Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Terbongkar


__ADS_3

Keesokan paginya Mentari terlambat masuk kerja karena tadi saat di kantor miliknya dia terus melamun dan tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul 7.30 yang artinya setengah jam lagi dia harus sampai di kantor Reyhan dan itu tidak mungkin.


Mentari terus berpikir sambil berjalan sampai dia melihat karyawannya memakai jasa tukang ojeg dan Mentari pun langsung menaiki ojeg tersebut setelah karyawannya turun.


Dia langsung menyuruh tukang ojeg tersebut untuk mengantarnya ke perusahaan Reyhan dan Mentari berkata akan membayar dobel jika dia sampai di sana pada jam 08.00 tepat.


Tukang ojeg menyanggupinya karena dia akan memilih jalan pintas yang bisa membuatnya sampai di sana pukul 08.00.


Mentari sampai di halaman kantor tepat pukul 07.58


lalu dia membayar tukang ojeg tersebut dengan harga yang dia janjikan.


"Terimakasih nona sering-sering kesiangan agar saya cepat kaya" ucap tukang ojeg tersebut pada Mentari.


Mentari tidak menanggapi ucapan tukang ojeg tersebut dan malah langsung masuk tanpa melepas helemnya alhasil dia harus balik lagi setelah masuk kedalam ruangannya.


Mentari melangkah dengan langkah yang lebar dan jika pakayannya memungkinkan untuk dia berlari mungkin sudah dari tadi dia berlari.

__ADS_1


Mentari yang masih ngos-ngosan langsung kembali dengan berjalan cepat dan saking fokusnya dia tidak menyadari jika Reyhan tengah menatapnya heran, dan brug Mentari terjatuh setelah menabrak tubuh kekar Reyhan.


"Maaf tuan tadi saya buru-buru" ucap Mentari yang sedang di bantu berdiri oleh Reyhan


Karena khawatir Reyhan replek bertanya "apa kamu tidak apa-apa?".


Deg... jantung Mentari tersentak dan berdebar lebih cepat dari tadi saat bosnya itu membantunya berdiri.


Mentari mematung tidak menjawab pertanyaan bosnya itu


Reyhan yang sadar dengan kesalahannya langsung pergi dan itu di sadari Mentari.


Mentari mengetuk pintu ruangan Reyhan dan sekertaris tuan Deril terus menyuruhnya untuk kembali ke ruangannya, sekertaris tersebut sudah kehilangan cara agar bisa membujuk Mentari untuk tidak mengetuk pintu ruangan CEO nya, karena dia takut CEOnya marah.


karena keributan yang terjadi terdengar sampai keruangan Tuan Deril, jadi tuan Deril datang dan melihat siapa yang membuat keributan, setelah melihat jika yang membuat keributan itu adalah Mentari, tuan Deril pun menyuruh sekertarisnya untuk membiarkan Mentari di sana.


"Aku yakin dia Reyhan ku, matanya suaranya, postur tubuhnya dan jangan lupakan debaran jantungku yang terasa berdebar sangat keras mana kala bertemu dengannya dan gara-gara memikirkan itu tadi aku kesiangan, aku harus bertemu dengannya sekarang". ucap Mentari dalam hati.

__ADS_1


Mentari yang sudah di ujung kesabarannya langsung masuk kedalam ruangan CEOnya walau taruhannya dia akan di pecat karena lancang masuk keruangan CEOnya tanpa ijin.


Mentari masuk dan berbarengan dengan itu Reyhan juga baru keluar dari toilet yang ada di ruangannya.


Mentari benar-benar kaget saat melihat Jika mantan pengawalnya dulu adalah CEONya semua ingatan tentang Reyhan saat menjadi pengawalnya berputar terus terutama saat mereka di kantor.


Sementara Reyhan terus berjalan ke meja kerjanya sambil berkata "aku merasa jika di dekat pintu ruanganku seperti ada Mentari tapi itu tidak mungkin bukan".


Reyhan pikir itu hanya halusinasinya saja karena tidak mungkin Mentari berada di ruangannya sampai suara mentari yang bertanya pun Reyhan anggap hanya halusinasi saja.


"Aku sudah gila tadi aku merasa Mentari berada di dekat pintu dan sekarang aku mendengar suaranya". ucap Reyhan sambil terus fokus pada berkas yang sedang dia periksa.


dan tiba-tiba saja Mentari mendorong kursi Reyhan yang memiliki roda itu.


Reyhan kaget lalu melihat orang yang telah lancang tersebut dan betapa kagetnya dia saat melihat jika orang tersebut adalah Mentari.


"Tari jadi yang aku lihat dari tadi itu nyata". ucap Reyhan yang masih tidak percaya dengan penglihatannya.

__ADS_1


Mentari kesal dan langsung menggebrak meja Reyhan dan berkata "Jelaskan padaku sekarang kenapa kamu menutupi identitas mu yang sesungguhnya dariku, kenapa Rey oh bukan tapi Tuan Reyhan Aditia Nugraha, jelaskan sekarang". pinta Mentari dengan emosi yang sudah mencapai puncaknya


__ADS_2