Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Melamar 2


__ADS_3

Embun membuka pintu kamarnya dan dia bertanya pada pembantu dirumahnya "ada apa bi?".


"Maaf nona Nyonya menyuruh anda untuk segera menemuinya di ruang tamu dan maaf nona anda disuruh nyonya untuk memakai pakayan yang sopan".


"Untuk apa bi?".


"saya kurang tau, dan sebaiknya anda cepat sebelum nyonya marah" ucap Sang bibi.


karena Embun tidak mau jika ibunya marah dia langsung mengganti pakayannya dan keluar dari kamarnya untuk menemui sang ibu di lantai bawah.


Namun sebelum dia sampai di ruang tamu dia sudah mematung terlebih dahulu karena melihat banyaknya orang di rumahnya sampai memenuhi ruang keluarga.


"Ada apa ini, kenapa banyak orang". ucap Embun dalam hati lalu dia menghampiri orang yang sedang duduk paling dekat dengannya lalu dia bertanya


"Maaf sebenarnya ini ada acara apa kenapa aku tidak tau?" ucapnya pada saudara Samudra yang tidak di kenali Embun


Dan karena saudara Samudra juga tidak mengenali Embun dia pun menjawab "kami sedang melamar anak dari pemilik rumah ini, tapi kamu siapa kenapa kamu tidak mengetahui jika ada acara di rumah ini?".


Embun tidak menjawab pertanyaan orang tersebut karena kaget, dia tidak percaya dengan ucapan orang yang baru dia lihatnya ini.


karena posisinya terhalang tembok jadi dia tidak bisa melihat keluarganya dan keluarga Samudra yang dia kenali.

__ADS_1


Embun berdiri kembali dan berjalan menuju tempat yang menurutnya bisa melihat siapa orang yang akan melamarnya.


Ruang tamu rumah Embun tidak terlalu besar jadi tidak bisa menampung orang banyak, apa lagi posisi para tamu yang duduk melingkar mengosongkan bagian tengah ruangan tersebut.


Embun yang sudah berada di antara Ruang keluarga dan ruang tamu kaget saat melihat Samudralah yang akan melamarnya secara resmi, dia terdiam sambil berdiri diantara orang-orang yang sedang duduk.


Embun berdiri seperti patung dia tidak mendengar orang yang memangil dan menyuruhnya untuk duduk di dekat ibunya.


Ibu Embun yang sudah melihat Embun berkata "Sayang kemarilah!"


Embun tetap diam tidak juga merespon sang ibu,


karena Embun tetap diam saudaranyapun berinisiatif untuk menyadarkan Embun dari lamunannya dia menggoyangkan tangan Embun dan berkata


Embun tersadar dan melihat ibunya, lalu dia melangkah menuju tempat duduk sang ibu, karena ibunya mengisaratkan jika dia harus kesana, kini Embun sudah duduk di samping sang ibu.


Samudra tersenyum saat melihat Embun, dan setelah memastikan jika Embun sudah duduk Samudra langsung menghampiri Embun dan dia duduk di hadapan Embun lalu dia menatap wajah Embun sambil berkata


"Embun maukah kamu menjadi istri ku?,


aku tau aku bukan laki-laki yang Sempurna,

__ADS_1


ada banyak keluranganku yang sudah kamu ketahui dan yang belum kamu ketahui,


karena aku hanya manusia biasa,


tapi aku ingin menyempurnakan imanku dengan menikahi mu,


jadi maukah kamu menjadi istri ku?,


menjadi tempat ku bersandar disaat aku merasa lelah


dan menjadi ibu dari anak-anakku?".


Embun menganggukkan kepalanya sambil menangis, dia menangis karena tidak menyangka jika Samudra benar-benar serius padanya.


Lalu Samudra memakaikan cincin di jari manis Embun dan begitu juga Embun memakaikan sebuah cincin di jari manis Samudra.


semua orang bertepuk tangan karena mereka sudah saling memakaikan cincin.


Setelah suara tepuk tangan mereda seorang pemuka agama yang hadir di sana berkata "Apa tidak sebaiknya jika kalian langsung menikah, saat ini juga?".


Dan entah kenapa Ayah Embun menyetujuinya lalu dia berkata pada Samudra

__ADS_1


"Nak apa tidak apa-apa jika acara pertunangan kalian kita jadikan menjadi acara pernikahan toh semua keluarga dari kedua belah pihak hadir semua".


__ADS_2