Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Mungkin terakhir kali


__ADS_3

Keesokan paginya Suci bangun dengan hati yang bahagia karena mengingat kejadian kemarin yang tidak akan pernah dia lupakan.


Dia bahagia karena bisa jalan-jalan dengan Andre walau untuk yang terakhir kalinya.


"Andai hari kemarin bisa ku rasakan lagi di kemudian hari, tapi yasudahlah dia bukan jodoh ku" ucapnya sembari merapihkan riasan wajahnya.


"Nah sekarang kamu sudah cantik ci, tinggal berangkat ke hotel terus pulang deh dan memulai hidup baru, dengan kisah cinta yang baru dan pekerjaan yang baru tentunya, semangat Suci" ucapnya menyemangati diri sendiri.


Saat Suci akan keluar kamar ada seseorang yang mengetuk pintu kamar yang di tempatinya dan orang itu berkata "Ci ayo sarapan".


Suci membuka pintu kamar tersebut dan memperlihatkan senyuman termanisnya pada orang tersebut dan orang tersebut terpesona saat melihat senyuman Suci yang terasa menyejukkan hati.


"Pak Dokter kenapa diam saja katanya ngajak sarapan tapi malah diem di situ lama lagi kan ngalangin jalan". ucap Suci karena Andre diam dan menghalangi jalannya .


"Kayanya terpesona, Saat melihat senyuman kamu" ucap Santi pada Suci yang datang menyusul Andre karena lama dan dia takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan karena Andre atau Suci belum juga menghampirinya di meja makan.

__ADS_1


Andre tersadar dan memberikan jalan untuk Suci keluar dari kamarnya, dan saat suci melewatinya Andre berkata " Ci kenapa kamu tidak memanggil aku mas lagi seperti kemarin?".


Suci menoleh dan tersenyum lalu dia berkata "panggilan itu khusus aku berikan pada pak dokter kemarin saja dan untuk seterusnya aku akan memanggil pak dokter, pak dokter saja, itu juga jika kita bisa bertemu lagi". Suci pun berlalu tanpa mau melihat reaksi Andre setelah dia mengatakan jawaban dari pertanyaan Andre.


Andre yang mendengar ucapan Suci hanya tersenyum, dan diapun menyusul Suci dan adiknya yang sudah pasti telah berada di ruang makan, karena Andre tadi termenung cukup lama.


"Mas kamu ngapain tadi setelah kami kesini lama sekali" ucap Santi yang kesal karena harus menunggu lagi karena sang kakak tidak langsung mengikuti mereka dan malah diam di depan kamar.


"Maaf, maaf soalnya tadi mas sedang merencanakan sesuatu untuk seseorang". ucapnya penuh teka teki dan itu di salah artikan oleh suci yang kini merasa hatinya sedikit tergores akibat ucapan Andre.


Setelah selesai sarapan Suci berkata "Pak dokter jadikan pak dokter mengantar aku ke hotel?".


"Iya jadi, sekalian aku juga mau kerumah sakit", jawab Andre jujur.


"Oh iya mas, aku ambil barangnya nanti siang?" tanya Santi pada Andre.

__ADS_1


"Iya kamu ambil barangnya nanti siang saja dan mereka sudah tau jika kamu yang akan mengambilnya karena mas sudah memperlihatkan foto mu pada mereka".


Suci sebenarnya penasaran ingin bertanya barang apa yang akan di Ambil Santi dan kemana Santi akan mengambilnya tapi Suci sadar jika itu bukan urusannya dan dia bersikap biasa saja.


Sampai lah Suci dan Andre di hotel tempat Suci menginap, Suci turun dari motor Andre dan berkata


"Terimakasih pak dokter sudah mau mengantar saya".


"Iya sama-sama" jawab Andre singkat.


"Hati-hati di jalan" ucap Suci memberi kode agar Andre cepat pergi karena Andre diam saja dan terus menatapnya.


Andre tersadar dan berkata "Eh iya kalau begitu saya pergi, sampai bertemu lagi".


"Ya sampai bertemu lagi" ucap Suci dan tersenyum miris mendengar ucapan Andre karena mungkin ini terakhir kalinya dia melihat Andre.

__ADS_1


__ADS_2