Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
permintaan


__ADS_3

Suci membalikkan badannya dan memasang senyuman termanisnya lalu berkata.


"apa sayang" ucapnya kepada sang adik sambil berjalan mendekati kursi yang kosong.


"Kaka tadi mau kemana?" tanya sang adik saat sang kakak sudah duduk di sebelah Dokter Andre.


"Kakak tidak mau kemana-mana, sudah cepat habiskan sarapan mu jangan sampai kamu telat gara-gara sarapan lama".


Kedua orangtua Suci heran kenapa dengan anaknya yang satu ini kenapa tingkahnya hari ini sangat aneh tapi mereka tidak menanyakannya karena ada sang Dokter di dekat mereka, jaim lebih tepatnya.


Dokter Andre selesai sarapan dan akan segera meninggalkan meja makan tapi sebelum dia benar-benar meninggalkan meja tersebut mamah Suci berkata


"Dok sebaiknya anda pergi kerumah sakit di antar Suci saja".

__ADS_1


Suci yang mendengar ucapan sang ibu tersedak makanannya dan replek Dokter Andre memberi dia minum.


karena rasa perih yang dia rasakan replek dia meminum air dari tangan sang dokter tanpa mengambilnya terlebih dahulu.


Orang tua Suci yang melihat adegan itu tersenyum dan mengharapkan sebuah keajaiban jika suci dan sang dokter berjodoh apa lagi melihat tingkah mereka yang begitu romantis.


"Cie cie" ucap sang adik saat dokter selesai memberi minum Suci "Romantis banget kaya sepasang kekasih saja".


Suci melototi adiknya dan membuat Derel berkata "Pak Dokter suntik ka Suci biar dia gak galak lagi".


Sang dokter tersenyum saat melihat interaksi ibu dan anak itu lalu dia berkata "tidak perlu pak bu saya bisa berangkat ke kantor dengan naik ojeg.


"Tidak ada penolakan Nak dokter! Nak dokter menut saya sebaiknya anda tinggal saja disini bukan kah anda tinggal di apartemen sendiri" ucap sang ibu yang berencana mendekatkan Sang dokter dengan anaknya yang masih setia dengan orang yang sudah tinggal di luar negri sana selama Tiga tahun dan belum kembali karena kontrak kerja katanya.

__ADS_1


Dan ucapan sang mamah berhasil membuat Suci melebarkan matanya lagi dan melihat sang mamah.


"Apa-apaan mamah ini apa dia sengaja mendekatkan aku dengan dokter ini" batin Suci.


Sang mamah yang tau arti tatapan Suci berkata "Kasihan nak dokter Ci dia kan harus memeriksa nenek di pagi dan sore hari".


Sang ayah menyetujui ucapan mamah, dan dia bertanya pada sang Dokter apa dia mau dan sebuah rengekan dari Derel membuat sang Dokter berpikir dan berkata 'nanti saya pikir-pikir dulu pak, bu dan kamu boy".


"Semoga dia menolaknya aamiin" ucap suci dalam hati dan karena dia sudah selesai sarapan diapun berdiri dan langsung melangkah berpura-pura tidak tau jika orang tuanya menyuruhnya untuk mengantar sang Dokter terlebih dahulu.


"Kakak tungguin pak dokter, bukannya kakak harus mengantar pak dokter dulu". ucap Sang adik yang entah mengapa ucapannya hari ini membuat darahnya mendidih namun tidak tersalurkan karena malu jika di lihat sang Dokter jika dia mengejar atau memaki sang adik mengingat usianya yang sudah termasuk dewasa.


Dan mau tidak mau dia harus mengantarkan Dokter Andre.

__ADS_1


karena merasa tidak pantas jika wanita mengemudikan mobil sedangkan keadaannya memungkinkan untuk menyetir Andre pun menawarkan diri untuk mengemudikan mobil Suci dan Suci menyetujuinya lalu melempar kunci mobilnya pada sang dokter.


hap Dokter menangkap kunci mobil dan tersenyum sangat manis.


__ADS_2