Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Marah


__ADS_3

Malam telah tiba Mentari yang belum melihat Reyhan sejak dari pantai merasa ingin bertemu dengannya.


Seperti biasa diapun ingin menemui Reyhan di malam hari.


Mentari sudah berada di depan pintu kamar Reyhan entah kenapa perasaannya malam ini sangat berbeda dari malam malam sebelumnya.


"Kenapa perasanku seperti ini, mungkinkah Reyhan akan mengajakku untuk berpacaran emm semoga saja" ucap Mentari yang sudah tidak sabar bertemu Reyhan


Tok tok tok


"Rey, apa kamu sudah tidur " tanya Mentari sambil mengetuk pintu tersebut.


Mentari menunggu beberapa menit tapi Reyhan tidak menjawab dan dia melakukannya lagi dan lagi, sampai 4kali.


Karena kesal mentari mencoba membuka pintu tersebut dan ternyata pintu tersebut tidak di kunci.


Mentari masuk dengan berjalan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri, karena lampu kamar Reyhan mati Mentari langsung menyalakan lampu kamar tersebut dan betapa kagetnya Mentari karena Reyhan tidak ada di sana.


"Kemana dia bukankah tadi dia sudah pulang," ucap Mentari sambil melihat setiap sudut kamarnya siapa tau Reyhan bersembunyi ".


Saat Mentari sedang celingak-celinguk mencari Reyhan tiba-tiba kakeknya datang dan memukul bahu Mentari dengan sebuah buku yang ada di dalam kamar Reyhan.


"Kamu sedang mencari apa?" tanya sang kakek

__ADS_1


Bukannya menjawab Mentari malah balik bertanya


"Kakek sedang apa disini?".


"Sebaiknya kamu jawab sedang apa disini bukan malah balik bertanya" ucap Sang kakek


"Kalau aku jelas ingin melihat Reyhan nah kalau kakek mau apa kesini?".


"Kakek kesini mengikuti kamu bocah nakal".


"Kakek aku bukan bocah nakal" ucap Mentari tidak terima.


"Kalau bukan bocah nakal apa namanya, Jika seorang gadis pergi ke kamar seorang laki-laki di tengah malam seperti ini".


"Kamu sering kesini malam-malam" tanya sang kakek


"Tidak ke aku hanya pernah 6kali kesini".


"Itu namanya sering Tari, oh iya apa Reyhannya ada " tanya sang kakek basa basi.


"Tidak ada ke mungkin menginap di rumah temannya".


"Oh seperti itu, eh iya kekek lupa jika Reyhan sudah tidak bekerja lagi pada kita".

__ADS_1


Jeder.....bagai di sambar petir Mentari kaget lalu dia berkata "Kakek jangan bercanda Reyhan tidak bilang apapun pada Tari tadi".


"Dia tidak bilang atau kamu yang tidak sadar dengan ucapan Reyhan karena sibuk berpacaran" ucap sang kakek mengingatkan.


Mentari terdiam, dia terdiam karena sedang mengingat semua perkataan Reyhan lalu dia berkata "Kakek beneran dia tidak berbicara apapun pada Tari".


"Apa dia tidak bilang akan pulang atau semacamnya".


Tiba-tiba saja Mentari menangis dan berkata "Ada tapi dia tidak menyampaikannya langsung, kakek apa tadi Deni datang kesini untuk mengurus berhentinya Reyhan "? tanya Mentari sambil menangis.


"Iya, dan kamu kenapa nangis bukankah kamu sudah memiliki pacar".


"Kakek aku hanya berpura-pura pacaran agar Reyhan cemburu, agar dia berubah pikiran dan menjadikan aku pacarnya kakek".


"Kenapa kamu jadi bodoh Mentari".


"Kakek..." Rengek Mentari


"Maaf kakek tidak bisa membantu apa-apa selain mendoakan mu nak".


"Kakek...." rengek Mentari lagi


"Sudah kakek mau kekamar kakek, jika kamu masih ingin disini silahkan kakek tidak akan melarang mu". ucap kakek lalu dia pergi meninggalkan Mentari yang menangis.

__ADS_1


Mentari langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berada di kamar Reyhan sambil terus berkata "aku membenci kamu Rey awas saja kalau aku bertemu lagi dengan mu akan ku pukul kamu sampai aku puas".


__ADS_2