Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
bertemu ibu Embun


__ADS_3

Namun sebelum orangtua Embun menjawab pertanyaan Reyhan terdengar langkah kaki yang semakin dekat dan langsung duduk setelah sampai di dekat mereka.


"kalian ini" ucapnya pada kedua sahabatnya karena dia mendengar pertanyaan Reyhan


"Nah ini orangnya datang, bun apa benar jika kamu sudah menikah" ucap Suci dan di angguki Mentari


lalu Embun berkata lagi "Sudah".


Mentari pun berkata dengan nada yang sedikit meninggi "Kenapa kamu tidak bilang pada kami".


"Kalian ini ternyata sudah tua".


"Maksudnya apa?" tanya Suci ketus


Embun menarik napasnya dan dia berkata "masudku kalian sudah tua karena sudah lupa jika hari itu aku parnah bilang bahwa aku sudah menikah dan kalian tidak percaya".

__ADS_1


Mentari dan Suci terdiam karena mereka sedang mengingat kapan Embun pernah berkata jika dia sudah Menikah.


* "Jangankan kalian Tari, Suci aku juga yang menulis lupa jika Embun sudah bilang jika dia sudah menikah dan apa para pembaca juga lupa?*


"Maaf aku lupa, dan sekarang aku ingat jika kamu sudah mengatakannya saat kami melihat banyak tanda merah di lehermu?" ucap Suci dan di angguki Mentari.


Karena Embun duduk di dekat Suci, Embunpun berhasil memukul paha Suci karena Embun kesal dengan ucapan Suci yang mengatakan banyak tanda merah di lehernya karena ucapan itu membuatnya malu karena di sana ada Reyhan dan orangtuanya.


"Kau" geram Suci dan mengusap pahanya nya yang terasa panas.


"Apanya yang sebentar ini baru pukul enam sore" ucap Reyhan dalam hati karena dia tidak berani menolak ajakan seorang ibu.


Sementara Mentari dan Suci merasa senang karena mereka berkesempatan untuk berbincang-bincang lebih lama dengan Embun.


Reyhan yang sudah tau apa yang akan di lakukan Istri dan kedua sahabatnya, merasa kesal karena dia akan di tinggalkan sendiri karena tidak mungkin jika dia mengobrol dengan ibu Embun yang sudah pasti tidak akan nyambung dan pasti ibu Embun akan membantu asisten rumah tangganya mempersiapkan makan malam untuk mereka.

__ADS_1


"Sial kemana Samudra apa dia menginap di rumahnya" ucap Reyhan dan dia langsung membuka ponselnya untuk memeriksa email yang masuk.


Namun saat Reyhan sedang fokus membaca dia di kagetkan dengan sebuah tepukan di bahunya, Reyhan yang kaget langsung berkata "Kau bisa tidak jangan mengagetkan ku" Reyhan berkata tanpa melihat orang yang mengagetkanya karena sudah di pastikan jika itu Samudra.


"Kau ini baru di kagetkan segitu saja sudah marah, oh iya kenapa kamu di sini dan mana Mentari?" tanya Samudra heran


"Aku kesini mengantar Mentari dan dia sedang bersama Embun dan Suci di halaman belakang, dan sepertinya mereka membahas pernikahan kalian" ucap Reyhan dan dia kembali fokus terhadap ponselnya.


"Apa kamu tidak bosan jika mengerjakan semua pekerjaan mu di luar jam kerja".


"Tentu saja Tidak karena aku sudah terbiasa, bekerja seperti ini sejak tujuh tahun terakhir.


dan merekapun bercerita sampai waktunya makan malam dan ketiga wanita juga telah selesai dengan kekepoan Mentari dan Suci tentang pernikahan yang di jalani Embun.


Namun sebelum ketiga wanita itu masuk Suci berkata " kalian beruntung karena sudah menikah, sementara aku yang usiaku di atas kalian belum juga menikah".

__ADS_1


"Sabar siapa tau besok ada yang melamar mu, iyakan bun" kata Mentari sambil melihat Embun, dan Embun yang di lihatnya pun berkata "Aamiin, semoga".


__ADS_2