Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Pribahasa


__ADS_3

Mentari yang kaget saat mendengar cerita tentang Dokter Andre pun membandingkan kisah Andre dengan kisah Suci dan dia mengingat ucapan sang nenek dulu saat mereka masih hidup sederhana


"Di langit masih ada langit dan di bawah bumi masih ada bumi"


"jika kamu masih merasa jika diri mu adalah mahluk yang paling susah maka lihat kebawah karena pasti ada orang yang lebih susah dari kamu, dan saat kamu merasa kamu adalah orang yang paling kaya, paling cantik paling pintar maka ingatlah jika di atas kita pasti ada yang lebih dari kita, dan ingatlah jika dunia itu berputar.


"Hey Tari kenapa kamu melamun" tanya Suci


"eh iya ada apa?".ucap Mentari yang kaget karena Suci menepuk telapak tangannya.


Suci pun mengulang ucapannya lagi "kamu kenapa melamun?".


"Oh iya aku tadi ingat ucapan nenek" jawab Mentari jujur


"Memang apa yang di katakan nenek mu?". Tanya Embun merasa penasaran.


"Dulu nenek bilang jika di bawah bumi ada bumi dan di atas langit masih ada langit".

__ADS_1


"Itu pribahasa bukan", tanya Suci


"Iya pribahasa agar kita tidak menjadi orang yang sombong atas apa yang kita miliki dan tidak menjadi orang yang merasa paling susah dan paling menderita" jawab Mentari dan dia berkata lagi


"Seperti kemarin kita merasa Suci adalah orang yang paling menderita karena kisah cintanya dan ternyata semua itu salah karena kita tau jika Dokter Andre lebih menderita dari Suci dalam hal percintaan".


" satu lagi kita melihat Suami ku paling tampan tapi jika kita lihat lebih detail ternyata pak dokter lebih tampan dari Suamiku dan aku yang tadinya merasa lebih kaya ternyata suamiku lebih kaya dari ku malah berkali-kali lipat iyakan" ucap Mentari meminta persetujuan dari kedua sahabatnya atas apa yang dia ucapkan.


"Kamu benar, dan aku rasa nenek mu orang yang taat beribadah sampai dulu beliau berkata seperti itu". Ucap Embun.


"ya dia memang taat beribadah dan selalu menasehati ku yang bandel ini dan suka menyusahkannya". Ucap Mentari dengan rasa sesalnya.


"Mas sejak kapan kamu di sini?" tanya Mentari yang kaget


"Sejak kamu berkata jika kamu berada di atas".


Mentari mengerutkan keningnya karena dia tidak merasa jika dia berkata dia di atas, Mentari pun menggeser duduknya untuk melihat suaminya dan berkata "Maaf mas kapan aku bilang jika aku di atas".

__ADS_1


"Nah barusan" ucap Reyhan tersenyum dan Mentari memukul lengan Suaminya lalu Reyhan berkata lagi


"Sudah sakit tapi benar bukan jika kamu bilang ingin dia atas ku".


"Iya" ucap Mentari yang tidak mendengar jelas semua ucapan Suaminya karena sibuk membenarkan kembali duduknya yang kurang nyaman dan setelah merasa duduknya nyaman kembali dia heran karena tidak sengaja melihat kedua temannya tersenyum dan dia bertanya.


"Kenapa kalian tersenyum seperti itu?".


"Ya karena kamu berkata iya tadi" jawab Suci


"Terus apa yang salah sampai kalian tersenyum seperti itu" tanya Mentari lagi


"Karena kamu bilang iya saat suami mu bertanya jika kamu ingin di atasnya" .


Deg


Mentari sadar apa arti ucapan Suaminya dan dia mengatakan ya, lalu mentari mencari cara agar ucapannya tidak di jadikan bahan agar suaminya bisa membuatnya memenuhi keinginannya, dan Mentari mendapat sebuah ide lalu dia berkata

__ADS_1


"ya tentu saja aku ingin di atasnya aku ingin di atas suami ku ini dalam hal kebaikan dan ilmu ku".


Mentari merasa lega karena bisa membuat suaminya terdiam tapi sayang diamnya Reyhan karena semakin punya alasan untuk membuat Mentari memenuhi semua keinginannya.


__ADS_2