Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Tidak takut


__ADS_3

Mereka masuk dan duduk, Deni sengaja memberikan no kursi pada Mentari yang berada di tengah-tengah mereka.


Tidak berselang lama filem yang mereka pilih di mulai,


Awalnya Mentari bersikap biasa saja karena filem tersebut belum menunjukan sosok yang menyeramkan namun tiba-tiba sosok itu muncul tanpa Mentari duga dan hasilnya mentari menjerit dan memeluk tangan Reyhan.


Reyhan yang melihat mentari memeluk tangannya membiarkannya karena dia merasa senang dan berharap jika Mentari terus seperti itu.


"Hey Tari kamu bilang tadi tidak takut tapi kenapa kamu malah menjerit dan memeluk tangan Reyhan?".


Mentari yang sadar telah memeluk tangan Reyhan langsung melepaskannya dan berkata "Maaf rey aku tidak sengaja" ucap Mentari lalu membenarkan kembali posisi duduknya.


"Kenapa aku malah memeluk tangan Reyhan bukan tangan Deni, eh tunggu biar ku atur agar saat aku takut aku memeluk tangan Deni" ucap Mentari sambil matanya melihat ke layar.


kemunculan mahluk yang menurut Mentari menyeramkan sudah dia prediksi kapan dia akan muncul, Mentari sudah siap untuk melihatnya dan mentari menjerit lagi tapi hasilnya sama dia tetap memeluk tangan Reyhan.


"Aku menyerah aku tidak sanggup lagi melihatnya" ucap mentari yang masih memeluk tangan Reyhan sambil menunduk dan menutup matanya.


"Kalau begitu kita keluar" ucap Reyhan


"Kalian saja aku masih ingin di sini, sayang sudah keluar uang" ucap Deni.


Reyhan dan Mentari berjalan untuk keluar dari dalam bioskop dengan mentari yang terus memegang tangan Reyhan karena dia masih merasa takut.


"Terimakasih" ucap Mentari karena mereka sudah keluar


"Sama-sama, apa kamu ingin jalan-jalan di tempat ini, karena tidak mungkin jika kita hanya diam di sini menunggu Deni".

__ADS_1


"Iya boleh tapi aku yang menentukan kemana kita harus pergi" ucap mentari.


"Iya terserah kamu".


Mereka berjalan-jalan melihat deretan toko yang menjual berbagai macam dagangan.


"Tari apa kamu tidak ingin membeli sesuatu?" tanya Reyhan.


"Tidak karena uang ku tidak akan cukup untuk membeli barang-barang di dini".


Reyhan yang mengerti ke adaan Mentari langsung berkata "Jika kamu menginginkan sesuatu bicaralah aku akan membelikannya".


"Tidak terima kasih" ucap Mentari


Mereka melanjutkan langkah mereka sampai Mentari menghentikan langkahnya mendadak dan langsung memutar badannya.


Bruk Mentari terjatuh karena di tabrak Reyhan yang sedang berjalan tanpa melihat Mentari yang sudah berhenti.


setelah Mentari berdiri Reyhan bertanya


"Kenapa kamu berhenti mendadak?".


Mentari tersenyum dan menunjuk tempat penjual aksesoris.


"Kamu ingin ke sana?".


"Iya dan aku ingin bertanya pada mu apa harga aksesoris di sana mahal atau tidak?".

__ADS_1


"Aku tidak tau karena belum pernah ke sana, tapi jika kamu ingin ke sana ayo aku antar".


"Tidak usah sepertinya harga-harganya mahal".


"Ayo ke sana biar aku yang bayar".


Karena Mentari hanya diam Reyhan langsung menuntun Mentari menuju tempat tersebut.


"Sekarang pilihlah apa yang kamu suka !".


Mentari melihat-lihat semua aksesoris yang ada sambil melihat harganya sementara Reyhan hanya mengikuti Mentari sampai dia melihat sebuah gelang yang sangat menarik perhatiannya.


"Mentari aku ke sana dulu" ucap Reyhan


"Iya silahkan", ucap Mentari


Reyhan mengambil gelang tersebut dan membawanya, setelah dekat dengan mentari dia menyuruh mentari untuk mencobanya.


"Tari apa boleh aku pasangkan ini di tangan mu" tanya Reyhan.


"Boleh" ucap Mentari sambil menyodorkan tangannya


"Cantik" ucap Reyhan


"Iya cantik dan pasti harganya mahal" ucap Mentari.


Reyhan hanya tersenyum mendengar perkataan Mentari.

__ADS_1


Saat Mentari akan melepaskan gelang tersebut Reyhan berkata "Jangan di lepas itu untuk mu".


"Tidak usah" ucap Mentari sambil melepas gelang tersebut dan memberikannya pada Reyhan.


__ADS_2