
"Maksud kamu mereka sudah meninggal?". tanya Mentari
"iya mereka sudah meninggal, dan kamu tau nona bagai mana keadaan ku saat itu?".
"Pasti kamu sangat sedih" ucap Mentari
Reyhan menarik napasnya karena merasa dadanya sedikit sesak saat mengingat masa lalunya, lalu dia berkata.
" Bukan hanya sedih, waktu itu bahkan aku sempat ingin mengakhiri hidupku".
Mentari kaget mendengar Reyhan ingin mengakhiri hidupnya lalu dia berkata "terus apa yang membuatmu tidak jadi melakukannya?".
"Karena kakek berkata jika semua orang pasti akan mati, dan jika aku ingin menyusul mereka saat itu maka aku akan menjadi pembunuh secara tidak langsung".
"Maksud kamu membunuh secara tidak langsung apa?", tanya Mentari yang kurang mengerti dengan ucapan Reyhan
"Kamu tau bukan jika orangtuaku mempunyai perusahaan yang lumayan besar dan pasti banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan Ayahku, dan jika waktu itu aku benar-benar menakhiri hidup ku otomatis perusahaan ayahku akan bangkrut dan semua karyawannya akan kehilangan mata pencaharian mereka dan itu bisa membuat mereka kelaparan dan bisa saja diantara mereka ada yang meninggal dan sudah di pastikan aku membunuh mereka secara tidak langsung".
__ADS_1
"Kamu benar Rey hidup dan mati mereka berada di pundak kita, terus kenapa kamu sekarang menjadi seorang pengawal" tanya Mentari namun sayang pertanyaan mentari tidak di jawab Reyhan karena Reyhan berkata
" Maaf nona sepertinya kita harus cepat menyusul teman-teman nona karena jika kita terlalu lama di sini kita akan pulang terlambat".
"Oh ya ampun kamu benar ayo". ajak Mentari
"Nona duluan saja saya akan mengganti pakayan saya dulu".
"aku lupa jika kamu masih memakai pakayan ini, dan aku juga lupa belum membayarnya, sudah sana ganti pakayan mu aku tunggu di meja kasir" ucap Mentari.
Reyhan berjalan sambil berkata dalam hati " untung saja aku bisa lolos dari pertanyaan Mentari jika tidak dia pasti akan tau siapa aku sebenarnya dan itu akan membuatku mengakhiri peranku sebagai seorang pengawal".
Baru juga Mentaru masuk ke dalam toko Mentari sudah melihat gaun yang sangat menarik perhatiannya, tapi sayang gaun tersebut tidak memiliki bagian belakang di bagian punggungnya, dan itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk membeli gaun tersebut.
"tapi tunggu aku ingin melihat apa tanggapan Reyhan saat melihatku memakai gaun itu", lalu Mentari menyuruh Reyhan untuk melihat apakah dia pantas jika memakai gaun tersebut.
Mentari sedang berganti baju dia terus melihat dirinya di depan cermin ruang ganti, setelah semuanya sempurna Mentari keluar untuk memperlihatkannya pada Reyhan.
__ADS_1
"Apa gaun ini cocok dengan ku?" tanya Mentari
"sangat cocok nona sangat indah saat anda sudah memakainya". ucap Reyhan jujur.
"Rey maaf apa bisa kamu ambilkan tas ku" ucap Mentari.
"Tentu nona" ucap Reyhan dan langsung mengambil tas Mentari lalu dia memberikannya pada Mentari.
Mentari mengambil tasnya dan mengambil sebuah kotak perhiasan di dalam tasnya, lalu dia mengeluarkan sebuah gelang dan memakainya.
Reyhan yang melihat Mentari masih menyimpan gelang pemberiannya merasa sangat senang dan dia berkata "kenapa kamu masih menyimpan gelang itu?".
"karena aku ingin menyimpannya aku juga masih menyimpan kebaya pemberian mu". ucap Mentari
lalu Mentari berkata lagi "Jangan salah paham aku menyimpannya karena aku menyukai barang pemberian mu karena itu harganya sangat mahal". ucap Mentari jujur
"Rey lihat apa gelang ini cocok dengan gaun ini?" tanya Mentari
__ADS_1
"iya cocok, coba nona berbalik" ucap Reyhan
Mentari berbalik dan Reyhan tersedak karena melihat bagian punggung Mentari.