Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
jalan-jalan


__ADS_3

Mentari dan teman-temannya sudah kembali bekerja sementara Reyhan kembali mengerjakan tugasnya memeriksa setiap laporan yang masuk kedalam ponselnya.


Sore hari telah tiba, dan itu waktunya bagi Mentari dan teman-temannya untuk pulang.


Namun sebelum Mentari pulang dia ingin mengajak Reyhan ketempat di mana mereka dulu sering kesana .


"Paman kita ketempat biasa dulu" ucap Mentari pada sang sopir


"Kita mau kemana Nona?" tanya Reyhan


"Kita jalan-jalan sebentar". ucap Mentari


Mereka sampai di sebuah lapangan basket, tempat mereka dulu sering bermain di sana.


"Kita mau apa kemari" tanya Reyhan


"Kita akan melihat mereka bermain basket" ucap Mentari sambil menunjuk ke arah anak-anak yang akan bermain basket.


"Ayo turun Rey, kita bernostalgia dulu di sini'.


Reyhan turun dari mobil dan memakai Maskernya karena di perintah Mentari.


Entah apa alasan Mentari menyuruh Reyhan memakai masker, yang jelas untuk kebaikan Reyhan kata mentari.


Mereka sudah duduk di kursi penonton dan pertandingan akan segera di mulai, setalah pertandingan selesai Mentari menyuruh Reyhan untuk membeli makanan karena perut Mentari meminta untuk di isi.


Reyhan membelikan makanan yang ingin Mentari makan, dan mereka duduk di kursi penonton kembali.


"Rey apa kamu tidak mau, ini enak" ucap Mentari sambil menyodorkan makanan yang di beli Reyhan kepada Reyhan dan dia berkata lagi "Ini Rasanya masih sama sejak terakhir kita kemari".


Mentari membuka masker Reyhan dan berkata "Buka mulut mu".

__ADS_1


"Aku belum lapar nona", ucap Reyhan


Mentari terdism lalu dia bertanya pada Reyhan "Rey menurut kamu apa bawahan harus mematuhi atasannya".


"Tentu saja" ucap Reyhan


"Terus kenapa kamu tidak mau mematuhi perintah ku hanya untuk membuka mulut mu saja" ucap Mentari


"Bukan aku tidak mau mematuhi perintah mu nona, tapi aku malu jika di suapi oleh mu".


"Kenapa mesti malu Rey ? tidak ada yang akan memperhatikan kita".


"Jika tidak ada yang akan melihat kita lalu mereka sedang apa" Ucap Reyhan sambil melijat para gadis remaja yang sedang berkerumun untuk melihatnya.


Mentari langsung melihat ke arah Reyhan menunjukan para gadis tersebut dan dia berkata "Sudah aku perkirakan pasti mereka akan seperti itu".


"Rey pakai masker mu lagi, kita pindah tempat karena di sini banyak pengganggu" ucap Mentari keras-keras


Karena Reyhan sudahemastikan jika di tempat itu tidak ada orang lain Reyhan pun membuka mulutnya dan hap Reyhan memakan makanan yang di berikan Mentari.


Ada rasa bahagia di dalam hati mereka, Mentari bahagia karena bisa menyuapi sahabatnya.


Sementara Reyhan bahagia karena di suapi sang pujaan hati walau rasa makanan yang sedang dia makan kurang cocok dengan lidahnya yang sekarang, tapi dia tetap tersenyum.


"Rasanya enak bukan" ucap Mentari pada Reyhan


Reyhan hanya mengangguk dengan wajah yang tersenyum.


"Mentari ayo kita pulang ini sudah hampir malam", ucap Reyhan mengingatkan Mentari


"Iya kamu benar, ayo" ucap Mentari dengan langkah yang besar karena dia takut di marahi sang kakek jika terlambat pulang, karena sang kakek ingin makan bersama Mentari di sisa umurnya.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam mobil dan Mentari berkata "Paman jalankan mobilnya dengan cepat, aku tidak mau di marahi kakek".


"Jangan paman lebih baik kita melaju dengan kecepatan sedang saja, lebih baik terlambat dari pada kita celaka", ucap Reyhan


"Kau mau aku pecat Rey"


"apa kamu yakin ingin memecat ku" ucap Reyhan dan karena mendengar ucapan Reyhan Mentari terdiam


"Nona kenapa juga kamu takut di marahi kakek mu, dulu saja aku sering mendengar mu membantah perintah nenek mu".


"Kamu tidak tau saja jika dia marah sering mengancam ku dengan hal yang belum siap aku lakukan".


"Memangnya dia mengancam mu dengan apa?". tanya Reyhan


"Kakek ku sering mengancam ku jika aku terlambat pulang untuk makan bersama, aku akan di nikahkan dengan orang yang tidak aku kenal".


"Oh pantas saja kamu takut, tapi kenapa kamu belum siap untuk menikah?".


"Aku tidak tau Rey", ucap Mentari


"Jika aku meminta mu untuk menikah dengan ku apa kamu mau Nona?".


Mentari tertawa karena menutupi ke gugupannya setelah mendengar ucapan Reyhan dan dia berkata "Apa kamu sudah gila".


"Iya aku gila karena mu Mentari, karena kamu aku sering tertawa dan menangis sendiri" ucap Reyhan dalam hati


Lalu dia berkata lagi "Aku hanya bercanda manamungkin kamu mau dengan ku, iyakan".


"Sudah jangan membahas itu lagi" ucap Mentari karena dia bingung jika harus menjawab pertanyaan Reyhan.


Lalu mereka terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing, dan mobil Mentari sampai di halaman Rumah Sang kakek.

__ADS_1


Mentari langsung berjalan dengan langkah yang besar, dan langsung menemui sang kakek untuk memberi tahunya jika dia tidak terlambat.


__ADS_2