
Reyhan yang mendengar ucapan Mentari langsung menelan salipannya, dan dia berkata "Maaf tari jika untuk mengolesi punggungmu aku tidak sanggup ini saja aku sudah tidak kuat apalagi mengolesi punggung mu dengan minyak itu".
Mentari kaget karena baru tau jika yang dari tadi mengeroknya adalah suaminya bukan pelayan yang biasa dia suruh untuk mengeroknya.
"Tari jadi bagai mana apa aku harus melakukannya atau tidak jika aku harus melakukannya kamu tau konsekwensinya bukan". ucap Reyhan menjelaskan
Mentari diam karena berpikir jika punggungnya tidak di olesi minyak percuma dia tadi menahan sakit saat di kerok tapi jika di olesi minyak maka malam itu akan berakhir dengan mereka berbagi kehangatan
Setelah cukup lama berpikir Mentaripun berkata "Lakukan saja Rey, aku tanggung resikonya".
"Apa kamu yakin Tari?".
"Iya, toh jika sekarang kita tidak melakukan hal yang kau sebut konsekwensi itu tetap saja kita akan melakukannya di lain hari bukan".
Reyhan pun tersenyum senang karena mendengar ucapan Mentari dan langsung mengambil minyak tersebut.
__ADS_1
Dia mengolesi punggung mentari dengan hasrat yang sudah mencapai ubun-ubun dan setelah selesai tangan itu malah turun kebawah ingin memegang sesuatu yang berada di dada Mentari.
Mentari yang sudah tidak merasakan kantuknya lagi replek mengangkat sedikit tubuh bagian atasnya dan begitulah malam pertama yang mereka lewati setelah menjadi sepasang suami istri.
Keesokan paginya mentari yang terbangun dengan tubuh yang terasa remuk namun masih bisa dia tahan langsung pergi untuk membersihkan diri setelah selesai dia langsung memakai baju lalu membangunkan Reyhan.
"Rey bangun ini sudah siang apa kau akan terus tidur"
"Diamlah aku masih mengantuk".
"Aku yang sangat lemah atau tubuhmu yang berat kenapa susah sekali mendudukan tubuh mu". gerutu Mentari
"Sayang aku masih lelah dan juniorku masih terasa ngilu apa kamu tidak kasihan padaku".
"jangan lebai perasaan di semua cerita selalu wanita yang merasakan sakit kenapa di cerita ini kamu yang malah merasakan sakit bukan aku" ucap Mentari heran
__ADS_1
"karena kamu cuman diam dan aku belum memasukimu sepenuhnya, nanti juga kamu akan seperti mereka yang di ceritakan di kisah yang lain".
Reyhan menyuruh Mentari untuk duduk di hadapannya karena dia ingin melihat wajah mentari karena Mentari berada di belakang tubuhnya.
Mentari menurut dan duduk tanpa berpikiran yang aneh-aneh karena melihat kondisi Reyhan yang tidak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh.
Namun sayang apa yang di pikirkan Mentari salah besar karena setelah Mentari duduk Reyhan langsung memeluk tubuh Mentari.
"Sayang aku ingin lagi" ucap Reyhan di telinga Mentari dan itu membuat mentari merinding dan langsung mendorong dada bidang yang tidak memakai apapun itu.
Reyhan yang melihat mentari diam langsung menyambar bibir Mentari lalu menggigit bibir Mentari agar Mentari mau membuka mulutnya, setelah merasa mentari membuka mulutnya Reyhan lansung menekan tengkuk Mentari untuk memperdalam ci***an mereka dan merekapun mengulangi apa yang dilakukan mereka semalam.
Setelah mereka membersihkan diri dan berpakayan merekapun memakan makanan mereka di kamar karena Mentari tidak mau berjalan jauh.
Setelah selesai makan siang Reyhan berkata "Apa sekarang kamu percaya jika yang di ceritakan orang-orang itu benar jika rasanya sakit".
__ADS_1
"hem" jawab Mentari yang masih marah karena Reyhan terus memintanya beberapa kali sampai waktu makan siang.