Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Bukan rencana mu


__ADS_3

Sementara di ruang tamu Deni sudah menunggu sahabat sekaligus bosnya itu.


Tok tok tok.


suara pintu kamar Mentari di ketuk, Reyhan yang mendengarnya langsung membuka pintu dan langsung bertanya pada pelayan yang mengetuk pintu kamarnya "Ada apa bi?"


"Tuan di bawah ada tuan Deni, dia meminta anda untuk turun" ucap sang pelayan.


"ada apa dia kemari" gumam Reyhan dan dia berkata pada pelayan tadi "baik ba katakan padanya saya akan turun".


Reyhan pun kembali kedalam kamarnya dan berkata pada Mentari "Tari habiskan makananmu aku ingin menemui Deni sekalian ingin bertanya kenapa bisa dia menikahkan kita".


"Jadi ini bukan rencana mu".


"Tentu bukan, jika ini rencana ku tidak mungkin kemarin aku menemui mu seperti seorang pencuri".


"Aku pikir semua ini rencana mu, itulah kenapa aku tidak mau berbicara dengan mu, dan aku sangat kesal karena kata-kata yang kau ucapkan kemarin sebelum kita menikah, kata-kata mu itu sangat menyakitkan sampai aku tidak bisa menahan tangisan dan air mataku".

__ADS_1


"Aku minta maaf aku berkata seperti itu karena aku tidak tau jika yang akan menikahi mu adalah aku sendiri. ya sudah aku kebawah dulu".


Reyhan duduk di kursi yang berhadapan dengan Deni lalu dia berkata "ada apa? jika bukan hal penting pergi sana karena kau menggangu ku".


Bukannya menjawab pertanyaan Reyhan deni malah berkata "Kau ini Kemarin kemarin kau sering mengejekku karena aku sering terbangun siang nah sekarang kamu sama bangun siang malah ini waktunya jam makan siang ckck, apa sekarang kamu tau alasan ku bangun kesiangan hem?".


Reyhan tersenyum lalu dia berkata "Iya aku tau maaf, jadi ada apa kamu datang kemari?".


"Ini ibu menyuruhku untuk memberikan ini" ucapnya sambil menyodorkan sebotol jamu


"Ini apa?" tanya Reyhan bingung karena melihat kemasan botol tersebut


"kau benar baiklah aku terima dan sampaikan ucapan terima kasihku padanya, oh iya Den kamu belum memberitahu ku kenapa kamu bisa membuat aku menikahi Mentari".


"Sebenarnya aku dan kedua orang tuaku sudah merencanakan untuk menikahkan kalian sejak tau jika kalian saling mencintai tapi kami belum mendapatkan momen yang pas untuk menikahkan kalian dan saat aku di beritahu oleh satpam di rumah ini jika Memtari ingin langsung menikah dengan siapa pun laki-laki pilihan kakeknya, aku merasa jika rencana kami bisa kami wujudkan dan untuk mewujudkannya aku menghubungi kakek Guntur dan dia sangat setuju asal saat kalian menikah berkas pernikahan kalian sudah ada.


"Oh dan kenapa kamu tidak bilang ? jika yang akan menikahi Mentari itu aku, kau tau aku sangat sedih saat itu, dan aku membuat dia menangis saat aku menemuinya sebelum kami menikah".

__ADS_1


"Aku sengaja, Sudah jangan di bahas lagi, sebaiknya kamu pergi temui istri mu lagi dan buat dia agar cepat mengandung anak mu, agar kau segera mendapatkan pewaris".


"Kau benar ya sudah aku kembali ke kamarku" ucap Reyhan dan langsung kembali ke kamarnya.


Setelah melihat Reyhan pergi Deni pun pulang, karena tidak ada lagi hal yang harus dia lakukan di sana.


Reyhan telah masuk kembali ke kamarnya dan dia tidak melihat istrinya di sana.


"kemana Tari" gumam Reyhan sambil mencari Tari di toilet dan Tari tidak ada di sana, Reyhan berteriak memanggil nama Mentari.


Lalu Reyhan mencari di balkon kamarnya dan ternyata Mentari sedang di sana dan sedang memakai headset.


"pantas saja dia tidak mendengar panggilan aku, ternyata dia sedang mendengarkan musik".


Reyhan mendekat dan langsung memeluk Mentari dari belakang dan meletakan kepalanya di bahu Mentari.


Perbuatan Reyhan itu membuat Mentari merinding dan langsung mencoba melepaskan diri dari pelukan Reyhan.

__ADS_1


"Eh ko di lepas" ucap Reyhan heran


"aku takut kamu macem-macem" ucap Mentari sambil menjauhkan tubuhnya.


__ADS_2