Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Kedatangan CEO


__ADS_3

"Tari apa seenak itu ciumanku sampai-sampai kamu menginginkannya lagi" ucap Reyhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Mentari merasa bulu kuduknya berdiri saat melihat Reyhan mengedipkan sebelah matanya


"Sudah jangan membahas itu terus aku malu". ucap Mentari yang menundukkan wajahnya kembali


"Tapi benarkan ciumanku memang enak" ucap Reyhan menggoda Mentari lagi karena Reyhan sudah puas menggoda Mentari Reyhan-pun berkata


"ini ambil untuk mu, tadinya aku ingin memberikan ini nanti malam tapi karena melihat kamu cemberut jadi aku memberikan ini sekarang saja semoga kamu suka dan tida cemberut lagi.


Mentari menerimanya dan langsung membukanya dan setelah dia melihat isinya dia berkata "Cantik sekali terimakasih Rey, tunggu ini harganya mahal kamu dapat dari mana uang untuk membeli ini".


"Tenang aku tidak mencurinya nona" ucap Reyhan yang mengerti kemana arah perkataan Mentari


"Lalu kamu dapat uang dari mana dan kenapa kamu memanggilku nona lagi" Tanya Mentari.


"Aku meminjamnya dari Deni, kalau itu karena nona sudah tidak cemberut lagi" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Kamu masih berteman dengan Deni?" tanya Mentari


"Tentu saja aku bisa menjadi pengawal mu karena dia" ucap Reyhan dan dia berkata lagi "Sudah ayo kita keluer jam kerja mu sudah mau mulai".


"Oh ya ampun aku lupa, terimakasih atas kalungnya aku suka" ucap Mentari sambil turun dari mobilnya.


Mentari masuk kedalam ruangannya dengan wajah yang bersinar seperti mentari pagi.


"Nah gitu dong senyum tidak seperti tadi namanya saja yang Mentari tapi wajahnya semendung langit yang akan hujan". ucap Embun.


"Bun kayanya ada yang habis di cas ini mah, tapi aku tidak tau dengan apa Reyhan mengembalikan cahaya Mentari yang sempat mendung ini" ucap Suci


"Terus dengan cara apa dia bisa mengembalikan keceriaan mu".


"Ini" ucap Mentari sambil memperlihatkan kalung yang di berikan Reyhan pada Mentari.


Suci dan Embun tidak menyangka jika Reyhsn bisa membelikan Mentari sebuah kalung yang sangat indah.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Tuan Deril datang bersama CEO perusahaan mereka untuk memperkenalkan CEO mereka pada pegawainya dan sekaligus mereka ingin melihat para pekerja yang sedang bekerja.


Semua orang berjabat tangan sambil memperkenalkan nama dan jabatan mereka masing-masing tidak terkecuali Mentari.


Namun saat mentari menjabat tangan CEO-nya dia merasa hatinya bergetar dan dia langsung menatap mata CEO-nya, dan entah mengapa jantungnya berdegup dengan kencang sama seperti yang dia rasakan jika dia menatap mata Reyhan.


Mentari pun melepaskan tangannya dan kembali ke tempatnya, Embun dan Suci melihat intraksi mereka sangat mencurigakan dan mereka memutuskan untuk bertanya nanti saat rombongan CEO mereka pergi.


Setelah Mereka pergi Embun bertanya terlebih dahulu "Tari apa kamu tertarik saat melihat CEO kita".


"Tidak suci aku hanya merasa jika CEO kita adalah Reyhan " ucap Mentari jujur.


"Parah Mentari kamu di kasih apa Sama Reyhan sampai-sampai CEO kita kamu samakan Dengan Reyhan" ucap Suci


"Kamu benar tari dia Seperti Reyhan jika di lihat dari pastur tubuhnya tapi sayang warna kulit wajahnya berbeda dengan Reyhan mu" ucap Embun


Mentari mengiyakan perkataan mereka karena mungkin dia telalu menyukai Reyhan jadi dia melihat CEO-nya seperti Reyhan.

__ADS_1


Reyhan yang tadi bertatapan langsung dengan Mentari merasakan hal yang sama dengan Mentari dan dia tersenyum sendiri saat mengingat wajah Mentari yang menurut dia lucu, lalu dia berkata "Aku mencintaimu Mentari tapi maaf aku belum ingin menyatakan rasaku ini padamu karena aku masih senang saat kita seperti ini".


__ADS_2