
Setelah panggilannya berakhir dia pergi dengan langkah yang besar tanpa berpamitan pada siapapun.
Tapi tidak di sadari Reyhan jika orangtua Deni memperhatikannya, jadi saat Reyhan pergi orangtua Deni langsung memberi tahu Deni.
"Nak apa kamu tau Reyhan mau kemana? ibu merasa ada yang aneh dengan sikap Reyhan barusan setelah dia mendapat sebuah telepon".
"Tidak apa-apa bu mungkin dia ingin buang air".
"Oh baiklah jika seperti itu" ucap ibu berusaha untuk tidak berpikir kemana-mana.
Setengah jam berlalu Deni meras cemas karena Reyhan belum juga kembali, Lalu dia berkata pad ibunya
" Bu aku mau mencari Reyhan jika ada hal menyangkut kami tolong ibu mewakilinya".
"Baiklah semoga tidak terjadi sesuatu padanya"
"Semoga saja".
Deni langsung mencari mobil Reyhan karena jika mobil Reyhan masih ada berarti dia masih ada di kawasan sekolah, Deni sampai di tempat parkir dan dia tidak menemukan mobil Reyhan.
"Sial kemana dia, jika saja tadi aku langsung mengikuti dia saat ibu memberitahu ku mungkin aku tidak akan kehilangannya".
Deni menaiki motor yang di pinjamnya dari Reyhan, dan tujuannya adalah rumah Reyhan.
*
Sementara Reyhan telah sampai di rumah sakit dan bertemu asisten ayahnya yang bernama paman Deri, paman Deri sudah sampai terlebih dahulu sebelum Reyhan datang.
__ADS_1
"Paman bagai mana keadaan orangtua ku".
"Maaf tuan muda, keadaan orangtua anda sangat parah dan kemungkinan mereka tidak akan sadar dalam waktu dekat".
Reyhan yang berusaha tegar akhirnya tumbang juga badannya turun ke bawah dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa ini terjadi pada ku Tuhan, dulu paman dan kakak ku sekarang kedua orangtua ku, sebenarnya kenapa Tuhan apa salah ku, aku merasa jika aku selalu berbuat baik tapi kenapa engkau memberi ku cobaan seberat ini, sekarang apa yang harus aku lakukan jika tanpa mereka" ucap Reyhan dalam hati dan tanpa dia sadari air matanya menetes.
"Tuan apa anda sudah menghubungi tuan Elang kakek anda".
"Belum, aku lupa paman"
"Apa boleh jika saya menghubunginya sekarang".
"iya, silahkan" ucap Reyhan pasrah karena dia sudah tau apa yang akan terjadi padanya jika sampai kakeknya tau keadaannya sekarang.
"Bicaralah aku mendengarkan" ucap Reyhan
"Tuan Elang menyuruh anda pergi ketempat beliau tinggal dan membawa kedua orangtua anda ke sana".
"Baiklah paman, tolong paman persiapkan semuanya".
"Baik tuan" ucap paman Deri
*
Dulu kakek Elang tinggal di Indonesia tapi setelah anak keduanya meninggal dia memutuskan untuk tinggal di luar negri tempat kelahiran istrinya.
__ADS_1
Perusahaan yang ayah Burhan miliki adalah pemberian Kakek Elang, kakek Elang memberikannya sebelum dia menetap di luar negri.
*
Deni sampai di rumah Reyhan lalu dia bertanya pada pembantu di rumah Reyhan.
"Bi apa Reyhan sudah pulang"
"Belum den, memangnya kenapa?". tanya bi Inah
"Tidak apa-apa, bi apa boleh aku menunggu di sini?".
"Tentu saja boleh den"
Sementara Mentari merasa was-was saat melihat seseorang terus menatapnya.
"Dia siapa kenapa terus melihat ku dan nenek".
Walau hatinya sedang was-was tapi dia bersikap biasa saja.
Acara demi acara telah selesai di gelar dan semua orang mulai pergi meninggalkan sekolah begitu juga Mentari.
Mentari pulang menaiki motornya bersama Neneknya.
"Nek apa nenek mengenal orang yang memperhatikan kita dari tadi dan sekarang dia mengikuti kita".
Namun sayang rasapenasaran Mentari tidak terjawab karena sang nenek tidak menjawab pertanyaan Mentari.
__ADS_1