Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
sama-sama marah


__ADS_3

Dibaringkannya sang istri di atas tempat tidur dengan perlahan, sambil tersenyum.


Mentari yang sudah di baringkan langsung duduk dan berkata "Mas aku mohon jangan marah jangan hukum aku aku sudah lelah karena tadi aku yang memimpin".


"Siapa suruh memuji laki-laki lain, di hadapan aku lagi".


"Ya terus orang dokternya ganteng masa iya aku bilang jelek mas, sekarang aku mau nanya menurut mas artis xxxx cantik tidak?".


"Cantik" jawab Reyhan jujur


"Tuh mas juga bilang jika wanita itu cantik tidak jelek".


"Jadi?" tanya Reyhan lagi


"ya jadi mas tidak usah marah jika aku memuji laki-laki lain, karena itu hanya sebuah pujian tidak berarti aku mencintainya atau membayangkan hal-hal yang melewati batasan ku sebagai seorang istri".


"Mas tau bukan jika aku tidak bisa ke lain hati terbukti saat aku berusaha menerima Samudra yang tingkat ke tampannya cukup tinggi apalagi dia terlihat sangat dewasa dalam menyikapi masalah".

__ADS_1


"kamu" geram Reyhan karena mendengar ucapan sang istri yang memuji Samudra, "Kamu malah memuji orang lain bukannya meredam amarah ku" ucap Reyhan lalu naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan membelakangi sang istri.


Mentari yang merasa bersalah karena salah berbicara langsung duduk di samping Reyhan yang tengah berbaring dan memunggunginya.


"Mas maaf aku tidak sengaja memuji orang lain, aku janji mulai sekarang tidak akan memuji orang lain di hadapan mas".


Reyhan yang mendengar Mentari berkata tidak akan memuji orang lain di hadapannya betkata dalam hati "itu berarti jika aku tidak ada Mentari akan memuji mereka".


Reyhan semakin kesal dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang tadi hanya menutupi tubuh bagian bawahnya.


Mentari yang merasa Reyhan semakin marahpun membaringkan tubuhnya di sisi Reyhan, karena dia juga ikut kesal karena Reyhan keterlaluan.


"Pantas saja dia sudah tidur" Reyhan yang masih kesal berkata "Bukannya merayu ku agar tidak merajuk ini malah di tinggal tidur" dan Reyhan pun ikut tidur dengan membawa kekesalannya.


Keesokan paginya Mentari bangun terlebih dahulu dan langsung mandi, setelah mandi dan memakai pakayan kantornya dia langsung menyiapkan keperluan Reyhan dan langsung membangunkan Reyhan yang masih tertidur.


Mentari yang masih kesal membangunkan Reyhan hanya menggoyangkan tubuhnya dan berhasil Reyhan membuka matanya.

__ADS_1


Reyhan tersenyum saat membuka matanya karena melihat Mentari yang sangat cantik, dan dia melupakan kemarahannya semalam.


Berbeda dengan mentari yang masih kesal dengan suaminya itu dan Mentari berkata "aku tunggu di bawah untuk sarapan". dan dia pergi begitu saja.


"Apa dia marah, ya sudah lah biarkan saja nanti juga cape sendiri" ucap Reyhan lalu masuk ke kamar mandi.


Suci yang menginap juga sudah rapih dengan baju kantornya.


Ya Suci, Mentari atau pun Embun selalu membawa satu set pakayan kantor dan satu set pakayan tidur di dalam mobil mereka jadi jika mereka harus menginap karena berbagai alasan mereka sudah siap tidak perlu repot meminjam kepada pemilik rumah.


Nah kalau kejadian yang menimpa Mentari saat di rumah Deni itu terjadi karena yang di bawa Reyhan itu mobil Reyhan bukan mobil mentari.


Mentari membantu pelayan di rumahnya untuk mempersiapkan sarapan mereka, lalu datang Suci dan dia juga membantu mereka.


"Gak nyangka ya ci sekarang aku sudah menikan Embun juga sama kamu juga kayanya bentar lagi nyusul".


"Iya rasanya baru kemarin kita bertemu di perusahaan suami kamu".

__ADS_1


"Iya Ci, aku juga tidak menyangka jika Reyhan adalah CEO tempat kita bekerja, aku tidak sadar jika PENGAWAL-KU CEO-KU. takdir memang tidak bisa di tebak.


__ADS_2