Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Pirasat


__ADS_3

Reyhan pun menerimanya lagi dan berkata "Tari apa kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari?"


"Belum sepertinya di dini tidak ada" ucap Mentari


"Jika seperti itu bagai mana jika aku membelikan mu ini saja agar kita tidak malu saat keluar dari sini" ucap Reyhan pada Mentari


"Baiklah tapi kamu tidak akan meminta agar aku membayarnya bukan" tanya mentari


"Tentu saja tidak, anggap saja ini sebagai hadiah pertemanan dari ku".


"Baiklah, ayo kita ke kasir". ajak Mentari


"sebaiknya kamu tunggu di sana saja" ucap Reyhan karena dia tidak mau jika Mentari tau bahwa dia anak dari pemilik tempat tersebut.


Setelah membayar Reyhan menghampiri Mentari dan memberikan gelang tersebut.


"Ini sudah ku bayar". ucap Reyhan karena memang dia membayarnya walau dia anak pemilik tempat tersebut tapi dia tetap membayar karena memang peraturannya seperti itu.


"Baiklah aku akan menerimanya dan terimakasih" ucap Mentari sambil mengambil gelang tersebut.


"Ayo kita kembali ke bioskop karena Deni sebentar lagi akan keluar" ajak Reyhan


"Ayo dan sepertinya aku juga harus segera pulang".


Mereka sampai di bioskop tepat sebelum Deni keluar dari dalam.


Deni tersenyum melihat dua temannya yang sedang duduk dan dia berkata "Maaf kalian jadi lama menunggu ku".

__ADS_1


"Tidak masalah karena tadi saat kami menunggu mu kami berjalan-jalan di sekitar sini dan dia membelikan ku ini" ucap Mentari sambil memperlihatkan gelang yang sudah di pakainya.


"Bagus, sangat cocok dengan mu ternyata dia pandai juga memilih gelang" ucap Deni


Sementara Reyhan hanya tersenyum.


" Sekarang kita kemana lagi" tanya Deni


"Kita pulang saja, tadi nenek ku sudah menyuruh ku untuk pulang" ucap Mentari


"Baiklah ayo" ucap Deni


"Kalian tunggu di dini aku akan membeli sesuatu untuk nenek mu" ucap Reyhan


Reyhan datang dengan membawa satu box martabak, dan beberapa roti dengan berbagai macam rasa.


"tidak, lagi pula ini tahan lama jadi kamu bisa menyimpannya untuk beberapa hari ke depan nah kalau yang ini harus habis hari ini juga" ucap Reyhan menunjuk martabak yang di bawanya.


"Kalau buat ku mana" tanya Deni


"Nih kamu beli sendiri" ucap Reyhan sambil memberi Deni uang.


"Karena kamu memberi ku uang jadi apa boleh aku menyimpannya saja". ucap Deni


"Terserah kamu saja" ucap Reyhan


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


*


Waktu terus berjalan tanpa terasa kini mereka akan mengikuti acara pelepasan dan kenaikan kelas di sekolah.


Mentari memakai kebaya putih yang melekat indah di tubuhnya dia mendapatkannya dari Reyhan hadiah karena dia bisa mengalahkan Reyhan dalam hal pelajaran.


lalu dia merias wajahnya dengan riasan yang sederhana namun membuatnya terlihat cantik dan anggun.


"Sekarang aku sudah siap untuk berangkat" ucap Mentari sambil melihat dirinya di depan cermin.


Tok tok tok " Nak apa kamu sudah siap" Ucap nenek dari luar kamar Mentari.


Mentari membuka pintu dan berkata "Aku sudah siap nek", Lalu mereka berangkat.


Deni juga sudah siap berangkat, dia memakai celana hitam, kemeja putih dan jas hitam.


"Wah wah wah anak ibu gagah sekali jika berpakaiyan seperti ini".


"Tentu saja bu apalagi semua yang ku pakai harganya mahal"


"Kamu beruntung nak Memiliki teman sebaik Reyhan".


"Iya bu aku beruntung tapi sayang sebentar lagi kami akan berpisah".


"Jangan bersedih toh kalian masih bisa bertemu jika dia sedang berlibur".


"Ibu benar aku tidak boleh bersedih tapi kenapa ya bu aku merasa jika kami tidak akan bertemu lagi setelah hari ini.

__ADS_1


__ADS_2