Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Kerokan


__ADS_3

Embun dan Suci mengangguk mengiyakan semua pertanyaan yang di berikan oleh Mentari lewat tatapan matanya.


Mentari kembali melihat Reyhan dan langsung mengambil tangan Reyhan untuk dia cium.


Tentu perbuatan Mentari membuat Reyhan sangat senang dan melebarkan senyumannya kembali.


Mentari mengangkat wajahnya dan memasang wajah yang masam dan itu membuat Reyhan heran dan ingin rasanya dia bertanya saat itu juga tapi itu tidak mungkin karena di sana masih ada banyak orang.


"Kumohon tersenyumlah tundalah dulu amarahmu itu sampai semua orang pergi " ucap Reyhan berbisik di telinga Mentari.


Mentari mengangguk dan menuruti keinginan Reyhan yang memintanya untuk tersenyum.


Hari sudah malam dan Acara pernikahan merekapun selesai di gelar semua tamu undangan sudah pulang dan kini Mereka sudah berada di dalam kamar Mentari, kecanggungan di antara mereka pun terjadi karena Mentari tidak mau berbicara sedikitpun.


Mentari yang merasa sudah sangat lelah langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dia ingin segera beristirahat.


Mentari yang sudah selesai mandi ingin memakai handuknya namun sayang dia lupa jika tadi dia tidak membawa handuk atau jubah mandinya dan mau tidak mau dia harus meminta tolong pada Reyhan.


Mentari membuka pintu kamar mandinya sedikit hanya untuk mengeluarkan kepalanya, Mentari melihat Reyhan sedang merebahkan dirinya di atas kasur.


"Rey" ucap Mentari keras namun Reyhan tidak menjawab "Reyhan aditia nugraha" ucapnya lagi namun Reyhan tetap tidak menjawab.

__ADS_1


Mentaripun mengambil kesimpulan jika Reyhan Sudah tertidur. "kenapa dia sudah tertidur terus aku bagai mana, tidak mungkin jika aku menunggunya bangun dengan keadaanku seperti ini, andai saja jika tadi baju itu tidak terkena air" gumam Mentari.


Lalu setelah beberapa detik dia menunggu diapun mendapat sebuah ide.


Ide tersebut datang saat dia melihat sandal yang ada di depan pintu toilet lalu dia mengambil sandal tersebut dan bersiap untuk melemparnya ke arah Reyhan.


brug.. sandal itu mengenai dada Reyhan dan Reyhan terbangun karenanya.


Reyhan membuka matanya dan dia melihat ada sebuah sandal di atas dadanya, lalu dia langsung melihat ke arah kamar mandi karena dia ingat jika sandal tersebut berada di sana tadi.


Saat Reyhan melihat pintu kamar mandi dia malah melihat Mentari sedang tersenyum dengan menunjukan semua gigi depannya.


Reyhan yang ingin tau kenapa sandal tersebut bisa berada di atas dadanya menghampiri Mentari dan berkata setelah dia dekat dengan Mentari.


"Maaf aku yang melemparnya agar kamu terbangun".


"kenapa kamu ingin membangunkan aku?".


Mentari tersenyum lalu berkata "aku ingin meminta tolong padamu untuk mengambilkan jubah mandi ku aku tadi lupa Membawanya".


"Baiklah tunggu sebentar" ucap Reyhan dan langsung pergi mengambil jubah mandi tersebut, dan memberikannya pada Mentari yang pasti sudah kedinginan dan masuk angin.

__ADS_1


Mentari mengambil jubah tersebut dan langsung memakainya lalu dia pergi keruang ganti yang ada di kamarnya.


Setelah selesai dia langsung pergi keluar sementara Reyhan sedang mandi.


Mentari kembali ke kamarnya dengan membawa seorang pelayan yang biasa dia suruh untuk mengerok punggungnya di saat dia sedang masuk angin.


Mentari melakukan itu karena sudah terbiasa dari kecil jika dia masuk angin dia selalu seperti itu.


Mentari sudah berbaring dan siap untuk di kerok, namun saat pelayan tersebut akan mengerok punggung Mentari Reyhan datang setelah memakai pakayan yang biasa dia gunakan saat mau tidur.


Reyhan mengisaratkan pada pelayan tersebut untuk pergi dan biar dia yang mengerok Mentari.


"Orang kaya tapi kerokan" ucap Reyhan dalam hati lalu dia menghampiri Mentari yang tengah tengkurap.


"mba cepat mataku sudah tidak bisa di ajak kompromi" ucap Mentari


lalu Reyhan mengerok punggung Mentari dengan sangat lembut karena dia tidak tau cara mengerok itu seperti apa.


"Mba kencangan jika seperti itu tidak akan berarti apa-apa". ucap Mentari yang tidak sadar jika yang melakukan itu adalah Reyhan suaminya


Reyhan pun mengencangkan kerokannya dan Mentari berkata "Nah bukannya dari tadi seperti itu mba".

__ADS_1


Acara kerok mengerok pun selesai dan Reyhan langsung menutup punggung Mentari ,belum juga Reyhan berdiri Mentari berkata " mba kenapa langsung di tutup kan belum di oles minyak itu" tunjuk Mentari pada sebuah botol yang berada di meja riasnya.


__ADS_2