Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Merasa bodoh


__ADS_3

Mentari Langsung membuka matanya dan melihat mata Reyhan dan itu membuat mentari terdiam sangat lama.


Reyhan yang melihat Mentari diam tanpa menjawab pertanyaannya langsung mencium bibir Mentari yang sudah dari dulu di inginkannya.


Mentari yang mendapatkan ciuman dari Reyhan langsung mendorong Reyhan dan berkata "Apa yang kamu lakukan" ucap mentari marah.


"Kenapa kamu marah nona bukan kah tadi anda sudah memejamkan mata anda", ucap Reyhan


Mentari gugup karena yang dikatakan Reyhan benar dan dia langsung berpikir alasan apa yang akan dia berikan pada Reyhan, alasan yang masuk di akal bukan alasan seperti yang dia katakan tadi.


Karena Mentari terus diam Reyhan berbisik di telinga mentari "Nona jika anda tidak segera pergi dari sini jangan salahkan saya jika saya berbuat lebih dari yang saya lakukan barusan",


lalu Reyhan meniup telinga Mentari, dan Mentari langsung lari keluar dari kamar Reyhan.


Mentari lari sampai dia masuk kedalam kamarnya dia tidak peduli jika ada yang terbangun karena ulahnya.

__ADS_1


Mentari menutup dan mengunci pintu kamarnya, dan dia mengatur napasnya agar segera normal kembali.


Setelah napasnya kembali normal dia berkata "Kenapa Reyhan jadi seperti itu, atau jangan-jangan dia sekarang sering melakukan hal seperti itu dengan orang lain".


"Ahh kenapa juga aku tadi langsung masuk ke sana" ucap Mentari merasa jika dirinya sekarang menjadi orang yang sangat bodoh.


"Baru satu malam aku sudah membuat dua kesalahan, dan kesalahan itu akan membuat ku malu jika bertemu dengannya besok". ucap Mentari lagi


Mentari terus memikirkan bagai mana dia akan menghadapi Reyhan besok, dia berpikir sampai dia tertidur.


Sementara Reyhan sedang memikirkan perbuatannya pada mentari dan dia berkata "Ternyata bibir mu sangat manis Tari dan rasanya aku ingin melakukannya lagi.


Mentari keluar dari Rumahnya dan langsung masuk kedalam mobilnya tanpa melihat Reyhan yang sudah membukakan pintu untuknya.


Selama perjalan menuju kantor miliknya mentari tidak mengatakan apapun karena dia masih merasa malu karena sikapnya semalam.

__ADS_1


Reyhan tidak bertanya apapun pada Mentari karena dia tau pasti Mentari merasa malu padanya.


Sementara sang sopir yang melihat mereka merasa jika ada sesuatu yang terjadi pada mereka semalam karena semalam dia sempat melihat Mentari keluar dari kamar Reyhan dengan berlari.


Mereka sampai di kantor Mentari namun saat Reyhan akan ikut masuk kedalam ruangan Mentari, Mentari berkata "Rey maaf jangan ikut dengan ku kedalam kamu tunggu saja di situ". tunjuk mentari pada meja sekertarisnya


"Kenapa aku tidak boleh masuk kedalam nona, bukankah kemarin aku diajak masuk kedalam bahkan nona mengunci pintu ruangan nona" ucap Reyhan


"Karena Itu kemarin Rey bukan sekarang sudah kamu duduk saja di sana" ucap mentari sambil menunjuk meja sekertarisnya lagi yang masih kosong karena sekertarisnya belum datang.


Reyhan duduk dan tersenyum karena berhasil mengerjai sang majikan sampai-sampai dia takut jika mereka hanya berdua dalam satu ruangan.


Mentari keluar dari ruangannya dan melihat Reyhan sedang berbicara dengan sekertarisnya.


Entah kenapa Mentari ingin marah pada mereka tapi dia mengurungkan niatnya itu karena tidak mau mempermalukan dirinya lagi di hadapan Reyhan.

__ADS_1


"Hem", Mentari berdehem setelah dia berada di dekat Reyhan dan sekertarisnya.


"Rey ayo kita pergi?" ajak Mentari dan Reyhan mengikuti Mentari setelah berpamitan pada sekertaris Mentari.


__ADS_2