Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Telat


__ADS_3

Suci sudah sampai di ibu kota dan dia tidak langsung kerumahnya justru pergi menemui kedua sahabatnya yang menyuruhnya untuk menemui mereka di sebuah butik.


"Aku heran kenapa mereka mengajakku untuk ke butik, padahal mereka tau aku baru sampai di kota ini, tapi ya sudah toh aku juga tidak akan kemana-mana lagi". ucap Suci sambil menunggu taksi.


Suci sudah sampai di pusat perbelanjaan. Suci masuk dan langsung menuju butik langganan mereka.


Embun dan Mentari sudah menunggu di depan butik dan sepertinya mereka juga baru sampai.


"kedua sahabat Suci tersenyum dan melambaikan tangan mereka setelah melihat Suci dari kejauhan.


Suci yang melihatnya langsung melambaikan tangannya dan juga tersenyum pada mereka.


Setelah Suci sampai mereka pun masuk bersama, dan bercerita tentang kehamilan Mentari yang ternyata sudah hampir tiga bulan.


Suci dan Embun kaget pasalnya Mentari tidak seperti wanita hamil pada umumnya yang mengalami mual susah makan, sensitip dengan bau tertentu dan sebagainya.


"Tari jika kamu tidak mengalami masalah yang hampir semua ibu hamil rasakan, terus bagaimana kamu tau jika kamu sedang hamil?". Tanya Suci penasaran.

__ADS_1


"Mas Rey yang memberi tahu ku" ucap Mentari sambil tersenyum karena membayangkan saat dimana dia marah karena Reyhan mengatakan jika perutnya membuncit.


"Kenapa bisa, apa saat kalian melakukan itu dia menyadarinya?" ucap Suci malu sendiri saat


mengucapkannya.


"Hadeh perempuan yang masih tersegel ngomong seperti itu saja malu-malu". ucap Mentari menggoda Suci


"Iya nih tumben kaya gitu, dulu pas kamu tau bekas merah di leherku tidak seperti itu, aneh" ucap Embun yang merasa heran dengan sikap Suci


"Aku tidak tau tapi sekarang aku merasa geli saat akan mengucapkan hal-hal seperti itu, eh iya dari tadi kita bicara tapi tidak ada dari kalian yang bertanya kenapa aku pulang".


"Ah untung kamu ingatkan Ci, jadi kenapa?" tanya Embun


"Telat" ucap Suci dan dia pergi melihat pakayan yang mencuri perhatiannya dari tadi.


"Kenapa kita bisa lupa Bun?" tanya Mentari pada Embun

__ADS_1


"Jangan bertanya padaku karena aku juga tidak tau kenapa aku bisa lupa bertanya" jawab Embun yang sama lupa.


Mentari yang melihat Suci seperti melihat sebuah gaun pengantin yang berada di butik tersebut menghampiri Suci dan berkata "Ci kenapa kamu menatap gaun ini, apa kamu menyukainya?" tanya Mentari dan di angguki oleh Suci.


"Apa kamu ingin membelinya?, jika kau mau aku akan membelikannya untuk mu sebagai permintaan maaf ku pada mu".


"Tidak perlu karena aku sudah memaafkan kalian, dan juga aku tidak tau kapan aku akan menikah jadi percuma aku membelinya sekarang itu hanya akan membuatku merasa sedih".


"Lo memangnya kenapa? bukankah kamu sudah berpacaran dengan pak dokter dan sebentar lagi kalian akan menikah" tanya Embun yang tidak mengerti kenapa Suci berkata seperti itu.


Suci yang tau jika kedua sahabatnya tidak tau apa yang terjadi, jadi dia bercerita untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan dirinya dan juga Andre.


Embun dan Mentari yang mendengarkan cerita Suci sedikit merasa heran dan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Suci.


"jadi begitulah teman-teman aku dan pak Dokter tidak mungkin bersatu". ucap Suci dengan rasa sedihnya


"Tapi ya sudah tidak apa-apa, toh hidup tidak akan berakhir sampai di sini, iyakan?".

__ADS_1


"Iya dan pasti esok akan lebih baik dari sekarang" ucap Embun dan di aminni Suci dan Mentari.


__ADS_2