Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
penjelasan


__ADS_3

Reyhan hanya diam sementara Mentari ingin pergi karena percuma dia berada di sana lama-lama karena Reyhan tidak akan mau memberitahu alasan Reyhan tidak jujur padanya.


Mamun saat Mentari sudah membuka pintu ruangan Reyhan tiba-tiba sebuah tangan melingkar di perutnya "Lepaskan tangan mu". ucap Mentari sambil mencoba melepaskan pelukan Reyhan yang sangat dia inginkan tapi sayang sekarang dia sedang kesal.


"aku akan melepaskan pelukanmu jika kamu berjanji tidak akan keluar ruangan ini sebelum aku menjelaskan semuanya pada mu".


"Baiklah Tuan Reyhan Aditia Nugraha". jawab Mentari masih dengan nada kesalnya.


Reyhan menyuruh mentari duduk di sopa yang berada di ruangannya sementara Reyhan menutup dan mengunci pintu ruangannya.


"Kenapa di kunci" tanya Mentari


Tapi Reyhan tidak menjawab dan dia malah berjongkok di hadapan Mentari dan berkata "Maaf karena aku tidak jujur padamu tapi aku bersumpah jika aku tidak ada niat membohongimu".


"Bohong jika kamu tidak berniat membohongiku, sekarang katakan kenapa kamu tidak bilang jika kamu adalah CEO kami".


"Aku tidak mengatakannya Karena kamu tidak pernah bertanya padaku, padahal kamu pasti sudah merasa jika CEO tempat ini adalah aku bukan".


Mentari membenarkan ucapan Reyhan tapi dia tidak mau jika dia yang disalahkan jadi dia berkata "Tidak aku tidak merasa jika CEO ku adalah pengawal ku ".

__ADS_1


"Jangan bohong Tari aku tau kamu menyadari itu, dan kenapa kamu tidak menyelidiki identitas ku padahal kamu tau nama lengkap ku dari dulu adalah Reyhan Aditia Nugraha?".


"Aku pikir nama kalian memang kebetulan sama, dan warna wajah mu juga berbeda".


Reyhan mencubit pipi Mentari "Aw, sakit Rey" ucap Mentari.


Reyhan tersenyum dan dia berkata "Apa kamu lupa jika setiap malam warna kulit ku berubah putih dan karena itu kamu sering mendatangiku di malam hari bukan".


"Kata siapa?" tanya Mentari


"Tentu saja kataku, aku heran kenapa sekarang kamu jadi bodoh seperti ini",


"Awas jangan dekat-dekat" ucap Mentari karena kesal dengan apa yang di ucapkan Reyhan tentang dirinya.


Karena Mentari tidak mau membuka Mulutnya terpaksa Reyhan menggigit bibir Mentari agar terbuka dan setelah itu Reyhan menarik tengkuk Mentari dan memperdalam ciumannya.


Mentari yang sudah ingin berciuman lagi dengan Reyhan langsung menikmatinya walau di awal dia sempat menolak.


Reyhan semakin larut dalam ciuman tersebut sampai tangannya yang satu sudah menyentuh anggota tubuh Mentari yang menonjol, namun sayang niatnya yang ingin me****as terganggu karena bunyi ponsel Mentari dan hal itu menyadarkan mereka berdua.

__ADS_1


Mereka langsung melepas pangutan mereka, dan Reyhan langsung duduk di sebelah Mentari, sementara mentari mengangkat Telponnya.


"Tari kamu di mana kenapa belum kembali " tanya Suci cemas


"Aku sakit perut jadi tadi setelah aku memberikan helem aku pergi ke toilet jadi sekarang aku sedang di toilet". ucapnya berbohong.


Reyhan tersenyum sambil memegangi bibirnya, dan saat Mentari melihat Reyhan tangah tersenyum berkata " kamu kenapa? senyum-senyum sendirian?".


Bukannya menjawab Reyhan malah berkata "boleh aku mencium mu lagi Tari, rasanya sangat manis dan aku menginginkannya lagi".


"Enak saja, jika kamu menginginkannya lagi kamu harus nikahi aku dulu". ucap Mentari kesal


"Eh ko ngambek bukannya tadi kamu juga menikmatinya".


"Itu.. anggap saja aku sedang hilap untuk yang kedua kalinya" ucap Mentari karena yang pertama saat di pesta ultah Siska.


"Tapi aku maunya sekarang" rengek Reyhan dan memasang wajah imutnya


"Tidak akan mempan Rey, jika kamu benar-benar ingin merasakan lagi bibirku yang manis ini nikahi dulu aku, bahkan bukan ini saja Rey tapi seluruh tubuhku juga bisa kamu miliki" ucap Mentari tanpa rasa takut jika Reyhan akan terpancing dengan gerakan tangannya ya yang menyentuh semua bagian tubuhnya dengan gerakan yang sangat menggoda.

__ADS_1


"Biarlah aku terlihat seperti wanita penggoda" batin Mentari


Reyhan menelan salipannya karena melihat Mentari dan dia merasa sesuatu yang tadi sudah bangun kini ingin keluar dari sarangnya dan itu membuat Reyhan berkata "Tari kenapa kamu seperti itu apa kamu tau jika kamu sudah membangunkan sesuatu yang bisa membuat kita terjerumus dalam dosa yang sangat besar".


__ADS_2