Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Bermain


__ADS_3

Setelah Deni selesai membantu ibunya baru Deni dan Tari berangkat menggunakan motor masing-masing.


Kini mereka sampai di pusat perbelanjaan lalu Deni menghubungi Reyhan.


"Halo Rey kami sudah sampai" ucap Deni


"iya kalian langsung ke tempat kita biasa bermain aku juga akan ke sana".


"Baiklah" lalu Deni menutup panggilannya.


"Tari kita masuk ke dalam Rey sudah menunggu di area permainan".


"Baiklah ayo ke sana". ucap Mentari


Mereka masuk ke dalam dan langsung menuju tempat bermain.


Reyhan melambaikan tangannya saat melihat Deni dan Mentari datang.


"Ayo kita ke dalam" ajak Reyhan


Lalu mereka masuk kedalam dan mencoba semua permainan, setelah merasa lelah mereka mencari tempat makan.


"Sumpah jika tau kalian seseru ini aku berteman dengan kalian dari dulu saja"ucap Mentari


"Kamu ini yakin sekali jika kami akan menerima mu jadi teman kami" ucap Deni


"Bukankah kamu pernah bilang jika aku di terima jadi teman kalian karena aku bisa mengalahkan dia".

__ADS_1


"Terus" ucap Deni


"Ya kalau aku tau dari dulu sudah ku kalahkan dia". ucap Mentari percaya diri.


"Percaya diri sekali kamu" ucap Deni


"Sudah kalian ini jangan membahas hal yang tidak mungkin di ulang lagi" ucap Reyhan.


"kau benar Rey kita ganti topik, kalian tau menurut ku kita itu aneh" ucap Mentari


"kamu kali aku mah engga" ucap Deni


"Kita Deni, ya kamu pikir orang seumuran kita itu pasti sedang sibuk berpacaran nah kita sekarang di sini".ucap mentari


Deni tertawa mendengar ucapan Mentari dan dia berkata "Apa kamu ingin seperti mereka Tari sibuk berpacaran".


"Kamu tau, aku dan Rey juga ingin seperti mereka memiliki seorang pacar agar hidup kami lebih berwarna tapi kami memilih untuk tidak berpacaran sekarang".


"Kenapa bukankah kalian populer Reyhan kita tau sendiri di sekolah seperti apa, kamu walau otaknya pas-pasan tapi kamu juga terkenal baik dan ceria banyak juga wanita yang menyukai mu ". ucap Mentari.


"karena aku merasa belum menemukan orang yang pas, sementara dia sudah menemukannya eh orang yang dia suka malah suka sama orang lain jadilah kami seperti sekarang iyakan Rey" Tanya Deni


Sedangkan Reyhan hanya berkata "hem".


"Sekarang kenapa kamu tidak berpacaran padahal banyak laki-laki yang menyukai mu" ucap Deni lalu dia berkata lagi dalam hati "Sampai sahabat ku saja menyukai mu".


Menari yang di tanya Deni merasa bingung harus menjawab apa karena tidak mungkin juga dia bilang kenapa dia belum berpacaran karena dirinya.

__ADS_1


Reyhan yang mengerti akan diamnya Menteri berkata " Jangan terus melamun jika kamu belum mau bercerita ya sudah kita tidak akan memaksa".


"Terima kasih Rey, untuk sekarang aku belum bisa jujur pada kalian tentang hal ini". ucap Mentari


"Tidak masalah" ucap Reyhan


"Aku sebenarnya ingin tau alasan mu apa tapi yasudahlah jika kamu tidak mau bercerita" ucap Deni.


Rehan melihat jam di tangannya lalu berkata "ini sudah waktunya", ucap Reyhan


lalu Deni juga melakukan hal yang sama "Benar ini sudah waktunya ayo tari" ajak Deni


"Kita mau kemana?" tanya tari bingung


"Sudah ikut saja kami tidak akan menyakiti mu". ucap Deni


Mereka berdiri dari tempat duduk dan langsung berjalan mengikuti langkah Reyhan dan tibalah mereka di sebuah bioskop Deni langsung memesan tiket sementara Reyhan dan Mentari menunggunya.


"Oh bioskop aku pikir kita mau kemana" ucap Mentari


"Iya kami ingin menonton itu" tunjuk Reyhan pada sebuah Filem.


Mentari menelan ludahnya saat melihat gambar yang di tunjuk Reyhan dia terdiam sambil melihat gambar tersebut sampai Deni bertanya


"Tari apa kamu takut" Tanya Deni yang baru datang


"Tidak" jawab Tari

__ADS_1


Jika kamu tidak takut ayo masuk dan ini no kursi kita" ucap Deni yang sudah membeli tiket.


__ADS_2