
Seperti yang di katakan Andre, mereka mulai berjalan melihat tempat wisata yang mereka kunjungi setelah memastikan jika keadaan Suci sudah baik.
Suci beberapa kali mengabadikan momen itu sendirian tanpa mengajak Andre karena dia tidak mau ada foto Andre di dalam ponselnya, karena dia akan melupakan Andre setelah kembali ke ibu kota.
Walau itu membutuhkan waktu tapi Suci yakin jika dia bisa melupakan Andre yang baru dua bulan di kenalnya, "yang empat tahun saja bisa dia lupakan apa lagi hanya dua bulan pasti sangat mudah" pikir Suci
Setelah puas mengunjungi setiap sudut tempat wisata tersebut mereka berpindah ke toko yang menjual berbagai macam cindra mata khas daerah tersebut untuk mereka bawa pulang.
Andre mengambil sepasang kalung yang berbentuk love terbelah dan jika di satukan baru terlihat bentuk lovenya.
"Dasar dokter bucin jauh jauh datang kesini cuman beli itu, plis dok di mol juga banyak kali". gumam Suci dan itu terdangar oleh Andre
Andre tersenyum saat mendengarnya dan dia berkata dalam hati "Terserah saya mau membelinya dimana bukan kamu yang bayar juga".
Setelah Suci bergumam seperti itu dia merasa hatinya berdesir bukan desiran yang terasa nikmat tapi desiran yang terasa perih terasa seperti sesuatu menyayat hatinya saat membayangkan kepada siapa Andre akan memberikan kalung tersebut.
__ADS_1
"Sudah Suci kamu jangan sedih, karena ini pilihanmu sendiri mau menghabiskan waktu dengan laki-laki yang sudah punya pasangan, jadi terima resikonya mana kala dia berbuat seperti itu". ucap Suci sambil memilih barang yang akan dia beli.
karena pusing dengan pemikirannya sendiri Suci berkata agar bisa mengusir kesedihan yang dia rasakan.
"Mas itu kalungnya untuk siapa?" tanya Suci yang sudah tau jawaban Andre apa
"Oh ini aku akan memberikan ini untuk istri ku nanti". jawab Andre jujur karena dia menang ingin memberikan kalung tersebut pada istrinya nanti jika dia sudah menikah.
Dan bukannya bisa mengusir rasa sakit justru Suci merasa jika hatinya merasa lebih sakit "ah dasar bodoh kenapa aku bertanya seperti itu". rutuknya atas apa yang dia ucapkan yang membuat hatinya semakin sakit.
Andre yang melihat suci mengambil beberapa gantungan kunci langsung memanggil pelayan yang berada di dekatnya dan berkata " Apa saya bisa memesan ini sebanyak 300biji".
"maaf pa sebelumnya tapi pesanan sebanyak itu tidak bisa anda bawa langsung hari ini".
"Iya saya tau tapi apa besok siang bisa".
__ADS_1
"Sebentar pak saya tanya bos saya dulu" ucap Pelayan tersebut dan pergi menemui bosnya.
setelah beberapa menit Bosnyapun datang menemui Andre dan menolak permintaan Andre karena itu tidak mungkin bisa di lakukan dalam waktu yang singkat apalagi pesanannya banyak.
Andre yang masih ingin gantungan tersebut berkata "apa bapa tidak bisa bekerja sama dengan pedagang lain untuk mengerjakan pesanan saya, misal pasti di setiap toko mempunyai banyak stok gantungan seperti ini nah anda gabung dan sisanya baru anda buat bersama mereka dan saya akan membayarnya dengan harga dua kali lipat.
"Baik lah pak saya terima pesanan bapa dan semoga kami bisa membuatnya tepat waktu dan maaf saya harus mengirim pesanan Anda kemana".
Andre berkata jika besok siang akan ada orang yang mengambil pesanannya dan dia juga memperlihatkan foto orang yang akan mengambil pesanan tersebut lalu dia memberikan sejumlah uang kepada pemilik toko tersebut sebagai dp.
Suci yang menunggu di depan toko menghampiri Andre yang entah sedang berbicara apa dengan pemilik toko tersebut.
"Mas kamu sedang membahas apa ko serius sekali?".
"Bukan apa-apa ayo kita harus segera kembali karena langit sudah terlihat mendung" ucap Andre mengajak Suci untuk kembali ke hotel tempat Suci menginap.
__ADS_1