
Mentari yang juga sudah sampai di kediamannya ingin langsung memberi tahu suaminya tentang Suci, langsung menghampiri Reyhan yang sedang bekerja di sebuah ruangan yang memang dibuat untuk Reyhan bekerja.
"Mas" ucap Mentari saat membuka pintu ruangan tersebut dan dia menghampiri suaminya yang masih menatap lembaran kertas yang tersusun di dalam sebuah map.
"Mas" tanya Mentari lagi setelah dekat dengan Suaminya dan Reyhanpun menoleh lalu tersenyum manis sambil berkata "Maaf sayang mas bukan tidak mendengar mu tapi tadi mas belum selesai membacanya, nanggung ".
"Kalau sekarang?" tanya Mentari karena sepertinya berkas yang tadi sedang di baca suaminya belum selesai di baca.
"Belum sih tapi ya sudahlah jadi ada apa kamu datang kesini dan sepertinya kamu baru pulang". ucap Reyhan karena dia melihat Mentari masih menggunakan pakayan yang sama seperti yang di pakai Mentari saat berangkat ke taman.
"ko mas bisa tau jika aku baru datang" tanya Mentari yang lupa jika dia belum mengganti pakayannya.
"karena kamu bau keringat sayang" bohong Reyhan
Mentari replek mencium ketiaknya dan yang di lakukan Mentari membuat Reyhan tersenyum
"Mas kamu bohong bukan jika aku bau?". ucap Mentari meminta agar Suaminya berkata jika dia tidak bau keringat.
"Menurut kamu bagai mana?".
__ADS_1
"Tidak" jawab Mentari yakin
"Sebelum mas menjawab Mas mau nanya dulu sama kamu?" ucap Reyhan yang ingin menggoda istrinya
"Mas aku cuman ingin tau jika aku tidak bau, mas malah ingin bertanya padaku".
"Iya mas tau tapi sebelum mas menjawab pertanyaan kamu mas ingin tanya apa menurut kamu seseorang yang habis panas-panasan dia tidak akan bau keringat?". ucap Reyhan sambil memegang tangan Mentari dan menatapnya.
"Tergantung orangnya, ya sudah aku mandi dulu agar aku tidak bau", ucap Mentari ketus karena kesal pada suaminya.
Mentari berbalik dan akan melangkah menuju pintu ruang kerja Reyhan, tapi baru juga Mentari akan melangkah tangannya sudah di pegang Reyhan.
"Tidak tapi mas ingin kamu duduk di sini" ucap Reyhan sambil menepuk pahanya.
Mentari melihat tangan Reyhan yang menepuk pahanya dan dia berkata "maaf mas aku tidak mau karena aku bau"
"Enak saja sudah mengatai istrinya bau sekarang dia ingin aku duduk di sana" ucap Mentari dalam hati sambil melangkah keluar karena tadi dia sudah melepaskan tangannya dari tangan Reyhan.
Dan sebelum Mentari menutup pintu dia menoleh kebelakang dan dia berkata "Mas malam ini tidur di luar ya emmuah". dan pintupun tertutup rapat.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan, aku jadi lupa memberi tahu dia tentang Suci dan Andre, tapi ya sudahlah sebaiknya aku mandi dulu" putus Mentari dan terus berjalan menuju kamarnya.
"Aku suka saat kamu seperti itu sayang, terlihat lucu di mataku " ucap Reyhan setelah Mentari menutup pintu.
***
Tidak terasa jam makan malam sudah tiba dan di sinilah Mentari, Reyhan dan juga sang kakek lalu setelah mereka selesai makan malam Mentari berkata
"Mas tadi aku datang keruang kerjamu karena ingin . tahu jika Suci ingin keluar dari pekerjaannya dan ternyata dokter Andre juga Sudah tidak bekerja di kota ini lagi".
"Kenapa dia ingin berhenti, apa dia ingin menyusul Andre" tebak Reyhan dan tebakannya kali ini memang benar.
"Ko mas bisa tau?" ucap Mentari merasa jika sahabat atau Samudra yang memberitahunya.
"Aku tau karena aku berpikir untuk apa Suci mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah lama dia tekuni dan sekarang tanpa ada angin dan hujan dia ingin keluar dan aku pikir jika dia ingin menyusul Andre yang hanya dua minggu di kota itu".
"Hanya dua minggu kata mas?" tanya Mentari yang tidak percaya jika Andre bekerja di sana hanya sebentar.
"Iya jadi aku tidak akan langsung menerima surat pengunduran dirinya karena dia di sana paling satu hari" tebak Reyhan karena dia tau jika lusa Andre akan kembali.
__ADS_1