Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Makanan yang aneh


__ADS_3

Mentari mulai memakan baksonya dengan sangat lahap.


"Mentari apa bakso mu itu sangat enak" tanya Reyhan.


"Tentu saja sangat enak dan segar" ucap Mentari lalu memakan kembali baksonya


Reyhan menelan ludahnya saat melihat mentari memakan baksonya "Apa kamu tidak kepedasan" tanya Reyhan lagi.


"Rey apa kamu ingin mencicipi bakso punya Tari" tanya Deni


"Tidak " ucap Reyhan.


Mentari tersenyum penuh arti, "Reyhan apa kamu yakin tidak mau mencicipi bakso punya ku, ini sangat enak dan menyegarkan" ucap Mentari


"em enaknya bakso ku ini, apa kamu benar-benar tidak mau?" tanya Mentari


Reyhan penasaran dengan bakso mentari dia ingin mencicipinya tapi dia takut jika perutnya akan sakit


dan pada akhirnya rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya


"Baiklah ingin mencicipinya" ucap Reyhan pada akhirnya


Mentari mengambil baksonya dan berkata "Buka mulut mu".


"Tidak terima kasih aku ingin mengambilnya sendiri" ucap Reyhan


"Buka mulut mu sekarang" ucap Mentari tidak mau di bantah


Lalu Reyhan membuka mulutnya dan Mentari menyuapinya "anak baik, enak bukan ", tanya Mentari

__ADS_1


dan Reyhan mengangguk


"Apa kamu masih ingin mencicipinya" tanya Mentari


"Tidak". ucap Reyhan


mereka menghabiskan bakso mereka sampai habis lalu setelah habis mereka pergi ke kelas mereka masing-masing.


"Aduh perutku sakit" ucap Reyhan lalu berpamitan untuk ke WC.


Reyhan tidak keluar dari Wc sampai seseorang mengetuk pintu. tok tok tok "Rey apa ini kamu ?". tanya Deni memastikan jika yang sedang di dalam Wc adalah Reyhan.


Ya tadi Reyhan mengirim pesan pada Deni untuk menolongnya membelikan obat sakit perut dan di sinilah mereka.


"Iya ini aku" ucap Reyhan dari dalam


"Apa kamu baik-baik saja?". tanya Deni


*


Tadi setelah Deni mendapatkan pesan dari Reyhan Deni pergi ke UKS untuk mencari obat sakit perut tapi tidak ada lalu dia berlari ke arah gerbang untuk mencarinya di luar sekolah namun tepat saat Deni akan keluar dari area sekolah Mentari memanggilnya.


"Deni ada apa kenapa kamu tergesa-gesa?". tanya Mentari yang pamit ke WC setelah melihat Deni keluar kelas dengan panik.


"Aku tidak apa-apa tapi si Rey sakit perut jadi aku mau beli obat di luar karena di UKS tidak ada".


ucap Deni.


"Aku punya obat sakit perut aku akan mengambilnya di kelas dan kamu beli air ke kantin!".

__ADS_1


Mereka pergi ke tempat yang mereka tuju setelah mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan mereka berlari menuju WC.


*


"ini" ucap Deni menyodorkan obat beserta air kemasan ke dalam pintu WC yang sedikit terbuka


"Terima kasih" ucap Reyhan lalu memakan obatnya.


Reyhan masih berada di dalam WC, dia menunggu obatnya bereaksi baru dia ke luar.


"Manjur sekali obat nya Den sakit perut ku langsung hilang" ucap Reyhan setelah dia membuka pintu.


"Apa benar begitu, aku mendapatkannya dari Tari" ucap Deni jujur.


"Apa dia tau aku sakit perut" tanya Reyhan


"Iya dan sepertinya dia masih menunggu di luar WC dengan cemas.


"Oh... Den bisa kamu mengantar ku pulang sepertinya aku tidak bisa mengikuti jam pelajaran lagi"


"Bisa" ucap Deni sambil membopong Reyhan yang lemas.


"Reyhan maafkan aku gara-gara aku kamu jadi seperti ini" ucap Mentari setelah Reyhan dan Deni keluar.


"Iya tidak apa-apa" ucap Reyhan dengan suara yang lemas.


"Tari apa aku bisa meminta tolong?". tanya Deni


"Tentu apa pun itu".

__ADS_1


"Tolong kamu bilang pada guru kelas Reyhan dan juga guru kelas kita jika aku dan Reyhan ijin pulang terlebih dahulu dan juga bawakan tas kami, kami menunggu mu di gerbang!".


"Iya" ucap mentari lalu pergi ke kelas Reyhan terlebih dahulu.


__ADS_2