Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Merah muda


__ADS_3

Sementara Mentari sudah berdiri di depan pintu kamar Reyhan dan dia tersenyum karena akan masuk kamar idola para gadis di masa sekolahnya dulu.


"Aku yang menang kawan-kawan aku yang bisa masuk ke kamar idola kalian".


Ya saat sekolah dulu teman sekolahnya sangat ingin melihat isi kamar Reyhan karena Deni berkata pada mereka jika dia saja tidak di perbolehkan masuk ke kamar Reyhan.


"Aku penasaran memang apa isi kamar ini sampai Deni yang sahabatnya saja di larang masuk".


Mentari memegang gagang pintu kamar Reyhan dan bersiap masuk dan alangkah terkejutnya dia saat melihat warna cat kamar Reyhan yang berwarna merah muda.


"Pantas saja dia tidak memperlihatkan kamarnya pada Deni ternyata ini alasannya".


Mentari masuk dan melihat semua yang ada di sana dan matanya tertuju pada sebuah foto yang tersusun di sebuah dinding beralaskan papan.


Mentari mendekat dan betapa kagetnya dia saat melihat fotonya memenuhi papan tersebut.

__ADS_1


Sementara Mentari fokus melihat fotonya satu persatu tiba tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan dia menaruh kepalanya di pundak Mentari.


"Mas kamu mengagetkan aku saja" ucap Mentari yang memang merasa kaget karena dia tidak sadar jika Reyhan sudah ada di ruangan tersebut, mungkin karena terlalu fokus melihat foto dirinya dia tidak menyadari kedatangan Reyhan.


"Mas kamu suka memotret ku dulu dan ini kamu potret saat aku duduk di bangku kelas 11iyakan".


Reyhan yang di tanya langsung melihat foto yang di tunjuk Mentari dan Berkata "iya itu saat kamu kelas 11, dan waktu itu aku belum menyukai mu tapi hanya sebatas penasaran padamu yang cuek padaku, nah baru di pertengahan semester aku mulai tertarik pada mu karena sifat dan kepribadianmu".


"pantas saja di jarak waktu foto yang ini dengan yang ini sedikit jauh".


"Terus mas suka sama aku sejak kapan?" tanya mentari antusias sambil memegang tangan Reyhan agar tidak kemana-mana.


"Mas tidak tau dari kapan rasa itu muncul tapi mas menyadarinya saat kamu memeluk Deni, setelah kalian melihat hasil ujian Deni dan saat itu juga mas tau kenapa kamu tidak tertarik pada mas ".


Mentari tersenyum karena dulu Reyhan mengetahui alasan dia tidak tertarik padanya dan untuk memastikan perkiraannya dia berkata "Jadi mas tau jika dulu aku menyukai Deni?".

__ADS_1


"Ya aku tau tapi anehnya Deni tidak tahu padahal instingnya sangat kuat".


"mas benar, eh iya ngomong-ngomong cat kamarnya bagus pantas saja Deni yang sahabat mas di larang kemari ternyata warna cat kamar mas merah muda".


"Eh kenapa kamu tau jika mas melarang siapapun untuk datang ke kamar mas termasuk Deni?".


"Mas ini, apa mas lupa jika dulu mas adalah idola para gadis di sekolah".


"Mas ingat, terus apa hubungannya dengan kamu tau jika semua orang di larang masuk ke sini".


Mentari yang kesal langsung melepas pelukan Reyhan dan melihat wajah Reyhan lalu memegang pipi Reyhan dan berkata "segala sesuatu yang terjadi, dan yang dilakukan seorang yang terkenal pasti akan sangat cepat tersebar mas".


Lalu mentari tertawa setelah dari tadi dia menahan tawanya karena melihat wajah Reyhan yang sangat lucu " kamu sangat lucu mas" dan cup Mentari mengecup bibir Reyhan yang sedikit maju itu lalu dia langsung melepaskan kedua tangannya dan menjauh karena melihat suaminya yang seperti tidak rela hanya di kecup singkat oleh Mentari.


"Awas kamu Tari mas tidak akan melepaskan kamu" ucap Reyhan sambil mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2