
cleb bagai di tusuk pedang hati Reyhan terasa sakit, "Apa kamu tidak berbohong Den" ucap Reyhan dengan suara yang lesu.
Reyhan benar-benar tidak menyangka jika disaat dia telah yakin jika orang yang ingin mencelakainya sudah tidak mungkin mencelakainya lagi dia malah di hadapkan dengan kenyataan bahwa Mentari akan menikah dan itu besok.
Mungkin jika satu minggu atau satu bulan lagi Reyhan bisa membujuk Mentari tapi kenyataannya Mentari akan menikah besok.
"Aku tidak bohong Rey jika kamu tidak percaya lihatlah foto dekorasi rumah Mentari" ucap Deni sambil memperlihatkan foto rumah Mentari yang di kirimkan kakek Guntur.
"Baru saja aku dapat kabar jika ayah Samudra tidak akan mengincar nyawaku dan orang terdekatku eh sekarang dia yang ingin ku jadikan pendampingku akan menikah dengan orang lain, sungguh malang nasib cintaku den,den".
Deni yang tau jika penjahat itu ayah Samudra tidak merasa kaget karena dia sudah mengetahuinya sejak 7 tahun yang lalu karena dialah yang mencari tahu sediri orang jahat tersebut setelah Reyhan memberi tahu jika kecelakaan yang menimpa kedua orangtuanya bukan murni sebuah kecelakaan.
"Bersabarlah semoga hari esok lebih baik dari sekarang" ucap Deni menenangkan Reyhan.
"Semoga " jawab Reyhan lalu dia menyuruh Deni untuk keluar namun sayang Deni tidak mau karena dia tidak mau Reyhan bertindak yang tidak-tidak.
"Rey apa perlu aku memanggil ibu?".
__ADS_1
"Tidak " jawabnya singkat
"Rey jika ingin menangis menangislah !"
"iya aku ingin menangis dan mencakar mu karena tidak mengerti jika Air mata ku tidak mau keluar karena ada kamu"
Deni menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan keluar dari ruangan Reyhan lalu setelah itu dia menerima sebuah telpon yang memberi tahunya jika berkasnya sudah siap dan Deni menyuruhnya lagi untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.
*
Sementara di kediaman kakek Guntur Mentari sedang melihat dekorasi rumahnya yang sudah terlihat sangat indah.
"Sudah jangan bersedih terus, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kalian" ucap Suci yang sedang menemani Mentari sedangkan Embun sedang dalam perjalanan.
Embun yang sudah datang berkata
"Suci benar, semoga cinta akan tumbuh setelah kalian menikah".
__ADS_1
"Aamiin" ucap Suci dan Mentari bersama.
"Tari sepertinya kita harus mulai perawatan sekarang sebelum terlalu malam" ucap Suci antusis
"Baiklah ayo kita ke kamarku" ajak mentari
Merekapun pergi ke kamar Mentari dan melakukan perawatan.
Setelah selesai kedua sahabatnya langsung tidur sementara Mentari masih membuka matanya karena dia tidak bisa memejamkan matanya karena terus memikirkan kisah cintanya.
Mentari pergi ke balkon kamarnya dan melihat langit yang gelap "Rey andai nanti sebelum akad nikahku kau datang dan menggagalkan rencana ku, aku pasti sangat bahagia" ucapnya sambil tersenyum ketir.
"dasar kau mentari masih saja berharap pada laki-laki itu bahkan kau tidak tau apa dia sudah sadar atau belum.
hey hati kenapa kau seperti ini padahal dulu saat aku melepaskan Deni tidak sesulit ini, aku itu lelah berharap padanya tapi kamu malah tidak bisa melepasnya, kumohon lupakan dia, agar kita bisa benar-benar bahagia".
"Kau tau bukan jika aku sudah melakukan bebagai cara agar aku bisa membuatnya menjadi milikku bahkan aku hampir melakukan hal yang salah.
__ADS_1
tiba-tiba saja hembusan angin terasa menusuk kedalam tulangnya dan dia berkata "sebaiknya aku tidur sebelum aku semakin gila karena berbicara sendiri disini. Lalu mentari pun pergi kedalam dan menutup pintu kaca pembatas kama dan balkon kamarnya, dan setelah itu dia tidur bersama dua sahabatnya yang sudah terlebih dahulu tidur.