
kita tinggalkan dua orang yang sedang merasakan indahnya dunia dan kita kembali lagi pada kisah Reyhan, ya Reyhan sedang menatap langit yang gelap dengan hati yang sedang bahagia karena tadi sore dia melihat Mentari.
Reyhan berpikir untuk bekerja lagi di perusahan karena dia ingin melihat Mentari setiap hari walau hanya berpapasan saja dan hanya dia yang melihatnya.
keesokan pagi Reyhan sudah bersiap untuk berangkat kerja, dia keluar kamarnya dan langsung pergi ke dapur untuk sarapan.
"Selamat pagi bu pak" sapa Reyhan pada kedua orangtua barunya kini, ya sekarang Reyhan sudah menganggap Jika ibu dan bapa Deni adalah orangtuanya juga.
"Pagi juga sayang" ucap Ibu lalu dia berkata lagi " Sayang kamu mau kemana kenapa berpakayan seperti orang yang mau ke kantor?"
"Iya Reyhan memang mau kekantor bu soalnya Reyhan ingin melihat Mentari bu" ucap Reyhan jujur
"Kamu ini" ucap ibu sambil mengangkat sendoknya dan seperti akan di lempar dan dia berkata lagi " Ibu pikir kamu pergi kesana karena kasihan pada tuan Deril".
__ADS_1
Reyhan tersenyum karena melihat ibunya marah entah mengapa itu membuat hati Reyhan bahagia dan hal itu mengisi ruang yang sudah kosong sejak kepergian orangtua kandung Reyhan.
Reyhan pun memakan makanan yang di berikan ibu barunya itu dengan sangat bahagia.
Setelah selesai makan dia berkata " bu Reyhan berangka sekarang dan tolong ibu katakan pada Deni yang tidak bisa bangun pagi itu, untuk menyuruh seseorang untuk mengawal ku dari jarak jauh".
"Baik nak" jawab ibu
Reyhan terdiam saat mendengar ucapan bapa, dan itu membuat ibu dan bapa merasa bersalah karena perkataan bapa tadi.
Reyhan juga menyadari jika kedua orangtua angkatnya merasa bersedih lalu dia berkata " Rey tidak apa-apa bu pak, lagi pula ini jalan hidup yang Rey pilih sendiri".
Deni datang dan menepuk bahu Reyhan dan berkata "Rey apa tidak bisa jika kamu menikah dengan orang biasa saja agar kamu bisa menyembunyikan identitas istri mu nanti".
__ADS_1
"jika hati ini bisa menerima wanita lain mungkin itu bisa di lakukan tapi itu tidak mungkin Den, hati ini sudah menjadi milik dia". jawab Reyhan lalu dia berkata lagi "ya sudah aku berangkat, dan suruh pengawal itu untuk segera menemui ku, karena sekarang aku tidak mau mati muda".
Reyhan sekarang tidak ingin mati muda karena sekarang dia merasa jika hidupnya sudah seperti saat kedua orangtuanya masih ada terutama sosok ibu yang bisa membuat Reyhan merasa jika sosok bundanya hadir di dalam raga ibu angkatnya itu.
Reyhan berangkat dengan senyum yang tidak luntur di wajahnya, Reyhan menaiki mobil mewahnya dan mengendarainya sendiri sementara pengawal yang dia tugaskan memakai motor yang dia berikan sebagai pasilitas selama dia mengawal dirinya.
Ibu, bapa, Mila dan juga Deni sedang membicarakan Reyhan.
Ibu bertanya pada Deni apa Deni tidak bisa membantu Reyhan dengan menyelidiki siapa orang yang ingin mencelakai Reyhan dan Deni berkata jika dia sudah tau orang yang ingin mencelakai Reyhan tapi Reyhan menyuruh Deni untuk merahasiakannya dari siapapun termasuk Reyhan sendiri.
Deni juga mengatakan jika dia tidak boleh membalas orang tersebut apapun alasannya karena Reyhan tidak mau ada Reyhan lain yang merasakan betapa sakitnya kehilangan keluarga.
lalu Deni berkata lagi jika mereka ingin membantu Reyhan maka doakan orang yang jahat pada Reyhan untuk di bukakan hatinya agar segera sadar jika yang diperbuatnya salah dan Deni juga berkata jika dia hanya bisa membantu dengan melindungi Reyhan saja.
__ADS_1