
Mereka sampai di depan pintu ruangan rapat dengan napas yang tidak beraturan, setelah napas mereka normal kembali mereka pun masuk setelah Reyhan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Satu persatu mereka memasuki Ruangan dengan tatapan mata yang seperti bertanya kenapa Tuan mereka memakai masker.
Reyhan yang mengerti tatapan mereka berkata setelah dia memperkenalkan dirinya.
" Maaf karena saya berpenampilan seperti ini", lalu Rapatpun di mulai.
Setelah rapat selesai dan Reyhan sudah keluar, para karyawan saling berbisik membicarakan penampilan Tuan mereka yang memakai masker.
Karena tuan Ibrahim masih ada di sana dia pun menjelaskan apa alasan Reyhan memakai masker.
Sementara Reyhan langsung pergi keperusahaannya untuk menghadiri rapat juga.
kabar Reyhan yang akan hadir langsung pada rapat mereka kali ini membuat semua orang senang karena mereka bisa bertatap langsung dengan atasan mereka.
Reyhan memerintahkan pada paman Deril untuk menunggunya di tempat rapat karena dia tidak mau jika kejadian yang terjadi di pusat perbelanjaan miliknya terjadi lagi.
Para karyawan yang berkepentingan sudah menunggu Reyhan di ruang rapat, setelah Reyhan datang mereka menatap Reyhan dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
Sama seperti tadi Reyhan hanya meminta maaf karena penampilannya seperti itu, dan Tuan Deril yang menjawab pertanyaan para karyawan setelah Reyhan keluar dari ruangan tersebut.
Kabar jika CEO perusahaan mereka akan bekerja langsung di kantor mereka terdengar sampai di telinga Mentari dan teman-temannya dan mereka sangat senang kecuali Mentari yang biasa saja.
Waktu istirahat telah tiba sesuai janjinya Reyhan sudah berada di lobi menunggu Mentari keluar untuk makan siang.
Mentari yang melihat Reyhan sudah menunggunya merasa senang dan terus tersenyum kearah Reyhan, dan itu membuat Embun berkata
"Tari kalau aku jadi kamu aku akan menyatakan perasaan ku sekarang, karena aku takut jika dia di ambil oranglain?"
"Iya lihatlah betapa tampannya dia" ucap Suci
Mereka sampai di lestoran tempat biasa mereka makan siang.
Setelah duduk Suci berkata "Aku penasaran ingin segera bertemu dengan CEO kita".
"Tenang saja cepat atau lambat kita akan bertemu dengannya benarkan tari" tanya Embun pada Tari yang hanya diam dari tadi.
"mungkin" jawab Menari lalu dia pamit untuk pergi ke Wc.
__ADS_1
Setelah melihat Mentari pergi Embun berkata "sepertinya dia satu-satunya orang yang tidak perduli dengan kehadiran CEO kita".
"kamu benar bun mata dan hatinya sudah tertutup oleh Reyhan, aku jadi merasa kasihan padanya jika seperti ini terus bisa-bisa dia tidak akan pernah merasakan yang namanya berpacaran atau bisa saja dia tidak akan menikah sampai tua nanti".
"hus kamu kalau ngomong di jaga" ucap Embun
dan Embun berkata lagi "Sepertinya kita harus melakukan sesuatu pada mereka".
"Tapi bagai mana caranya bun ?" tanya Suci
"Tenang aku punya sebuah ide tapi kamu harus membantu ku" ucap Embun
"Siap aku akan membantumu agar bisa menyatukan mereka".
Tadinya mereka sempat berpikir jika Reyhan tidak menyukai Mentari karena ucapan Reyhan pada mentari saat memberikan gaun pada Mentari tapi setelah mereka memikirkannya ternyata pemikiran mereka salah.
Mentari datang dan langsung memakan makanannya yang sudah datang.
Mentari hanya diam tidak seperti biasanya entah apa yang dia pikirkan, kedua temannya tidak bertanya pada Mentari kenapa dia hanya diam dari tadi karena percuma jika mereka bertanya sekarang pasti Mentari tidak akan mau menjawab pertanyaan mereka.
__ADS_1