Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Menagih janji


__ADS_3

"Aku tidak menyangka jika posisinya yang sudah dia pertahankan selama 11 tahun berakhir di tahun ke 12, dan aku semakin tidak menyangka jika kamu yang menggesernya". ucap Deni


"Apa kamu senang?" tanya Mentari.


"Tentu saja,terimakasih Tari" ucap Deni dan tari hanya tersenyum.


"Reyhan kamu harus menepati janji mu". ucap Deni


"Dia sudah pergi dari tadi" ucap mentari sambil menunjuk ke arah Reyhan pergi.


"his anak itu, ya sudah tari aku pergi dulu".


Mentari hanya menganggukkan kepalanya.


Sementara Deni mengejar Reyhan yang telah pergi,


"Rey, tunggu!". ucap Deni


Reyhan berhenti tanpa menoleh karena dia tau siapa yang memanggilnya, Deni menepuk bahu Reyhan sambil menghirup udara dengan rakus.


"Kamu pergi kenapa tidak bilang dulu" ucap Deni dengan napas yang masih ngos-ngosan

__ADS_1


"Aku tidak mau mengganggu mu" ucap Reyhan


Deni merasa ada yang berbeda dengan nada suara Reyhan terhadapnya "Ada apa dengannya" batin Deni


"Kenapa tadi kamu memanggil ku" tanya Reyhan


"Aku ingin membahas janji mu dulu Rey". ucap Deni


Rehan berpura-pura tidak mengingatnya dan berkata "Janji yang mana?".


"Itu jika ada orang yang menggeser posisi mu?". ucap Deni menjeda ucapannya


"maksud mu apa aku lupa". ucap Reyhan


"Iya baiklah aku ingat dengan janji ku, tapi itu sudah lama Den, lagi pula aku juga tidak mungkin mendapatkannya".


"Janji mu masih berlaku Rey karena kita tidak menentukan waktu kadaluarsanya".


Reyhan tersenyum "Memangnya makanan Den kadaluarsa, iya tapi seperti yang ku bilang aku tidak mungkin mendapatkannya". ucap Reyhan.


"Kau ini tenang saja walau dia tidak pernah mau tau tentang mu tapi dia tidak membenci mu, berarti kamu masih punya kesempatan yang besar untuk mendapatkannya, yang saling benci saja bisa jadian apa lagi kalian, dan menurut ku kamu harus mencobanya" ucap Deni tidak mau di bantah.

__ADS_1


"Dia sudah menyukai orang lain Den" ucap Reyhan sedikit lesu.


"kenapa aku mendengar mu seperti seseorang yang sedang patah hati" ucap Deni


"Tidak aku tidak seperti yang kamu pikirkan mungkin perasaan mu saja".


"Aku yakin jika dia seperti sedang patah hati" ucap Deni dalam hati, "Lalu kamu tau dari mana jika dia sudah mempunyai orang yang dia suka".


"Aku melihatnya dengan mata dan kepala ku sendiri" ucap Reyhan.


Deni semakin yakin jika Reyhan menyukai Mentari karena untuk pertma kalinya Reyhan memperhatikan orang lain.


"Tumben kamu memperhatikan orang lain jangan jangan kamu" ucapan Deni terhenti karena Reyhan memotongnya dengan berkata "Aku tidak sengaja melihatnya".


Deni tidak menerima begitu saja alasan Reyhan karena dia yakin Reyhan menyukai mentari dan dia akan mencari taunya sendiri.


"Oh pantas saja jika kamu tidak sengaja melihatnya" ucap Deni


Setelah mereka melihat hasil ujiannya mereka pergi ke kelas untuk mengikuti mata pelajaran hari ini, karena ujian masih belum selesai, masih ada ujian Sekolah yang sudah menanti.


seperti biasa Reyhan dan Deni berlatih ilmu beladiri setelah pulang sekolah dan sekarang Reyhan juga sudah mulai melatih murid-murid yang masih baru membantu Deni.

__ADS_1


"Menyenangkan bukan jika kita bisa mengajari orang lain ilmu beladiri apalagi jika yang di ajari seperti kamu Rey" ucap Deni pada Reyhan.


__ADS_2