Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
99%


__ADS_3

Mentari mendengus kesal karena Embun lebih tidak mengerti tentang kehamilan dari pada dirinya.


"Begini saja agar kamu mengerti maksud ku, pulang dari sini kamu beli sepuluh alat tes kehamilan dengan beberapa jenis, dan kamu cek urin mu dengan alat itu di pagi hari agar lebih akurat".


"Tari apa tidak bisa sekarang saja di tesnya, karena aku sudah tidak sabar untuk mengetahui jika tebakanku itu benar". ucap Samudra yang bersemangat.


Reyhan pun memberi solusi agar Samudra segera mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya dan dia berkata


"Dra jika kamu ingin cepat tau dan yakin lebih baik kamu langsung kerumah sakit saja pulang dari sini".


Embun yang tidak setuju dengan saran Reyhan langsung berkata "Tidak, aku tidak mau?".


"Lo kenapa sayang?" tanya Samudra.


"Iya kenapa Bun, padahal saran Mas Rey itu lebih baik dari pada saran yang aku berikan" ucap Mentari setuju dengan saran Reyhan.


"Aku tidak mau, karena aku takut malu".

__ADS_1


"Kenapa mesti malu Bun, kamu ini ada-ada saja". ucap Mentari yang tidak habis pikir dengan ucapan Embun.


"Ya malulah jika terbukti aku tidak hamil" ucap Embun dan berhasil membuat kesal Mentari.


"Bun apa kamu tau jika orang ini" tunjuk Mentari pada Samudra " tidak akan berucap jika dugaannya tidak mendekait seratus persen, dan itu artinya kamu memang terbukti 99% kemungkinan hamil".


"Apa benar begitu mas" ucap Embun meminta jawaban dari Samudra.


"Iya sayang, apa yang di ucapkan Mentari benar". jawab Samudra dengan penuh keyakinan.


"Baiklah jika seperti itu lebih baik kita langsung pergi ke dokter setelah dari sini".


"Tentu saja tidak Tari, secara suaminya dokter ya walau bukan dokter kandungan tapi dia pasti tau tentang kehamilan terlebih dia punya adik yang sudah mempunyai dua anak pastinya dia bisa bercermin dari apa yang terjadi pada adiknya".


"Ya kalau dia memperhatikan adiknya tapi kalau cuek ya mungkin akan sama dengan kita yang bodoh ini" dan mereka tertawa bersama sedangkan para suami hanya tersenyum melihat kebahagian dari wajah istri mereka.


"Sayang sepertinya kita harus pulang sekarang karena mas ada pertemuan sebentar lagi, jadi sebaiknya kita segera memberi selamat dan langsung pulang".

__ADS_1


"Oh iya baiklah" jawab Mentari yang mengerti kesibukan sang suami dan rasanya sudah tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.


"Kita juga sayang" ucap Samudra


"Apa kamu juga ada rapat?" tanya Embun yang salah menebak.


"Tidak" ucap Samudra singkat


"Terus kenapa kita harus ikut pulang?" tanya Embun yang sudah lupa jika Samudra ingin cepat cepat memastikan jika dirinya hamil atau tidak.


"Sayang kamu ini kenapa jadi pelupa?".


"Maksud mas aku pikun" ucap Embun ketus.


"selai pelupa kamu juga sensitif " ucap Samudra yang bukannya memberi penjelasan ini malah menambah kekesalan Embun.


Mentari yang tau rasanya berada di posisi Embun berkata dengan beberapa kata yang di tekan "Orang ini mengajak mu pulang karena ingin cepat cepat mengetahui apa kamu hamil atau tidak Embun".

__ADS_1


"Oh bilang dari tadi mas jangan berbelit-belit, jadi aku langsung mengerti" ucap Embun.


Mereka pun kini sudah berada di atas pelaminan dan mereka siap untuk bersalaman dan mengucapkan selamat.


__ADS_2