
Suci keluar kamar mandi dan sudah memakai baju yang di siapkan Embun.
"Nah kan kalau sudah mandi kelihatan cantik, sekarang tinggal merias wajah mu, agar semakin cantik dan membuat si Leo itu menyesal karena tidak memilih mu" ucap Mentari menghibur suci.
Setelah Suci siap, merekapun keluar dari hotel tersebut dan langsung menuju ke kediaman Leo.
Di tengah jalan Suci berkata "Tari menurutku kita tidak perlu menemui Leo, lebih baik kita segera pulang ke tanah air, atau diam di hotel".
"Ci kamu harus meminta penjelasan atas sikap Leo padamu agar kamu tidak terus memikirkan dia, dan bisa membuka lembaran baru seperti yang pernah ku alami dulu". ucap Mentari
"Memang dulu kamu kenapa Tari?". tanya Embun
"apa kalian yakin ingin mendengarkan ceritaku?".
"Iya" jawab Embun sementara Suci hanya diam dan mendengarkan perkataan kedua sahabatnya.
Dulu aku menyukai seorang laki-laki tapi aku tau jika dia tidak menyukai ku, tapi tetap saja aku berharap dia akan mencintaiku, kalian tau aku memendam perasaan ku itu sampai tiga tahun lamanya, bahkan aku rela membuat nilai semester ku jelek agar aku bisa satu kelas dengannya" ucap Mentari sambil tertawa karena mengingat tingkah tak masuk akalnya waktu dulu dia sekolah.
__ADS_1
"Sumpah Tari aku gak nyangka aku pikir kamu cuman pernah jatuh cinta hanya pada bos kita" ucap Embun.
"apa kalian ingin mendengarkan cerita ku lagi?"
Embun dan Suci pun mengangguk
"selama tiga tahun itu aku berharap terus padanya sampai aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku padanya dan dia kaget saat mendengar pengakuan cinta ku".
"Kamu berani sekali Tari". ucap Embun
"Itulah kenapa aku mengajak Kamu Suci untuk melihat langsung kekasih mu yang sudah menikah aku juga ingin agar kamu bisa mengatakan kata putus secara langsung padanya agar kamu bisa membuat lembaran yang baru".
Merekapun sampai di kediaman Leo, dan untungnya pas mereka sampai istri Leo sedang berada di halaman rumahnya jadi mereka langsung menghampirinya.
"Selamat pagi nona?" sapa Mentari
"Pagi, siapa ya?" jawab wanita hamil itu
__ADS_1
"Kami temannya Leo, dari Indonesia, kami ingin bertemu dengan Leo karena sudah lama kami tidak bertemu dengannya". ucap Mentari lagi.
Sementara Suci melihat wanita hamil tersebut sangat ditel dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Wanita hamil itupun merasa risih karena ditatap seperti itu oleh Suci, karena tidak mau di lihat terus oleh orang asing diapun berkata
"Baiklah tunggu sebentar saya akan memanggil suami saya".
"Terimakasih nona" ucap Mentari sambil tersenyum.
Suci merasa jantungnya berdebar sangat kuat saat dia mendengar suara pintu terbuka, bukannya melihat Leo yang keluar rumah dia malah tertunduk karena menahan rasa rindunya, dia takut saat melihat Leo dia lepas kendali.
Dan saat Embun memegang tangan Suci yang meremas bajunya Suci langsung mengangkat kepalanya niat hati ingin melihat Embun eh malah tidak sengaja melihat Leo dan replek dia melepas genggaman tangan Embun dan langsung memeluk Leo, dan Leo kaget karena dia baru tau jika yang menunduk itu Suci.
Leo ingin membalas pelukan Suci tapi dia urungkan karena dia ingat jika mereka sedang berada di rumahnya dan pasti istrinya sedang mengintip di dalam rumah.
"Aku sangat merindukan mu Leo, aku sangat merindukan mu" ucap Suci sambil menangis.
__ADS_1