
"Dra apa mungkin jika yang menabrak Reyhan adalah orang yang sama dengan orang yang beberapa hari yang lalu pernah menyerempet Reyhan".
"Mungkin saja, dan sepertinya orang yang menabrak Reyhan kali ini adalah otak dari semua penyerangan yang di alami Reyhan".
"Jika seperti itu aku ingin melihatnya".
"Sebaiknya jangan Tari itu bisa berbahaya untuk keselamatan kamu biar pengawal Reyhan yang mengurus semuanya". ucap Samudra yang sedikit berbohong.
"Baiklah jika seperti itu aku tidak akan kesana, tapi apa boleh aku minta tolong padamu untuk tinggal di sini selagi aku menemui pihak administrasi".
"Pergilah biar aku yang menunggu di sini". ucap Samudra
"Terimakasih Dra" lalu Mentari pergi namun sebelum dia sampai di sudah di hampiri orang yang berseragam seperti seorang pengawal dan dia berkata "Nona karena saya sudah membayar dan mengisi data diri tuan Reyhan jadi sebaiknya anda kembali ke tempat Tuan Reyhan".
"Baiklah tapi jika kamu butuh bantuan langsung hubungi saya".
"Baik nona, kalau begitu saya pamit karena harus menghubungi tuan Deni".
Pengawal tersebut pergi meninggalkan Mentari yang masih terdiam, lalu Mentari pergi ke depan ruangan UGD lagi, dan menghampiri Samudra.
__ADS_1
Samudra yang melihat Mentari sudah duduk di sapingnya berkata " Tari maaf aku harus pergi karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan".
"Oh iya, terimakasih sudah menggantikan aku menunggu disini" ucap Mentari lesu.
Samudra pergi dan menelpon Embun agar Embun menemani Mentari di rumah sakit tapi Embun tidak bisa menemani Mentari karena dia dan Suci harus menyelesaikan pekerjaan Mentari yang harus selesai hari itu juga.
Dokter keluar setelah selesai memeriksa Reyhan, dan Mentari menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Reyhan.
"Dok bagai mana keadaan teman saya?".
Dokter pun menjawab semua pertanyaan Mentari lalu setelah itu dokter pergi dan para perawat membawa Reyhan untuk di pindahkan keruang Rawat karena tinggal menunggu Reyhan siuman.
Mentari mengikuti perawat yang membawa Reyhan, dan dia masuk menemui Reyhan yang masih tertidur setelah perawat mengijinkannya masuk.
"Rey bangunlah!
aku janji tidak akan memaksa mu untuk berpacaran dengan ku atau memaksa mu untuk menikahi ku,
asal kamu cepat bangun,
__ADS_1
aku akan mencoba untuk bisa melepaskan mu dan langsung menikah saja dengan laki-laki yang telah di pilih oleh kakek, dan doakan aku semoga aku bisa mencintai laki-laki pilihan kakek ku" ucap Mentari sedih.
Deni yang baru datang berkata "lebih baik jika seperti itu Tari karena percuma kamu memaksa Reyhan apalagi dengan kejadian ini pasti akan membuat Reyhan tidak mau mengikatmu".
"Aku tau Den, jika begitu aku akan pulang dan jika Reyhan bangun katakan padanya aku akan menuruti kemauannya".
Sebelum Mentari keluar dia mengecup kening Reyhan sangat lama dan air matanya terus menetes membasahi kening Reyhan, dan dia berkata dalam hatinya saat mencium Reyhan
"Terimakasih Rey sudah memberi warna di dalam hidup ku, dan sekarang aku sudah menyerah dengan mu, sekarang aku yang akan meninggalkan mu dan do'akan aku agar aku bisa mencintai suamiku nanti", dan Mentari langsung pergi meninggalkan Ruangan Reyhan dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
Mentari yang bersedih langsung pergi ke rumah kakeknya, setelah sampai dia langsung pergi keruangan kakeknya karena seorang pelayan memberitahunya jika sang kakek ada di sana
Mentari masuk dan langsung duduk di hadapan sang kakek lalu dia berkata "Ke aku siap untuk menikah dengan siapapun laki-laki pilihan kakek, aku sudah menyerah dengan Reyhan".
Kakek Guntur langsung berdiri lalu menghampiri Mentari dan memeluk Mentari karena melihat mentari sangat bersedih, lalu sang kakek berkata sambil memeluk Mentari "Baiklah jika itu keputusan mu kakek akan mempertemukan mu dengan laki-laki pilihan kakek".
"Ke jika bisa aku ingin langsung menikah saja, tidak perlu berkenalan dulu aku yakin jika pilihan kakek pasti yang terbaik untuk ku, dan jika bisa nanti malam atau besok aku sudah menikah sebelum aku berubah pikiran lagi".
"Baiklah kakek akan mengusahakannya tapi rasanya tidak mungkin jika nanti malam atau besok nak karena kakek ingin agar saat kamu menikah semua berkas pernikahan sudah siap". ucap sang kakek
__ADS_1
"Terserah kakek tapi aku harap tidak terlalu lama karena aku takut jika aku berubah pikiran lagi".