
Reyhan melihat Foto Mentari dan tersenyum tapi senyumnya sangat tipis sampai orang yang melihat Reyhan tidak akan tau jika dia sedang tersenyum.
Reyhan mengirimkan beberapa foto Mentari pada no ponselnya, lalu dia terus melihat lihat foto Mentari dan berhenti sangat lama saat dia melihat foto mentari yang menggunakan pakayan tidurnya yang sedikit terbuka dan Reyhan langsung mematikan layar ponsel Mentari karena respon tubuhnya kurang baik saat melihat Foto tersebut.
Mentari yang melihat Reyhan bertingkah sedikit berbeda bertanya "Rey ada apa?".
"Tidak apa-apa nona hanya saja hawa di sini sangat panas".
"Tentu saja panas karena kamu memakai baju seperti itu" ucap Samudra
Reyhan hanya tersenyum menanggapi ucapan Samudra dan berkata dalam hati "aku kepanasan karena melihat foto Mentari".
"Rey kamu beli dulu kaos tanpa lengan di sana" ucap Mentari sambil menunjuk toko pakayan yang jaraknya lumayan jauh tapi masih terlihat dari tempat mereka berdiri.
"Maaf nona saya tidak mau memakai baju seperti itu"
"Kenapa"Tanya Mentari
__ADS_1
"Saya takut jika anda terpesona melihat tubuh saya", ucap Reyhan dengan suara datarnya.
"Aku sudah terbiasa melihat mu hanya memakai pakayan dalam mu bukan, jadi cepat sana dan jangan memakai suara itu aku tidak suka". ucap Mentari
Reyhan pergi untuk membeli pakayan tersebut, dia melakukan perintah Mentari karena dia sudah tidak sanggup lagi melihat kemesraan Mentari dan Samudra.
"Belum apa-apa aku sudah sakit hati seperti ini, apalagi jika besok-besok bisa beneran mati".
Setelah melihat Reyhan pergi Samudra berkata " Tari kamu tadi bilang jika kamu sering melihat dia hanya memakai pakayan dalamnya saja".
"Kamu bertemu dia dimana tidak mungkin bukan jika Reyhan memakainya di halaman rumah mu" ucap Samudra sedikit khawatir
"tentu saja itu tidak mungkin dra, aku bertemu dengannya di kamarnya". ucap Mentari jujur tanpa tau jika Samudra sudah berpikiran buruk tentangnya dan Reyhan.
"Apa kamu dan dia" ucapan Samudra terhenti karena Mentari langsung memotong ucapan Samudra "kami tidak melakukan apapun Dra, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, dan yang aku maksud pakayan dalam itu kaos putih dan celana pendeknya".
"Maaf aku pikir kalian bertemu malam-malam untuk melakukan itu, secara kamu suka sama dia dan dia juga suka sama kamu" ucap Samudra mengeluarkan isi hatinya.
__ADS_1
"Kami tau batasan Dra, ya walau saat di pesta ulangtahun Siska kami sedikit keluar dari batas aman". ucap Mentari sambil tersenyum.
"Tari apa tidak ada sedikit saja celah di hatimu agar aku bisa masuk kesana" ucap Samudra memohon
"Maaf Dra bukan aku tidak mau tapi tidak bisa, karena aku sudah mencobanya waktu itu, setelah kamu menyatakan perasan mu".
Samudra kaget mendengar ucapan Mentari lalu dia berkata "Kenapa kamu mencoba menerima aku?"
"karena aku juga ingin mempunyai pasangan Dra, ya kamu pikir masa iya aku berharap pada Reyhan yang aku tidak tau keberadaannya waktu itu".
"Lalu kenapa kemarin kamu mengatakan jika kita cocok kita bisa berpacaran sungguhan".
"Karena aku sudah lelah dengan Reyhan dan ingin mencintai orang lain seperti Embun dan Suci, semoga dengan kita sering bersama seperti ini, cinta itu akan tumbuh di hati ku untuk mu Dra".
"Semoga" ucap Samudra
Reyhan datang dengan memakai kaos tanpa lengan dan itu membuat para wanita yang ada disana melihat Reyhan tanpa berkedip.
__ADS_1