Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Teman tari


__ADS_3

Pagi ini hari sangat cerah Reyhan sudah bangun sejak subuh, seperti biasa dia akan membantu bundanya membuat sarapan. Reyhan suka memasak karena itu bisa membuat bundanya sangat senang.


"Bunda, tolong cicipi ini" ucap Reyhan


Bunda mencicipi masakan Reyhan dan dia mengacungkan 2jempolnya pada Reyhan.


Reyhan tersenyum karena bundanya menyukai masakan buatannya.


Reyhan berusaha agar bundanya selalu merasa senang karena sebuah penyakit yang di deritanya, ya sudah beberapa taun terakhir ini bundanya sering sakit-sakitan karena sering memikirkan anak perempuannya yang sudah meninggal karena sebuah kecelakaan, mungkin karena dia belum bisa menerima kenyataan bahwa anaknya pergi mendadak.


Tapi semakin kesini kondisi bunda Sintia semakin membaik apa lagi dengan sikap Reyhan yang selalu membuat bundanya merasa bahagia.


Reyhan sering menceritakan semua hal yang bisa membuat bundanya tersenyum termasuk para wanita yang sering mengejarnya.


Acara masak memasak pun selesai Reyhan langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai Reyhan turun untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.


Menu sarapan di rumah Reyhan berbeda dengan sarapan oranglain pada umumnya, Ayah Reyhan selalu menyuruh pembantunya untuk memasak nasi di pagi hari, karena menurutnya itu bisa menjaga lambung mereka.


Sarapan di mulai dan mereka memakan tanpa ada yang bersuara.


Setelah selesai Reyhan dan Ayahnya pamit untuk pergi menjalani aktifitas mereka masing-masing Reyhan sekolah dan ayahnya bekerja.

__ADS_1


Reyhan sudah sampai di sekolahnya dengan motor yang sudah biasa dia gunakan.


"Hai bro" sapa Deni yang sekarang sudah datang


Reyhan melihat jamnya dan berkata "Tumben jam segini kamu sudah di sekolah".


"Iya dong biar bisa belajar dulu di kelas sebelum bel masuk"


"kamu tidak pandai berbohong Deni"


Deni hanya tersenyum mendengar ucapan Reyhan


Lalu Deni berkata "susah juga ya punya sahabat sehidup semati kaya kamu tidak bisa di bohongi".


Tid tidid.... sebuah motor metik akan parkir di tempat mereka berdiri. di atas motor tersebut ada 2orang Garis berseragam SMA yang sama namun memiliki atribut yang berbeda.


Ratna turun terlebih dahulu di susul mentari.


Deni langsung menyapa mentari "Selamat pagi tari kamu makin cantik saja seperti mentari pagi ini yang sangat cantik ".


Mentari tersipu saat dia mendengar Deni memujinya dan dia membalas sapaan Deni "Pagi juga".

__ADS_1


"Tari Apa teman mu yang cantik ini tidak mau kamu kenalkan pada kami?'. tanya Deni karena penasaran dengan teman Mentari.


"Oh ini Ratna teman ku dari SMA sebelah dia ada keperluan di sekolah kita sehingga dia datang bersama ku".


"Hai Ratna perkenalkan aku Deni teman sekelas Tari dan ini Reyhan idola semua wanita di sekolah ini".


Ratna tersenyum pada mereka berdua tapi dia merasa sedih karena cuman Deni yang membalas senyumnya.


Deni yang melihat wajah Ratna sedikit kecewa langsung berkata, "maafkan teman ku yang satu ini dia aga sulit tersenyum jika tidak percaya tanya saja pada Mentari".


Mentari pun tersenyum dan berkata " Iya Ratna dia sulit tersenyum jika dengan oranglain, dengan ku juga di tidak pernah tersenyum yasudah kalau begitu kami permisi". Ucap Mentari


Setelah Mentari pergi Deni berkata "Rey menurut kamu Ratna cantik atau tidak, kalau menurut ku dia sangat cantik".


"Biasa saja" ucap Reyhan lalu dia berkata dalam hatinya bahwa "Mentari lebih cantik menurut ku" ucap Reyhan yang terus memandang mentari


"Hem... tadi saja saat dia ada di depan mata, kamu cuekin ehh sekarang sudah jauh malah terus kamu pandang Reyhan Reyhan".


"Maksudnya?".


"Sudahlah jangan di pikirkan ayo kita masuk kelas" ajak Deni

__ADS_1


__ADS_2