Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Aku dan ragaku


__ADS_3

Suci sedang berdiri di depan pintu kamar hotelnya dan berharap jika suaminya sudah tidur.


Suci membuka pintu dan sepertinya keinginannya terkabul karena lampu kamarnya sudah padam itu artinya jika sang suami sudah tidur.


Suci lupa jika Andre penakut dan tidak suka tidur jika lampunya di matikan.


Suci berjalan menuju sakral lampu kamarnya karena dia tidak bisa berjalan dengan ruangan yang gelap.


Saat lampu sudah menyala Suci terkejut saat melihat Andre tengah berdiri membawa satu buket bunga mawar merah dan tersenyum dengan sangat manis padanya dan tanpa Suci sadari Andre sudah berada di dekatnya dan berkata dengan suara yang penuh penyesalan


"Suci maafkan mas karena mas menggelar pernikahan ini, tanpa bertanya padamu terlebih dahulu, egois memang, tapi mas melakukan ini karena mas pikir kamu akan menyukainya, karena mas tau kamu juga mencintai mas.


Maaf juga karena sampai detik ini mas tidak tau apa yang kamu maksud tadi tapi mas mohon sama kamu maafkan mas mas janji tidak akan mengulanginya lagi ini untuk pertama dan terakhir mas bersikap egois.


Tiba-tiba saja Andre merasa jika cara yang di katakan Santi tidak berhasil karena Suci tidak merespon ucapannya, Andre yang tidak mau menyerah berkata


"Suci maaf tapi mas berharap kamu mau menerima pernikahan ini dan kamu mau jadi istri mas seutuhnya dan menjadi ibu dari anak-anak kita".

__ADS_1


Andre menarik napasnya dalam setelah selesai berbicara karena tetap saja Suci tidak merespon dan dengan hati yang kecewa Andre membalikkan badannya berharap Suci memanggilnya atau bahkan memeluknya.


Tapi sayang Suci tidak melakukannya bahkan sampai Andre berdiri disisi tempat tidurnya Suci masih tidak bersuara malah Suci pergi ke kamar mandi.


"Apa kesalahan ku sangat patal sampai dia tidak mau memaafkanku dan membalas ucapan ku" ucap Andre dan dia langsung merebahkan tubuhnya dia atas tempat tidur yang sudah di hias sedemikian rupa.


Andre yang merasa kecewa berusaha untuk memejamkan matanya dan setelah lama berusaha memejamkan matanya kini Andre merasa jika Suci sudah naik keatas tempat tidur.


Andre yang sedang kecewa tidak membalikan tubuhnya untuk melihat Suci yang sudah naik ke atas tempat tidur bahkan saat farfum yang di gunakan Suci sudah membuat jantung nya berdetak tidak terkendalipun Andre tetap tidak membalikan tubuhnya.


Suci yang sudah naik menunggu Andre membalikan tubuhnya tapi setelah menunggu lama


"pak dokter".


"ya'" jawab Andre tanpa membalikan tubuhnya


"pak dokter kenapa tidak membalikan badan saat menjawab panggilan ku?".

__ADS_1


"Memangnya kenapa mas harus membalikan badan mas".


"Ayolah pak dokter oh iya mas aku mohon balikan badannya" rayu Suci


Andre yang mendengar Suci memanggil dirinya mas langsung membalikan tubuhnya karena merasa senang dan merasa jika ada hal baik akan terjadi dan betapa terkejutnya Andre saat melihat penampilan Suci bahkan matanya sampai tidak berkedip.


"Mas kamu kenapa?" tanya Suci yang melihat Andre hanya diam dan menatapnya dengan tatapan mendamba.


Andre yang tersadar karena panggilan dari Suci langsung berkata sangat lembut "Sayang kenapa kamu memakai pakayan seperti ini, apa kamu berniat menguji ku".


"Tidak mas" jawab Suci singkat.


"Terus kenapa kamu berpakaiyan seperti ini?". tanya Andre yang tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Suci.


"memangnya aku salah memakai baju seperti ini?".


"Tidak salah tapi jika pakayan mu seperti ini aku tidak akan melepaskan mu meskipun kamu menolak keinginanku yang sudah tidak bisa terkendali lagi".

__ADS_1


Suci yang mendengar ucapan Andre tersenyum dan berkata "lakukan yang mas inginkan aku dan ragaku ini sudah menjadi milik mas".


__ADS_2