Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Sakit hati


__ADS_3

Malam telah tiba disaat semua orang sudah mulai memasuki dunia mimpi Mentari malah mengteuk pintu kamar Reyhan, Entah apa yang dia Rencanakan kali ini.


Tok tok tok


"Rey apa kamu sudah tidur" tanya mentari.


"Reyhan yang baru saja tertidur langsung terbangun karena mendengar suara ketukan pintu, lalu dia berjalan menuju pintu kamarnya, setelah pintu terbuka Reyhan berkata "Ada apa nona, kenapa jam segini anda bertamu ke kamar saya apa anda tidak takut pada saya".


"Untuk apa aki takut padamu kamu tidak mungkin menyakiti ku". ucap Mentari


"Nona apa anda lupa jika saya seorang laki-laki tulen" ucap Embun


"Aku tidak percaya jika kamu laki-laki tulen". ucap Mentari


"Kenapa anda tidak percaya" tanya Reyhan


"Ya kamu pikir saja sendiri, sudah jangan membahas itu aku kesini ingin bilang jika besok kamu harus ikut dengan kami dan kamu harus menyetir mobil yang kami pakai".


"Nona apa tidak bisa jika saya memakai motor saja". ucap Reyhan


"Maaf tidak ada penolakan". ucap Mentari tegas, lalu dia berkata lagi "Ya sudah kalau begitu aku akan kembali".


"Apa anda tidak mau menginap di kamarku nona, sekalian aku ingin membuktikan jika aku laki-laki tulen" ucap Reyhan sambil mengedipkan matanya

__ADS_1


"Kalau kamu ingin membuktikan jika kamu laki-laki tulen bukan dengan itu Reyhan" ucap Mentari


"Terus dengan apa?"


"Nikahi aku, apa kamu sanggup" tatang mentari.


Reyhan yang mendengar ucapan Mentari langsung terdiam karena merasa sakit hati.


Reyhan sakit hati bukan karena ucapan Mentari tapi karena dirinya tidak bisa menikahi Mentari.


Mentari pergi meninggalkan Reyhan yang mematung di depan pintu.


Sementara Reyhan yang melihat Mentari pergi berkata "aku sangat ingin menikahi mu, tapi apalah daya ku yang hanya seorang Reyhan, tapi aku berdoa semoga saat itu segera tiba saat dimana aku yakin jika orang itu sudah tidak menginginkan nyawaku lagi, dan kamu belum menikah dengan Samudra.


Keesokan paginya Reyhan sudah menunggu di dalam mobil Mentari.


"Baik nona" ucap Reyhan


Mobil Mentari melaju dengan kecepatan sedang, Reyhan terus menarik napasnya dalam-dalam karena sebentar lagi dia akan melihat adegan-adegan yang akan menyayat hatinya.


Samudra melambaikan tangannya karena dia sudah melihat mobil Mentari, dia menunggu di depan gerbang Rumahnya sesuai keinginan Mentari.


Mentari turun dan memeluk Samudra lalu dia berkata dengan lantang" Sayang apa kamu sudah siap?".

__ADS_1


Samudra tersenyum karena sangat senang Mentari memeluknya "Tentu saja sudah sayang buktinya aku sudah ada di sini menunggu mu". ucap Samudra sambil mengelus punggung Mentari.


Hati Reyhan terasa di tusuk sebuah belati tapi dia tidak bisa apa-apa karena semua terjadi karena kesalahannya sendiri.


"Jika seperti ini terus aku bisa mati karena melihat mereka" ucap Reyhan


Mentari dan Samudra masuk kedalam mobil, lalu Mentari menyandarkan kepalanya di bahu Samudra, Samudra kaget saat Mentari bersandar di bahunya, tapi dia tidak berkata apa-apa karena dia sangat senang dan sangat menikmati perannya.


sedangkan Reyhan yang berada di belakang kemudi sedang memegang dadanya yang terasa sangat sakit.


Reyhan berkata dalam hatinya " Sepertinya besok aku harus berhenti menjadi pengawalnya, karena jika seperti ini terus aku bisa beneran mati karena melihat mereka".


"Akhirnya sampai juga" ucap Reyhan senang karena penderitaannya akan segera berakhir.


Mentari dan Samudra turun dari mobil sementara Reyhan tidak berniat untuk turun.


"Rey apa kamu tidak ingin turun" ucap Samudra


"Tidak tuan saya di sini saja".


"Rey ayo turun aku butuh kamu untuk memotret kami di sana" tunjuk Mentari pada tempat yang sangat bagus untuk di jadikan tempat berfoto.


Dengan terpaksa Reyhan turun dari mobil Mentari lalu dia mengambil ponsel Mentari untuk memotret Mentari.

__ADS_1


Reyhan mengikuti Mentari dan Samudra yang berjalan dengan bergandengan tangan dan itu membuat hati Reyhan terasa sakit lagi.


Reyhan yang sedang memegang ponsel Mentari langsung membuka galeri foto Mentari agar dia bisa menghilangkan rasa sakitnya.


__ADS_2