
"Mas kita pindah keruang tv" ajak Suci yang sangat bosan karena mereka hanya diam dan memainkan ponsel masing-masing.
"kamu saja Ci mas masih harus berbalas pesan dan jika mas pindah keruang tv mas tidak bisa membalas pesan karena koneksi internet di ruangan itu tidak ada".
"Ya sudah aku ke sana tapi adik mu tidak akan marah jika aku menghidupkan tvnya?". ucap Suci yang masih sungkan untuk menyentuh barang-barang yang ada di rumah adik Andre tersebut.
"Tentu saja tidak Suci" ucap Andre dengan gemas "walau kamu bawa tvnya juga dia tidak akan marah" ucap Andre yang tidak habis pikir dengan sikap Suci yang berlebihan.
"Assalamu'alaikum" ucap Santi yang baru membuka pintu dan saat dia melihat kakaknya dia berkata "eh mas ternyata sudah datang?".
Andre yang mendengar salam dari adiknya langsung menjawab "Wa'alaikummussalam, Sudah dari tadi, kamu sebenarnya dari mana?".
Santi yang baru datang di buat kesal karena sang kakak malah bertanya dari mana dirinya tapi Santi tetap menjawab namun dengan suara ketusnya
"Kan dari rumah tes Sari lagi diskusi buat acara lusa kan kami yang" ucap Santi terhenti karena Andre sudah menaruh telunjuk di bibirnya.
Santi yang mengerti langsung mengganti topik pembicaraannya dengan mempertanyakan keberadaan Suci.
"Mas mana mba Sucinya?".
__ADS_1
"Itu sedang menonton tv, dan katanya dia mau bawa tv kamu ke Jakarta soalnya di rumahnya tidak ada tv seperti punyamu yang ukurannya sangat kecil?".
Suci yang tidak terima mendengar jika Andre menuduhnya akan membawa tv Santi langsung menghampiri Andre dan Santi.
"Hai Santi, perkenalkan aku Suci teman kakak mu yang suka nyebelin".
"Iya mba salam kenal juga, yebelin tapi ngangenin ya mba" ucap Santi terkekeh
"Engga juga" ucap Suci berbohong
"Massa, terus kenapa mba bela-belain datang ke kota ini demi menemui mas Andre".
"Tuh kata mas Andre".
Andre yang mendengar ucapan Santi bersikap acuh dan malah sibuk berbalas pesan entah dengan siapa.
Suci yang melihat Andre cuek merasa kesal dan mengajak Santi menemaninya di ruang tv.
Suci memang mudah akrab dengan orang yang baru di temuinya, apa lagi ini saudara Andre jadi dengan mudah dia akrab dengan Santi.
__ADS_1
Santi mengiyakan ajakan Suci, karena dia ingin lebih akrab dengan Suci.
karena mereka seumuran jadi saat mereka mengobrol sangat nyambung karena hal yang mereka sukai sama dalam segala hal dan karena Suci tau kalau Santi seumuran dengannya jadi Suci meminta Santi untuk memanggilnya Suci saja.
"Santi, menurut kamu kakak mu itu sedang berbalas pesan dengan siapa".
"Idih kepo, bentar ya" Suci menunggu dan tidak berselang lama Santi berteriak "Mas ada yang kepo katanya mas sedang ber" ucap Santi terhenti karena Suci sudah membekap mulutnya.
Andre yang penasaran dengan ucapan Santi menghampiri Santi dan Suci lalu dia berkata "Santi apa yang ingin kamu katakan tadi".
Santi tersenyum pada Suci dan berkata "Ini mas Suci ingin bertanya katanya mas sedang berbagi pesan dengan siapa".
Andre tersenyum dan melihat Suci lalu dia berkata "kenapa kamu ingin tau".
"siapa bilang aku ingin tau?" bohong Suci
"Santi yang bilang barusan, apa kamu tidak mendengarnya?" tanya andre
"Dia itu bercanda mas, iyakan San" ucap Suci dengan menatap Santi
__ADS_1
Santi yang di tatap Suci hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaannya dan malah mengajak mereka untuk makan malam karena sudah waktunya makan malam.