Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Dia milikku


__ADS_3

"Ayolah Rey bantu aku sekali ini saja". ucap Mentari memohon dengan wajah yang membuat Reyhan tidak mampu menolaknya lagi.


"Dasar Mentari kenapa dia memasang wajah seperti anak kucing dan bibirnya itu sungguh membuat otakku tidak berpungsi dengan benar". ucap Reyhan sambil memakai pakayannya.


Reyhan keluar dari Ruang ganti, Mentari dan dua temanya sampai tidak berkedip melihat Reyhan.


"Tari jika kamu benar-benar tidak mau menjadikannya pacar mu, dia buat aku saja". ucap Suci


"Aku juga mau" ucap Embun


Mentari yang mendengar ucapan Temannya langsung mengalihkan pandangannya dari Reyhan dan melihat kedua temannya yang masih menatap Reyhan.


Mentari menepuk bahu mereka dan berkata " Dia milik ku dan tidak boleh ada yang mendekatinya".


Reyhan merasa heran dengan ucapan Mentari yang mengatakan jika dirinya milik Mentari.


"Sebelum janur kuning melengkung Reyhan masih bebas untuk kami dekati" ucap Suci


"Kau, apa kau sudah bosan berteman dengan ku Suci," ucap Mentari

__ADS_1


"Tari apa kamu tidak sadar jika Reyhan menatapmu sejak tadi sepertinya dia ingin sebuah penjelasan darimu, Tari karena kamu harus berbicara dengan Reyhan jadi ijinkan kami pergi terlebihdahulu untuk melihat gaun di sana" tunjuk Embun pada toko pakayan wanita.


"Baiklah kalian tunggu aku di sana". ucap Mentari


dan mentari berjalan menghampiri Reyhan dengan kepala tertunduk "kenapa aku keceplosan seperti tadi, sekarang aku harus bicara apa pada Reyhan".


Reyhan yang mendengar ucapan mentari bahwa dirinya milik Mentari sangat senang karena dugaannya saat pertamakali bertemu dengan mentari lagi tidak salah.


"Sepertinya perasaan ku tidak bertepuk sebelah tangan tapi kenapa dia sekarang menyukai ku" lalu Reyhan berkata lagi "sepertinya aku harus menunda pertanyaanku terlebih dahulu, karena aku ingin melihat dia terus seperti ini dia terlihat semakin menggemaskan disaat seperti ini" ucap Reyhan dalam hati sambil terus menatap Mentari.


Mentari berada di hadapan Reyhan lalu Reyhan berkata "Nona apa pakayan ini pantas untuk saya yang hanya bersetatus pengawal nona".


Mentari merasa lega karena Reyhan tidak menanyakan hal yang membuatnya galau dari tadi


Rey sangat senang dan dia berkata dalam hati "Coba saja jika kita sudah menikah pasti kamu akan seperti ini setiap hari pasti aku akan sangat bahagia Tari".


"Rey kenapa kamu tersenyum" tanya mentari yang sudah selesai merapihkan pakayan Reyhan


"Aku tidak tersenyum nona" bohong Reyhan

__ADS_1


"Aku tau kamu tersenyum Rey, karena dulu aku sering melihatmu tersenyum sangat tipis seperti ini" ucap mentari


"Berarti kamu dulu sering memperhatikanku?".


"Aku tidak sengaja sering melihat senyum mu yang tersembunyi ini, dan aku juga pernah bertanya pada Deni apa dugaan ku benar atau tidak".


"Terus apa yang di katakan Deni?".


"Dia bilang jika kami dan kamu mempunyai cara tertawa dan tersenyum yang berbeda".


"maksud nona apa?".


"Kami tertawa terbahak-bahak saat melihat hal yang lucu, sedangkan kamu hanya tersenyum, dan jika kami tersenyum maka senyummu ya seperti yang kamu lakukan tadi sangat tipis".


"Oh" ucap Reyhan kembali berkata singkat


"Rey apa boleh jika aku bertanya hal pribadi pada mu" tanya Mentari


"nona ingin bertanya apa?".

__ADS_1


"Aku ingin tau bagai mana keadaan Ayah dan bunda mu?".


Reyhan berpikir jika mentari akan bertanya tentang perasaannya tapi ternyata bukan dan itu membuatnya sedikit lega karena dia belum siap berkata jujur saat ini, lalu dia berkata "kedua orang tua ku, sudah tidak merasakan sakit lagi".


__ADS_2