Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Embun tau


__ADS_3

Reyhan tersenyum mendengar pertanyaan Embun lalu dia berkata "Sebelum aku menjawab pertanyaan mu aku ingin bertanya pada mu?"


"Kamu ingin bertanya apa Rey?".


"Menurut kamu siapa aku?".


"Maaf sebelumnya tapi aku tidak bisa menebak siapa kamu karena aku hanya merasa jika kamu bukan orang sembarangan saja" ucap Embun jujur


"Baiklah karena mereka pasti akan menyusul kita kemari, jadi aku akan memberi mu empat kata" .


"Empat kata?" tanya Embun


Lalu Reyhan berkata "Aku Pemilik Nugraha Grup" .


Embun sangat kaget saat mendengar ucapan Reyhan lalu dia hanya diam.


Reyhan yang melihat embun hanya diam berkata "aku sudah menjawab pertanyaan mu dan tolong kamu rahasiakan ini".


Embun mengangguk mengiyakan ucapan Reyhan dia tidak sanggup berkata-kata karena dia masih tidak percaya jika Reyhan adalah pemilik perusahan tersebut.


lalu Reyhan pergi meninggalkan Embun yang masih diam.


Tidak berselang lama Suci datang dan membuyarkan lamunan Embun "Bun kenapa kamu disini bukannya tadi kamu ingin ke toilet".


"Iya kenapa ci?". tanya embun yang tidak terlalu jelas mendengar ucapan Suci tadi.

__ADS_1


"kenapa kamu disini" ulang Suci


"Oh iya aku mau pipis dulu" ucap Embun tanpa menjawab pertanyaan Suci.


Suci yang melihat Embun pergi ke toilet berkata "Ada apa dengan dia? tapi ya sudahlah bukan urusan ku".


Lalu Suci pergi meninggalkan Embun.


Embun yang baru keluar dari toilet mencari Suci namun Suci tidak ada dan itu membuat hatinya lega.


"Jika Reyhan pemilik Nugraha grup berarti dia CEO perusahaan tempat aku bekerja, jadi kami selama ini bergaul dengan CEO yang sangat ingin kami lihat wajahnya itu.


Tapi tunggu jika dia benar-benar CEO kami kenapa sifatnya berbeda dengan yang sering di gambarkan orang-orang, sepertinya aku harus bertanya pada Mentari nanti" ucap Embun lalu dia kembali ke meja makannya.


Walau Embun masih ragu dengan pengakuan Rey, jika Rey adalah CEO mereka tapi tetap saja hal itu membuat Embun sedikit kurang nyaman saat satu meja dengan Reyhan.


Ya Mentari bertanya seperti itu karena dia pikir Embun sedang datang bulan dan pembalut yang dia pakai bocor.


"Iya" ucap Embun berbohong.


Sementara Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Embun.


"Pantas saja tadi kamu sangat lama di toilet ternyata bocor" ucap Mentari lagi yang tidak merasa malu pada Reyhan yang berada di dekatnya.


"Tari pelankan suara mu, apa kamu tidak malu pada Reyhan". ucap Suci lalu melihat Reyhan yang tersenyum

__ADS_1


"Aku sudah memelankan suaraku" ucap Mentari


"Pelan bagi orang yang duduk di meja lain tapi tidak bagi Reyhan yang duduk satu meja dengan kita". ucap Suci menjelaskan.


"Memangnya kenapa Ci toh dia juga sudah pernah melihatku seperti itu dulu iyakan Rey" ucap Mentari dan Reyhan hanya mengangguk mengiyakan ucapan Mentari.


Sementara Embun tersedak makanannya karena mendengar ucapan Mentari.


"Bun sebenarnya kamu kenapa perasaan tingkah mu sedikit aneh setelah kembali dari toilet" tanya Suci


"Itu cuman perasaan kamu saja Ci, aku tidak apa-apa hanya tersedak biasa" ucap Embun berbohong.


Mereka selesai makan lalu mereka pergi meninggalkan Lestoran dan kembali ke kantor tempat mereka bekerja.


setelah masuk kedalam ruangan kerja mereka Embun yang masih ragu dengan ucapan Reyhan bertanya pada Mentari


"Tari apa sifat Reyhan dulu seperti sekarang?".


"Tidak Bun, dulu Reyhan jarang tersenyum dan dia tidak pernah berbicara dengan orang lain kecuali menyangkut pelajaran dan kegiatan sekolah".


"Oh apa kamu tau sikap Reyhan saat di luar negri?".


"Aku tidak tau tapi nanti aku akan menanyakannya".ucap Mentari jujur


"Oh" ucap Embun

__ADS_1


"Bun kenapa kamu bertanya seperti itu" Tanya Suci


"Tidak apa-apa aku hanya ingin tau saja" ucap Embun.


__ADS_2