
Mentari sudah bersiap untuk tidur tapi baru saja dia akan menutup mata Reyhan memanggilnya
"Sayang" Mentari yang baru menutup matanya terpaksa membuka matanya kembali dan melihat sang suami yang berada di sebelahnya.
Mentari dan Reyhan tidak seperti pasangan suami istri pada umumnya di sebuah novel yang setiap tidur berpelukan.
Mereka tidak seperti itu karena Mentari yang tidak menginginkannya bukan mentari tidak suka di peluk, hanya saja jika dia memeluk atau dipeluk Reyhan sebelum tidur pasti malam mereka akan menjadi malam yang panas.
"ada apa mas?" tanya Mentari yang baru membuka matanya.
"Mas belum bisa tidur" ucap Reyhan yang memang belum bisa memejamkan matanya karena sebuah hasrat yang ingin segera di salurkan.
"Tumben, apa mas sedang memikirkan sesuatu yang berat" tanya Mentari yang sudah tau kebiasaan Reyhan jika tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan sesuatu.
"Iya, tapi tidak terlalu berat seperti beratnya rasa rindu jika kita berjauhan"
"Mas ini teus kenapa?" tanya Mentari lagi
Reyhan tersenyum karena berhadil menggoda istrinya dan dia menjawab "mas cuman kepikiran apa yang kamu beli tadi?".
Mentari pikir Reyhan memikirkan apa sampai tidak bisa tidur tapi Mentari berpikir jika dia di posisi Reyhan dia juga pasti tidak bisa tidur.
__ADS_1
"Maaf mas untuk saat ini aku tidak bisa memberi tahu mas, tapi tenang saja itu bukan sesuatu yang berbahaya dan besok aku akan memberi tahu mas"
"Sayang kenapa tidak sekarang saja lagi pula tidak ada bedanya bukan jika sekarang atau besok?" tanya Reyhan yang tidak habis pikir kenapa Istrinya itu kekeh tidak mau memberi tahunya sekarang.
"Jelas ada bedanya mas".
Reyhan yang mengganti posisi tidurnya jadi menghadap Mentari dan lansung meraih pinggang Mentari dan memeluknya lalu berkata "apa bedanya?".
"Mas jangan peluk aku". ucap Mentari yang sudah tau jika suaminya sudah meluknya akan berakhir seperti apa malam dingin mereka.
"Mas tidak mau".
"Baiklah tapi jika kamu ingin mas hanya memelukmu saja tanpa berbuat hal yang lebih maka beri tahu mas apa yang kamu beli tadi" ucapnya gemas dan mengencangkan lagi perlukannya
"Mas jangan terlalu kencang" ucap Mentari yang takut jika dugaannya benar dan itu artinya calon bayi mereka akan merasa terhimpit.
"Hey kamu ini aneh sayang biasanya juga kamu selalu ingin mas peluk dengan sangat erat " ucap Reyhan yang semakin merasa aneh dengan sikap istrinya itu.
"Sekarang tidak mas, cukup mas peluk aku biasa saja dan jangan menekannya di daerah ini karena akan membuatku tidak nyaman".
Permintaan Mentari tidak sulit hanya saja jika Reyhan tidak menekan tubuh Mentari di bagian punggung bawah itu tidak bisa membuat juniornya bergesekan dengan milik Mentari yang selalu membuatnya merasakan nikmatnya dunia.
__ADS_1
"Tapi sayang jika seperti itu berarti milikku tidak bisa bergesekan dengan milikmu?".
"Dasar mas ini, ya sudah aku mengalah" ucap Mentari mengalah karena dia belum ingin memberi tahu jika yang dia beli adalah alat untuk memeriksa kehamilannya.
"Maksud kamu mas boleh melakukanya" ucap Reyhan senang
"Iya mas, lagi pula aku tau mas tidak bisa tidur bukan karena penasaran dengan apa yang aku belikan" tanya Mentari mengeluarkan isi pikirannya.
Reyhan tersenyum dan berkata "Itu alasan pertama sayang tapi memang mas juga tidak bisa tidur karena penasaran dengan apa yang kamu beli tadi".
"Sudah jangan terus di pikirkan, lebih baik sekarang mas memulainya karena ini sudah sangat malam" ucap Mentari yang tidak mau membahas lagi barang yang dia beli tadi.
"Eh iya tolong lakukan dengan lembut ya" ucap Mentari yang tidak mau terjadi sesuatu pada kandungannya.
"Sayang kamu ini aneh sekali tadi pelukannya yang di suruh jangan terlalu erat sekarang juga melarang ku melakukannya dengan sedikit kasar bahkan selama ini kamu yang meminta agar aku melakukannya dengan sedikit kasar.
Mentari tersenyum karena yang di katakan Reyhan memang benar tapi kali ini kondisinya berbeda dan Mentari berkata "kalau tidak mau ya sudah jangan".
"Eh kok gitu, yasudah baiklah tapi maaf jika mas kelepasan ingatkan mas ok".
"ok" dan merekapun mengubah malam yang dingin menjadi malam yang panas.
__ADS_1