
Mentari terus memukul tempat tidur Reyhan sampai dia kelelahan dan tertidur di sana.
Sementara di malam yang sama Reyhan juga sedang memikirkan Mentari.
"Tari semoga kamu bahagia dengannya, maaf aku tidak berpamitan dulu" ucap Reyhan bersedih tapi di detik berikutnya dia tersenyum karena membayangkan jika mentari sedang mengetuk pintu kamarnya untuk menemuinya.
"Aku heran kenapa dia selalu menemuiku di malam hari".
"Ibu kita harus bagai mana? akun takut" ucap Deni karena dia melihat Reyhan bersikap seperti itu.
"Menurut ibu sebaiknya kamu ajak dia mengikuti semua aktifitas mu besok atau suruh dia untuk bekerja di perusahaannya secara langsung" ucap Ibu karena tidak tau jika Reyhan sudah bekerja secara langsung.
Sementara orang yang sedang di bicarakan terus tersenyum saat mengingat semua tingkah Mentari.
"Sepertinya aku sudah gila karena mu Tari, mungkin untuk satu bulan ke depan aku tidak ingin melihatmu dulu, aku ingin membiasakan diri tanpa didekat mu"
Deni yang semakin khawatir melihat bos sekaligus sahabatnya itu langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan itu membuat Reyhan kaget dan menyebut nama Mentari karena saat Deni datang dia ingin mengucapkan kata Mentari.
__ADS_1
"Aku Deni Rey bukan Mentari" ucap Deni
"Aku tau, ada apa kamu kesini?" tanya Rey
"Aku ingin mengajak mu melihat bintang di atap rumah". ajak Deni
"Aku tidak mau Den aku ingin di sini saja" ucap Reyhan menolak ajakan Deni karena dia sudah merasa lelah.
"Ya sudah aku temani kamu di sini" ucap Deni sambil merebahkan Tubuhnya dia atas kasur .
"Maksud kamu?" tanya Reyhan karena kurang paham dengan ucapan Deni
"Ya maksudku kamu bekerja langsung di kantormu tidak seperti sekarang yang terkesan bersembunyi".
"Kamu itu kan tau aku berbuat seperti ini karena apa?".
"Aku tau tapi jika seperti ini terus masalah mu tidak akan selesai Rey dan jika ini terjadi terlalu lama maka Mentari akan benar-benar pergi Rey".
__ADS_1
Reyhan berpikir jika yang di katakan Deni ada benarnya lalu dia bertanya "Jadi aku harus bagai mana?".
"Pergilah ke kantor mu tunjukan pada dunia wajah Reyhan Aditia Nugraha, agar musuh keluar dan kita bisa melihat pergerakan mereka jika mereka macam macam lagi kita bunuh saja mereka". ucap Deni memberi saran.
"Baiklah aku setuju dengan saran pertama mu tapi aku tidak setuju dengan saran mu yang kedua".
"Itu saran ku Rey terserah dirimu mau atau tidak tapi jika kamu berubah pikiran katakan pada ku aku siap kapanpun kamu membutuhkan bantuan ku".
"Tidak Den, aku tidak mau menjadikan mu dan anak buah mu sebagai seorang pembunuh, dan kamu harus mengatakan pada anak buah mu, jangan sampai mereka membunuh aku ingin mereka hanya melindungi tuan mereka dan melumpuhkan musuh yang mereka hadapi, karena jika mereka membunuh dengan sengaja dosanya akan berpindah pada mu dan juga aku yang sudah membangun tempat ini" ucap Reyhan panjang lebar.
"Iya baiklah aku akan terus mengingatkan mereka untuk tidak membunuh, lalu sekarang apa Rencana mu?". tanya Deni
"Mungkin setelah satu bulan aku akan datang ke perusahaan ku tanpa memakai masker seperti yang sudah kulakukan beberapa hari yang lalu" ucap Reyhan.
"Lo bisa bukannya kamu mengawal Mentari?".
"Bisalah karena dia bekerja di perusahan ku jadi saat dia bekerja aku pun bekerja dengan mengganti baju ku dan aku juga memakai masker".
__ADS_1