Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Peraturan


__ADS_3

Mentari dan sang nenek pun keluar kamar untuk sarapan bersama sang kakek.


Mereka sampai di meja makan dan Mentari sangat terkejut saat melihat makanan yang tersaji di atas meja dan dia berkata " ini sarapan atau makan siang". ucapnya pelan dan dia langsung duduk setelah menyapa sang kakek dan sudah di persilahkan duduk.


Kakek Guntur yang tadi mendengar perkataan Mentari menjawab dan dia berkata " memangnya jika kamu sarapan selalu bagai mana?" .


Mentari tidak menyangka jika ucapannya terdengar oleh sang kakek, dan dia pun menjawab "Tari dan nenek jika sarapan hanya makan roti dan susu saja".


"Dulu Kakek juga sarapan pagi hanya dengan Roti dan susu tapi karena suatu alasan, jadilah kakek sarapan seperti ini".


Kakek Guntur mengajak Mentari dan neneknya untuk segera memakan makanan mereka.


Mentari dan nenekpun memakan makanan mereka dengan lahap karena menurut mereka makanannya sangat lejat mungkin karena di buat oleh seorang koki.


Setelah mereka selesai sarapan kakek Guntur bertanya pada Mentari


"Nak apa ada yang ingin kamu tanyakan pada kakek ?".


"Ada kek banyak".


"oh baiklah, jadi hal apa yang ingin kamu tanyakan?"

__ADS_1


"aku ingin bertanya apa alasan kakek mengasingkan ku selama ini?"


Itu adalah pertanyaan terbesar dalam pikiran mentari saat ini.


"Baiklah Nak, jika itu yang ingin kamu ketahui, pertama-tama kakek ingin meminta maaf pada mu terlebih dahulu karena mengasingkan mu.


Dulu Kakek melakukan itu karena terpaksa nak, karena ada orang-orang jahat yang ingin menghilangkan nyawa mu seperti yang mereka lakukan pada kedua orangtua mu.


"Jadi mereka meninggal karena ada yang membunuh bukan karena sakit atau kecelakaan?" tanya Mentari yang tidak habis pikir dengan sebuah kenyataan yang baru dia dengar.


"Mereka memang mengalami kecelakaan tapi kecelakaan yang mereka alami sudah di rencanakan oleh mereka, tapi kamu jangan cemas sekarang mereka sudah kakek amankan".


"Oh syukurlah jika seperti itu aku tidak perlu khawatir, tapi apa saudara atau keturunan mereka tidak akan menuntut balas pada kakek".


"Baiklah jika seperti itu aku ingin ke kamar dulu kek" ucap Mentari


namun sebelum Mentari berdiri sang kakek berkata "Maaf nak karena kakek sudah sangat tua, jadi kakek harus mempersiapkan seorang penerus jadi maaf mulai saat ini kamu harus mulai belajar ilmu bisnis dari guru yang sudah kakek tunjuk".


Mentari yang tadinya akan pergi kekamarnya akhirnya mengurungkan niatnya karena mendengar ucapan sang kakek dan dia berkata "Kek apa tidak bisa besok saja, aku masih ingin bermalas-malasan".


"Apa tidak cukup selama ini kamu hidup bermalas-malasan?". tanya sang kakek sambil melihat Mentari

__ADS_1


"maksud kakek apa?".


"menurut kamu seperti apa hidup mu yang lalu, bukankah sebagian banyak waktu mu kamu gunakan hanya untuk bermain?".


Mentari mengakui apa yang di ucapkan kakeknya benar namun dia tidak mau mengikuti aturan sang kakek dan dia berkata


"Maaf kek apa tidak bisa jika aku belajarnya di bangku kulih saja?".


"Bisa nak tapi kakek ingin kamu cepat menguasai ilmu bisnis karena seperti yang kamu ketahui jika kakek mu ini sudah tua".


"Jadi kakek tidak akan menyekolahkan ku lagi?".


"Siapa yang bilang nak, kakek berbuat seperti itu bukan berarti kakek tidak akan melanjutkan pendidikan mu sampai ke bangku perkuliahan, walau kamu belajar di disini tapi kamu juga tetap harus berkuliah seperti orang pada umumnya karena kamu juga butuh sebuah Gelar di belakang nama mu agar kamu di akui dan di segani orang lain" ucap kakek menjelaskan.


lalu sang kakek mengambil sebuah map dan dia berkata "ini adalah jadwal harian mu selama kamu belum masuk kuliah".


Mentari menerima map tersebut dan melihat isinya, dia lumayan kaget karena jadwal yang di berikan sang kakak sangat padat.


tapi dia hanya bisa pasrah dengan keputusan sang kakek, dia tidak bisa menolaknya karena dia juga menyadari jika dia adalah satu-satunya orang yang harus meneruskan perusahaan sang kakek.


*

__ADS_1


Setiap hari dia lewati dengan semua aturan yang kakeknya berikan, setiap hari yang dia kerjakan hanya belajar dan belajar tidak ada waktu untuk sekedar bermain di pusat perbelanjaan sedikitpun.


Sampai dia masuk kedunia perkuliahan barulah dia bisa menikmati hidupnya kembali karena dia bisa bermain di luar rumah bersama teman-temannya yang baru walau hanya sekedar makan atau berjalan-jalan di pusat perbelanjaan.


__ADS_2