
"Terus apa sekarang ayah masih berniat mencelakai Reyhan" tanya embun penasaran.
"Masih itu lah kenapa hari ini aku merasa sangat pusing". ucap Samudra sambil mengusap keningnya
"Mas apa tidak sebaiknya jika kita memberi tahu Reyhan agar dia berhati-hati".
"Aku juga berpikiran seperti itu tapi aku belum menemukan dia sekarang ?" ucap Samudra karena dia belum sempat mencari Reyhan karena sibuk dengan kisah asmaranya.
"Bagai mana jika kita mencarinya di rumah Deni sahabatnya" ucap Embun memberi saran
"Kamu benar sayang dia pasti ada di sana ditempat Deni, karena tempat yang di kelola Deni juga salah satu usaha yang didirikan olehnya".
"Aku pikir itu milik Deni?".
"Memang benar itu milik Deni karna Reyhan memberikannya pada Deni".
"Aku tidak mengira jika dia sangat baik" ucap Embun memuji Reyhan dan Samudra pun membenarkan ucapan Embun dengan berkata
__ADS_1
" kamu benar sayang dia sangat baik bahkan padaku yang adalah musuhnya".
"Maksud mas apa?" ucap Embun tidak mengerti karena setau dia Reyhan tidak terlalu akrab dengan Samudra dan saat mereka bertemu lagi Reyhan tidak mengenali Samudra yang katanya seorang ketos di sekolah mereka dulu.
"Dia baik pada ku karena dia tidak membalas perbuatan ayahku, padahal jika dia mau dia pasti sudah membunuh kami semua dengan sangat mudah karena kekayaan yang dia miliki".
"Kamu benar mas, aku jadi penasaran apa alasan dia tidak membalas perbuatan ayah?" ucap Embun sambil memikirkan apa yang menjadi alasan Reyhan tidak melakukan pembalasan.
"aku juga, dan kamu tau apa yang aku lakukan saking penasaran dengan alasan dia"
"aku tidak bisa menebaknya" ucap Embun
"Mas?" panggil Embun
"Ya" ucap Samudra dan dia pun melanjutkan lagi ucapannya "aku sampai memasang alat penyadap saking penasaran saat aku pertamakali bertemu dengannya dan untungnya aku langsung mendapatkan apa yang aku ingin tau dan setelah itu aku merusak alat tersebut seyelsh aku merekamnya.
"Apa maksudmu saat di pesta Siska".
__ADS_1
"Kamu memang pintar sayang" ucap Samudra memuji Embun sambil mengucek rambut Embun
"terimakasih mas".ucap Embun
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah Deni, setelah sampai di sana ternyata Deni tidak ada di tempat dan terpaksa mereka kembali.
"Sayang sepertinya mereka berbohong" ucap Samudra
"Iya aku juga tau itu, tapi kenapa mereka berbohong pada kita?".
"Mungkin Deni tau jika aku anak dari orang yang mengincar nyawa Reyhan jadi dia pasti sudah menyuruh anak buahnya untuk mengatakan jika dia tidak ada di rumahnya saat aku datang kesini, baik saat dia ada atau memang benar-benar sedang pergi".
"Ya mungkin saja, dan aku tidak menyangka jika tempat Deni sangat luas dan pasti saat membangun tempat itu Reyhan pasti sangat banyak mengeluarkan uangnya" ucap Embun
"Ya itulah Reyhan, aku mengaguminya sejak kami masih sekolah, walau dia sangat kaya dia tidak pernah memamerkan kekayaannya bahkan dia cenderung bersikap seperti orang biasa saja sampai Mentari pun tidak pernah tau jika Reyhan adalah anak dari Seorang Burhan nugraha".
"Kenapa bisa seperti itu bukankah Mentari menyukai Reyhan pasti dia tau seluk beluk Reyhan bukan". tanya Embun
__ADS_1
"Karena Mentari mencintai Reyhan karena dia Reyhan, dia tidak pernah ingin tau lebih dalam tentang siapa Reyhan karena menurut dia asalkan itu Reyhan dia akan tetap mencintainya".
"oh" ucap Embun singkat.