
"Maaf tuan atasan kami bertanya ada keperluan apa sehingga anda ingin bertemu dengannya?". ucap sang resepsionis
Reyhan berpikir apa yang harus dia katakan agar Tuan Deril mengenalinya, karena tidak mungkin jika dia bilang dia adalah CEO tempat tersebut.
Setelah lama berpikir Reyhan pun mendapatkan sebuah kata yang pasti di mengerti oleh Tuan Deril.
"Nona katakan padanya saya dari luar negri dan baru datang kemari baru dua hari yang lalu" ucap Reyhan
Sang resepsionis mengatakan pada sekertaris tuan Deril, setelah itu dia menyuruh Reyhan untuk naik ke ruangan tuan Deril.
Reyhan pun naik ke lantai atas gedung tersebut dan dia langsung menuju ruangan tuan Deril, karena tidak ada perubahan dari gedung tersebut jadi Reyhan tidak perlu bertanya pada siapapun untuk pergi keruangan tersebut.
Reyhan langsung masuk kedalam ruangan tuan Deril karena sekertaris tuan Deril sudah menunggu Reyhan dan membukakan pintu untuknya.
Tuan Deril langsung berdiri dan memeluk Reyhan lalu dia berkata "Apa kabar nak, akhirnya kamu kembali ke sini".
"Kabar ku baik paman, bagaimana dengan paman?".
"Kabar paman baik-baik saja" ucap Tuan Deril sambil melepas pelukannya dan dia berkata lagi "tunggu kenapa warna kulit mu jadi seperti ini".
"Oh ini aku sedang bakerja menjadi seorang pengawal pribadi paman".
"Kamu menjadi seorang pengawal untuk apa?".
Reyhan tersenyum dan berkata "untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pengawal".
__ADS_1
Tuan Deril merasa bingung dengan ucapan Reyhan, Reyhan yang mengerti dengan kebingungan tuan Deril berkata
"Paman tau bukan jika aku ingin menjadi seorang tentara, dan tugas tentara adalah menjaga negara bukan, nah karena aku tidak bisa mewujudkan cita-cita ku, jadi aku memilih menjadi seorang pengawal yang tugasnya sama-sama menjaga", ucap Reyhan
"Kamu ini ada-ada saja, lalu kenapa kamu berada di sini?" tanya tuan Deril.
"Karena majikan ku bekerja di sini jadi aku bisa menemui mu setiap hari".
"Memangnya siapa majikan mu nak?".
"Dia Mentari paman, teman sekolah ku dulu, apa paman mengenalnya?".
Tuan Deril berpikir dan mengingat hanya ada satu-satunya orang yang bernama Mentari di kantornya "Maksud mu Mentari dari bagian keuangan?".
"Tentu saja paman mengenalnya selain dia adalah satu-satunya orang yang bernama Mentari, dia juga sudah bekerja di tempat ini selama 2tahun, dan dia sangat pintar".
Reyhan tersenyum karena Tuan Deril memuji Mentari.
Tuan Deril yang melihat senyuman di wajah Reyhan ikut merasa bahagia karena Reyhan bisa tersenyum kembali.
"Apa kamu menyukainya?". tanya tuan Deril
"Tidak paman aku tidak menyukainya" ucap Reyhan berbohong.
Tuan Deril tersenyum menanggapi ucapan Reyhan yang sedang berbohong, "jelas-jelas terlihat jika dia menyukai Mentari tapi tetap saja dia tidak mengakuinya". ucap Tuan Deril dalam hati.
__ADS_1
"Rey, maaf paman ada pertemuan sebentar lagi, jadi paman akan meninggalkan mu".
"Tidak masalah paman lagi pula aku juga harus mengecek laporan yang sudah paman berikan pada ku".
"Baiklah jika begitu paman harus segara ke ruang rapat".
"Silahkan paman". ucap Reyhan
Jam istirahat telah tiba dan Reyhan kembali ke tempat parkir karena pasti Mentari mencarinya, dan benar saja mentari menghampiri Reyhan yang baru saja datang dengan memakai jasnya lagi.
Ya tadi saat Reyhan menemui tuan Deril dia hanya memakai kemeja dan sebuah masker.
"Rey ayo ikut dengan kami" ucap mentari pada Reyhan
Reyhan mengikuti mereka dengan pakayan lengkapnya dan sebuah masker.
Mereka berjalan menuju sebuah tempat makan yang berada di sebrang kantor, setelah sampai dan memilih meja merekapun duduk, sementara Reyhan duduk di meja yang berbeda.
"Teman-teman apa boleh jika pengawal ku ikut duduk bersama kita di sini" tanya Mentari kepada dua temannya.
"Boleh Tari, kasian juga jika dia hanya sendiri" ucap suci.
Lalu Mentari mengajak Reyhan untuk bergabung " Rey ayo duduk dengan kami".
Tadinya Reyhan menolak ajakan Mentari namun setelah di paksa oleh Mentari Reyhan pun mau.
__ADS_1