
Andre menceritakan jika dulu dia pernah bekerja di malam hari dan dia selalu di temani seorang perempuan yang berbaju serba merah.
Andre pernah bertanya siapa perempuan itu dan sedang apa di Rumah sakit.
perempuan itu berkata jika dia tinggal di sekitar Rumah sakit dan datang menemui Andre karena merasa kasihan pada Andre yang berjaga sendirian.
Andre yang menyukai perempuan itu tidak keberatan jika perempuan itu menemaninya.
Setelah satu minggu ada seorang suster bertanya padanya kenapa Andre berbicara sendiri, Andre mengatakan jika dia tidak berbicara sendiri dan saat Andre melihat ke arah samping dimana perempuan itu duduk dan seketika wajah perempuan tersebut berubah.
dari dahi perempuan itu keluar darah awalnya sedikit tapi lama-lama darah itu menutupi semua wajah cantiknya, suara tangisan, suara tawa terdengar di telinga Andre saling bergantian.
Andre melihat lampu menyala dan padam dengan cepat, Andre melihat kembali perempuan yang berwajah penuh dengan darah itu dan perempuan itu tertawa sangat keras dan dia langsung terbang dan Andre tidak tau lagi kejadian setelah itu karena dia sudah pingsan.
Itulah alasan Andre tidak mau bekerja di malam hari dan itu sangat membuatnya takut sampai jika dia melihat sosok yang mencurigakan dia akan replek berteriak dan pergi tanpa memastikan apa yang di lihatnya apakah hantu atau bukan.
**
Suci yang sudah mendengar alasan Andre itu merasa merinding dan dia berkata.
"Jadi pak dokter trauma?".
__ADS_1
"Mungkin, jadi sejak saat itu saya tidak pernah piket malam dan untungnya atasan saya memakluminya, dan jika saya di haruskan untuk piket malam saya selalu membawa dua orang yang akan menemani saya".
"Oh, yasudah kalau begitu saya kembali ke kamar dan untuk pak dokter berhati-hatilah karena bisa saja penunggu rumah ini juga menyukai anda".
"Kalau penunggunya kamu sih ga apa-apa" ucap Andre sangat pelan sampai Suci yang baru melangkahpun tidak mendengarnya dengan jelas.
***
Hari ini adalah hari libur dan sesuai permintaan sang ibu Suci dan Andre mengajak Derel main ke taman dan ternyata di taman sudah ada Mentari, Reyhan, Embun dan Samudra.
Suci menyapa mereka semua begitupun Andre.
Para suami awalnya memangil Dokter andre dengan kata pak dokter tapi Andre melarangnya dan meminta mereka menyebut nama saja merekapun setuju, lalu mereka terus berbincang sampai Reyhan berkata
"Dre, ternyata kamu ramah juga tidak seperti saat di bandara".
"Kan sudah ku bilang dia itu seperti mu" ucap Samudra dan dia berkata lagi "Dre? aku penasaran kenapa kamu belum menikah padahal usiamu maaf sudah lumayan matang ?".
Andre langsung menjawab karena dia sudah siap jika pertanyaan seperti ini akan muncul dari siapapun
"Sebenarnya aku sudah menikah, tapi aku menikah di bawah tangan karena saat itu aku masih kuliah, dan kekasih ku terus mendesak ku untuk menikahinya".
__ADS_1
"Apa" kaget Samudra dan Reyhan
"Terus kenapa sekarang kamu seperti tidak punya istri?". tanya Samudra penasaran dan Reyhanpun mengiyakannya
"Ya karena sekarang aku memang tidak mempunyai istri"
Reyhan dan Samudra merasa jika pembicaraan mereka semakin menarik dan Samudra bertanya lagi
"Berarti kalian sudah bercerai tapi kenapa kalian bercerai?".
"Iya kami sudah bercerai, Kami bercerai karena aku tau jika dia sedang hamil saat malam pertama kami".
Reyhan dan Samudra merasa kaget dengan apa yang di ucapkan Andre dan mereka terdiam.
Andre yang melihat kedua teman barunya hanya diam melanjutkan ucapannya lagi
"Iya saat itu aku ingin memasukinya dan entah kenapa tiba-tiba dia pingsan dan lumayan lama, aku mencoba memeriksanya dan aku tidak tau kenapa dia bisa pingsan mungkin karena panik aku tidak bisa memeriksanya dengan benar.
" aku yang panik memanggil ibu ku yang dulu seorang bidan dan Setelah ibuku memeriksa istri ku tiba-tiba dia menamparku dengan sangat keras, dan dia berkata padaku
"Mamah sangat kecewa pada mu".
__ADS_1