
"Tenanglah aku tidak akan melakukan hal koynol lagi" ucap Reyhan
"Tapi kenapa kamu terus diam?".
Lalu Reyhan berkata dengan suara yang seperti ingin menangis "Aku cuman lelah Den, aku lelah dengan jalan hidupku, aku punya uang yang banyak, tapi uang itu tidak bisa aku pakai untuk membeli ketenangan dan kebahagian.
Dan kamu harus tau aku menyuruh Mentari mencari penggantiku karena aku takut mereka akan mengincar Mentari jika dia bersamaku, aku sangat mencintainya tapi keadaan ku memaksaku untuk merelakan dia untuk orang lain aku terpaksa menyuruhnya pergi Den tapi tadi saat aku melihat mereka tertawa bahagia rasanya sangat sakit aku merasa jika aku tidak berhak bahagia".
Ibu bapa Dan Mila menangis saat mendengar ucapan Reyhan, ya mereka berada di balik pintu yang sedikit terbuka.
Karena ibu sangat menyayangi Reyhan dia langsung masuk dan memeluk Reyhan sambil berkata "Menangislah nak jangan di tahan!".
Reyhanpun menangis dengan air mata yang terus mengalir dan membuat semua orang ikut menangis.
Setelah merasa lebih baik Reyhan melepaskan pelukannya dan berkata "Terimakasih bu".
"Sama-sama dan jika kamu merasa perlu bercerita ceritalah pada ibu, dengan senang hati ibu akan mendengarkan semua cerita mu nak, jangan sungkan pada ibu, ingat ibu ini juga ibumu walau bukan orang yang melahirkan mu, tapi kamu tau ibu memperlakukan mu seperti ibu memperlakukan Deni.
Entah mengapa Reyhan merasa jika ibu Deni seperti ibunya "Lalu dia berkata bu apa boleh aku memeluk ibu lagi".
"Tentu nak". ucap Ibu.
"Tapi jangan terlalu lama Rey karena ibu milik bapa" ucap Bapa.
__ADS_1
"Bapa kamu ini, apa bapa tidak lihat Jika Rey sedang bersedih.
"Iya maaf bapa cuman bercanda, Rey apa kamu mau ikut bapa melihat kolam ikan bapa, sekarang bapa punya kolam ikan banyak".
Reyhan melepas pelukannya dan ikut bersama bapa untuk melihat kolam ikan bapa.
Sementara Deni pamit untuk mengembalikan uang yang di berikan kakek Guntur padanya.
Deni telah sampai di rumah mentari dan dia tidak sengaja bertemu mentari saat akan masuk keruangan Kakek Guntur.
"Lo ko Den ada apa kamu kesini" tanya mentari
"Biasa bisnis" ucap Deni santai
"Iya silahkan" ucap Deni
Deni masuk ke ruangan kakek Guntur dan langsung duduk setelah dipersilahkan untuk duduk.
"Maaf nak Deni sebenarnya ada apa? kenapa anda datang kemari?" tanya kakek Guntur
"Saya yang harus meminta maaf kek, karena telah menggangu kakek".
"Tidak apa-apa, tapi ada angin apa yang membawa anda datang kemari?" tanya sang kakek.
__ADS_1
"Begini kek saya ingin mengembalikan uang yang pernah kakek berikan pada saya untuk menyewa seorang pengawal" ucap Deni tenang.
"Lo kenapa?" tanya Kakek Guntur.
"Maaf sebelumnya kek tapi saya harus mengembalikan uang ini pada kakek karena Reyhan mengundurkan diri dan saya juga tidak bisa mencari orang yang seperti Reyhan lagi".
"Tapi kenapa Reyhan mengundurkan diri setau saya dia sepertinya nyaman bekerja di sini apalagi ada Mentari".
"Nah itu dia tuan dia mengundurkan diri karena Mentari".
Lalu Deni memberi tahu alasan kenapa Reyhan ingin mengundurkan diri.
Untungnya sang kakek menerima alasan Reyhan yang ingin berhenti jika tida pasti akan sulit bagi Reyhan untuk berhenti.
"Jika itu alasannya maka ambillah kembali uang ini saya ikhlas memberikannya untuk mu, gunakanlah uang ini untuk membiyayai padepokan silatmu" ucap Sang kakek.
"Terima kasih Tuan kalau begitu saya permisi" ucap Deni.
" tunggu nak jika boleh tau rumah Reyhan di mana?".
"Rumah Reyhan di sebelah Rumah ini kek" ucap Deni
"Jadi rumah itu milik Reyhan?". tanya sang kakek
__ADS_1
"Iya, itu memang Rumah Reyhan kek tapi untuk sementara waktu dia akan tinggal di rumah saya.