
Reyhan baru tersadar keesokan harinya, dan saat pertamakali dia membuka matanya dia hanya melihat Deni Mila dan kedua orangtua angkatnya, Reyhan terlihat mencari seseorang dan itu di sadari Deni dan keluarga.
"Rey kamu mencari siapa?" tanya Deni
"aku mencari Mentari karena tadi sebelum aku tertabrak aku sedang mengejar dia dan aku pikir dia ada disini" ucap Reyhan kecewa
"Dia memang menjagamu disini kemarin sampai aku datang". ucap Deni
Reyhan kaget karena dia pikir dia hanya pingsan sebentar dan untuk memastikan apa yang dia dengar bukan sebuah kesalahan dia pun bertanya "Kamu bilang kemarin?"
"Ya kemarin, dia di sini menangisi mu dan setelah dia mencium keningmu dia pergi dan tidak pernah kesini lagi".
"apa dia berkata sesuatu?" tanya Reyhan yang merasa khawatir apa lagi kemarin Mentari marah padanya.
"ada tapi Dia cuman bilang akan menuruti kemauan mu Rey".
Reyhan langsung duduk dan seperti akan melepaskan selang ifus yang berada di tangannya dan Deni yang melihat itu langsung memegang tangan Reyhan untuk tidak melepas selang infus tersebut dan dia bertanya
__ADS_1
"Kamu mau kemana?".
"Lepas Den aku ingin menemui Mentari sebelum aku benar-benar terlambat?".
"Maksud kamu apa Rey?" tanya Deni
Reyhan pun menjawab "Aku menyuruhnya untuk mencari pengganti ku kemarin dan sepertinya dia sangat kecewa padaku kemarin karena dia pergi dengan menangis".
"Lebih baik kamu beristirahat, biar aku yang mengurus Mentari". ucap Deni tegas
"Baiklah tolong Den usahakan agar dia tidak benar-benar mencari pengganti ku, aku tidak ingin kehilangannya" ucap Reyhan
Reyhan langsung diam karena Deni mengancamnya karena dia sudah berencana untuk kabur dari sana.
Namun Deni seperti tau rencana Reyhan dan dia menyuruh dokter untuk memberikan obat tidur pada Reyhan sebelum dia keluar.
Reyhan yang di periksa oleh dokter terus memikirkan cara agar bisa kabur dari Deni dan anak buahnya yang tidak akan membiarkannya pergi dari rumah sakit apalagi dokter belum mengijinkannya pulang karena harus memeriksa kembali kondisinya sampai besok pagi.
__ADS_1
Namun rencananya gagal karena sang dokter menyuntikan obat tidur pada selang infusnya.
"Maaf Rey kamu harus di sini dulu karena aku sudah memiliki Rencana untuk mu ".
Deni menghubungi kakek Guntur dan menanyakan keadaan Mentari.
Kakek Guntur mengatakan jika mentari ingin segera menikah tidak perduli dengan siapapun yang penting dia ingin menikah secepatnya karena dia takut jika terlalu lama dia akan berubah pikiran.
Deni pun mengatakan sesuatu pada Kakek Guntur dan kakek Guntur menyetujuinya.
Setelah Deni selesai dengan kakek Guntur Deni menelpon seseorang untuk mengurus sebuah berkas dan berkas tersebut harus selesai malam ini juga dan Deni berkata berapapun harganya akan Dia keluarkan asal berkas tersebut selesai malam itu juga.
Sementara di kediaman Kakek Guntur sedang terjadi kehebohan karena tiba-tiba sang kakek menyuruh semua orang untuk mencari wo yang bisa menghias kediamannya hari itu juga karena besok akan di adakan acara pernikahan.
kakek Guntur yang sudah selesai memberi perintah langsung kembali ke ruangan kerjanya dan setelah dia duduk sang kakek berkata " untung kamu tidak telat Den jika kamu telat satu jam saja mungkin rencana mu hanya akan menjadi sebuh rencana".
karena satu jam lagi dia akan bertemu dengan seorang laki-laki yang akan dia nikahkan dengan Mentari dan untungnya sang kakek hanya mengajak laki-laki tersebut untuk bertemu saja tidak menjelaskan tentang keinginannya.
__ADS_1
Setelah itu Kakek Guntur menghubungi laki-laki tersebut dan membatalkan pertemuan mereka dan sebagai rasa bersalahnya kakek Guntur mengajaknya untuk bekerja sama dengan perusahaan miliknya.