangnya kamu kesal kenapa?" tanya Embun


"Aku kesal karena dia bersikap lembut pada sekertaris ku sedangkan pada ku dia sangat kaku seperti seorang pengawal pada tuannya.


"Kamu ini aneh tari". ucap Embun


"Kamu benar bun, Mentari sangat aneh" ucap Suci yang membenarkan perkataan Embun.


"Kalian bilang aku aneh?" tanya Mentari


"Iya, coba kamu pikir apa kamu tidak merasa jika dirimu aneh, kamu marah karena Reyhan bersikap pada mu seperti seorang pengawal".ucap Embun


"iya kamu tau jelas jika dia pengawal mu dan sudah sepantasnya dia bersikap seperti itu pada mu bukan". ucap Suci

__ADS_1


"Kalian benar aku yang aneh berharap dia memperlakukan ku seperti dulu". ucap Mentari


"Memang dia memperlakukan mu seperti apa dulu? ucap Embun


"Dulu dia memperlakukan ku seperti seorang putri, aku mau apapun dia selalu mengabulkan semua keinginan ku tanpa aku memintanya, dulu dia selalu bersikap manis dan hangat padaku'. ucap Mentari tersenyum dan mengingat masa dimana semua itu terjadi.


"Tari itu kan dulu bukan sekarang, ingat manusia itu akan berubah sifatnya seiring berjalannya waktu, kamu tau itu bukan?" ucap Embun


"Aku tau tapi aku ingin dia seperti dulu bersikap dingin pada orang lain dan bersikap manis pada ku" ucap Mentari lesu


"jika kamu ingin seperti itu maka berpacaranlah dengan dia, pasti dia akan besikaf manis pada mu". ucap Suci


"Kamu benar Suci, tidak ada salahnya jika kamu mencoba mengungkapkan perasaan mu padanya agar apa yang kamu inginkan bisa terkabul". ucap Embun


"Tari ayo makan makanan mu", ucap Suci


Bukannya memakan makanannya mentari malah berkata "Rasanya tadi malam wajah Reyhan berwarna putih sama seperti tubuhnya".


Embun dan Suci tersedak karena mendengar Mentari berkata jika dia melihat tubuh Reyhan berwarna putih.


"Apa yang kamu lakukan semalam dengan Reyhan?" tanya Embun.

__ADS_1


Mentari menjawab pertanyaan Embun dengan terbata dan wajahnya yang mulai berubah warna "Aku tidak melakukan apapun dengannya".


"Kami tidak percaya pada mu tari, apa lagi dengan wajah mu yang berubah warna seperti itu". ucap Suci


"Apa kamu berani bersumpah Tari" ucap Embun


"Ah sudah jangan membahas itu lagi ayo kita makan" ucap Mentari


"Jika kamu tidak mau mengatakannya maka kami akan bertanya pada Reyhan, pasti dia akan mengatakan yang sebenarnya" ucap Embun


"coba saja jika kalian berani" ucap mentari menantang para sahabatnya


"Aku yakin dia pasti akan mengatakannya karena seperti yang kamu bilang dia sudah bukan Reyhan yang kamu kenal dulu". ucap Embun


Mentari terdiam dan dengan terpaksa menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya tadi malam.


Embun dan Suci hanya mendengarkan sambil memakan makanan mereka.


Mentari selesai menceritakan kejadian tadi malam pada kedua temannya dan kedua temannya berkata.


"Mentari apa kamu sudah gila, kamu berani sekali mendatangi kamar seorang laki-laki di tengah malam dan laki-laki itu masih normal". ucap Suci

__ADS_1


"Tari apa kamu tidak berpikir dulu sebelum melakukannya". ucap Embun


__ADS_2